Pengertian Akuntansi Keuangan

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas Apa itu akuntansi keuangan? Apa fungsinya dalam bisnis yang Anda jalani? Jika Anda seorang wirausahawan yang mempunyai pertanyaan semacam ini, maka Anda sudah menemukan bacaan yang tepat.

Artikel ini akan membahas akuntansi keuangan lengkap mulai dari pengertian hingga akuntansi keuangan hingga perbedaannya dengan akuntansi manajemen.

Pengertian Akuntansi Keuangan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akuntansi merupakan kata benda yang memiliki tiga pengertian.

Pertama, akuntansi berarti teori dan praktik perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman (kebiasaan), dan semua kegiatannya.

Kedua, akuntansi berarti hal yang berhubungan dengan akuntan.

Ketiga, akuntansi berarti seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi.

Pengertian yang terakhir ini paling mendekati dengan pengertian akuntansi dalam ilmu ekonomi, karena mengandung kata-kata pencatatan dan transaksi keuangan.

Secara garis besar, makna akuntasi memang terfokus pada ‘pencatatan transaksi keuangan’. Pencatatan yang dimaksud adalah pendataan yang teratur menurut sistem dan juga lengkap.

Transaksi keuangan yang dicatat pun spesifik dalam suatu bisnis dan dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan akuntansi keuangan berarti suatu bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan berupa neraca, laba/rugi,

Perubahan modal dan arus kas kepada pihak eksternal, yaitu investor, pemegang saham, supplier, kreditur, dan pemerintah.

Fungsi Akuntansi Keuangan

akuntansi keuangan
akuntansi keuangan

Berikut adalah fungsi utama akuntansi keuangan bagi sebuah perusahaan. Namun sebelum itu, silakan simak fungsi akuntansi secara umum di bawah ini terlebih dahulu.

Baca Juga :  Pengertian Kas

Fungsi Akuntansi:

  1. Mengasistensi perusahaan untuk mencapai target.
  2. Mengetahui serta menghitung laba dan rugi yang perusahaan dapatkan. Tujuan utama perusahaan adalah mendapatkan keuntungan atau laba. Untuk memastikan tujuan tersebut tercapai atau justru mengalami kerugian, dilakukanlah pencatatan yang sistematis dan komprehensif atas segala bentuk transaksi keuangan yang terjadi. Pencatatan tersebutlah yang memberikan pengetahuan akan besarnya laba atau rugi yang didapat.
  3. Melakukan pengawasan dan pengendalian atas aktivitas-aktivitas yang terjadi di dalam perusahaan.
  4. Membantu menentukan hak bagi masing-masing, baik pihak internal maupun pihak eksternal, yang berkepentingan dalam perusahaan.
  5. Memberi informasi yang bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan. Pihak manajemen yang meliputi direktur, manajer, dan pemegang saham ini memiliki kepentingan dalam tugasnya untuk melihat dan menganalisa kondisi keuangan perusahaan, apakah perusahaan mereka sedang dalam kondisi keuangan yang sehat atau tidak. Berdasarkan kondisi keuangan perusahaan inilah, kemudian, keputusan-keputusan yang akan berpengaruh pada kelangsungan perusahaan dapat dibuat.

Sedangkan fungsi utama dari akuntasi keuangan

Memberikan informasi yang berkaitan dengan keuangan perusahaan dan perubahan apa saja yang telah dialami oleh perusahaan tersebut. Adapun fungsi utama laporan keuangan sebagai bagian dari akuntansi keuangan bagi pihak eksternal adalah sebagai berikut:

  1. Bagi pemerintah, laporan keuangan berfungsi sebagai pemberi informasi untuk menetapkan kebijakan pajak dan sebagai bagian dari data statistik pendapatan skala nasional.
  2. Bagi investor, laporan keuangan dapat memberikan informasi atas dana yang diinvestasikan.
  3. Bagi supplier, laporan keuangan dapat memberikan informasi mengenai dibayar atau tidaknya tagihan penjualan mereka.
  4. Bagi kreditur, laporan keuangan berfungsi sebagai pemberi informasi yang kemudian digunakan untuk memberi penilaian atas kesanggupan perusahaan dalam membayar utang pokok.
  5. Bagi pemegang saham, laporan keuangan berfungsi sebagai pemberi informasi yang membuat mereka mampu menilai kesanggupan perusahaan dalam membayar dividen. Dividen adalah bagian laba atau pendapatan perusahaan yang besarnya ditetapkan oleh direksi serta disahkan dalam rapat pemegang saham untuk dibagikan kepada para pemegang saham.
Baca Juga :  Pengertian Deposito

Tahapan dalam Pembelajaran Akuntansi Keuangan

Berikut adalah tahapan-tahapan yang harus ditempuh dalam proses pembelajaran akuntansi keuangan.Tahapan pertama adalah;

Pengantar Akuntansi Dasar

Yang harus Anda pelajari pada tahapan ini meliputi Pemahaman tentang Persamaan Dasar-Dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Chart of Account (Penyusunan Kode Akun), Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, General Ledger (Jurnal Umum), dan Worksheets (Pembuatan Kertas Kerja) Laporan Keuangan.

Tahapan berikutnya adalah Akuntansi Keuangan Menengah

Yang harus dipelajari pada tahapan ini adalah Penyusunan Laporan Keuangan (Contoh Laporan Akuntansi Keuangan), Akuntansi Biaya, Pemahaman tentang Prosedur Akuntansi dan Keuangan,

serta hal-hal yang meliputi Kebijakan dan Prosedur, yaitu Kas dan Setara Kas, Persediaan, Piutang, Aktiva Tetap, Utang, dan Pajak.

Tahapan terakhir adalah Akuntansi Keuangan Lanjutan

Yang harus Anda pelajari pada tahapan ini meliputi Pembentukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha (Merger), Integritas Penyajian Laporan Keuangan, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, dan Investasi Saham.

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Yang dinamakan dengan standardisasi akuntansi keuangan adalah penyesuaian laporan keuangan yang disiapkan dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum. Petunjuk dan prosedur akuntansi yang sesuai terangkum dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) merupakan SAK yang bertujuan untuk dipakai oleh entitas yang tidak mempunyai akuntabilitas public yang penting dan menyajikan general purpose financial statement (laporan keuangan untuk tujuan umum) bagi pihak eksternal perusahaan.

Sedangkan SAK EMKM (Entitas Mikro Kecil dan Menengah) adalah SAK yang ditujukan untuk melengkapi keperluan pelaporan keuangan lembaga mikro, kecil, dan menengah.

Isi PSAK meliputi peraturan tentang standar umum pencatatan, penyusunan, dan penyiapan laporan keuangan yang berdasar pada teori-teori penalaran dan penafsiran yang mendalam oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Baca Juga :  Rasio Keuangan

PSAK mulai diaplikasikan di Indonesia tahun 1994. Meskipun begitu, perkembangan penyusunan standardisasi akuntansi harus berkaitan dengan perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional.

Sementara standardisasi akuntansi Indonesia disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), standar akuntansi internasional disusun oleh International Accounting Standards Board (IASB) atau Standar Akuntansi Keuangan Internasional.

Selain PSAK, standardisasi akuntansi keuangan juga harus merujuk pada Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh DSAK dan Dewan STandar Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS IAI).

Penyusunan dan pencabutan standar akuntansi keuangan harus mengikuti due process procedure atau prosedur proses yang berlaku yang telah ditentukan dalam Peraturan Organisasi Ikatan Akuntan Indonesia.

Proses yang dimaksud antara lain adalah identifikasi isu, konsultasi isu dengan Dewan Konsultatif jika diperlukan, melakukan riset terbatas, dan lain-lain.

Di samping Standar Akuntansi Keuangan (SAK) seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada pula SAK Syariah, SAK ETAP, dan SAK EMKM. SAK Syariah adalah PSAK Syariah yang ditujukan untuk lembaga syariah dan non-syariah yang melakukan transaksi syariah.

Baca Juga :

Demikian pembahasan tentang Pengertian Akuntansi Keuangan beserta Fungsi, Tahapan dan Standarisasi semoga dapat bermanfaat.

Pengertian Akuntansi Keuangan
5 (100%) 1 vote[s]