Apa Itu Aset Bergerak & Perbedaannya dengan Aset Tidak Bergerak

Posted on

Pada dasarnya, aset bergerak dan aset tidak bergerak merupakan dua istilah yang memiliki pengertian serta contoh berbeda satu sama lain. Maka dari itu, Anda harus mengetahui masing-masing pengertian serta contoh dari kedua istilah tersebut.

Dengan memahami pengertian dan contoh dari masing-masing jenis aset tersebut, Anda bisa lebih mudah untuk mengatur aset yang dimiliki oleh perusahaan Anda. Sebab, aset pada perusahaan harus dikelola dengan baik, agar bisnis tersebut dapat berkembang secara lebih mudah dan cepat.

Dalam hal ini, kami tidak hanya akan membahas tentang pengertian aset bergerak dan aset tidak bergerak, tapi kami juga akan membahas tentang beberapa contohnya. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah untuk memahami kedua jenis istilah dalam dunia bisnis ini.

Perbedaan Aset Bergerak dan Tidak Bergerak

Masih ada beberapa orang yang belum tahu tentang perbedaan di antara kedua istilah aset ini. Pada dasarnya, aset bergerak juga sering disebut dengan istilah aset barang bergerak dan dapat berupa simpanan, hutang, maupun modal.

Untuk contoh jenis aset ini sendiri adalah mobil, motor, laptop, komputer, dan aset-aset seperti ini lainnya. Hal ini berbeda dengan pengertian aset tidak bergerak yang tidak lain adalah sumber ekonomi yang dapat berupa barang milik perusahaan dan bisa dijadikan sebagai pinjaman berjangka panjang.

Sebenarnya setiap perusahaan di seluruh dunia akan membutuhkan kredit jangka panjang untuk menjalankan bisnisnya tersebut. Maka dari itu, istilah ini sudah sering dibahas oleh beberapa pelaku usaha di Indonesia.

Baca Juga :  Pengertian Administrasi Perkantoran

Umumnya, aset tidak bergerak ini akan dibutuhkan oleh beberapa perusahaan untuk melakukan inovasi produk yang lebih baik. Dalam hal ini, contoh aset tidak bergerak yang sering kita temui adalah tanah dan beberapa aset lainnya yang tidak bisa bergerak seperti jenis aset sebelumnya.

Jenis-Jenis Aset Lainnya

Selain aset bergerak dan aset tidak bergerak, salah satu istilah dalam dunia bisnis ini juga masih dapat dibagi menjadi beberapa jenis yang berbeda. Sebab, pengertian dari aset itu sendiri adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh suatu individu maupun kelompok yang memiliki nilai bermanfaat.

Nantinya, setiap jenis aset ini akan memiliki pengertian, fungsi, dan contoh yang berbeda-beda, sehingga para pelaku usaha harus mengetahuinya secara satu per satu. Untuk memudahkan Anda dalam mengetahui perbedaan di antara jenis-jenis aset tersebut, berikut kami berikan informasinya:

1. Aset Lancar

Jika dibandingkan dengan jenis aset yang lainnya, maka aset lancar bisa dibilang merupakan jenis aset yang paling likuid. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa jenis aset ini memiliki proses yang lebih mudah dan cepat untuk dikonversi menjadi uang tunai.

Selain itu, aset lancar juga memiliki siklus dan manfaat yang cenderung singkat, sehingga ini membuatnya cukup berbeda dari jenis aset tidak bergerak. Jangka waktu paling umum dari siklus aset ini adalah satu tahun atau masih termasuk dalam satu siklus norma perusahaan yang telah ditetapkan.

Ketika jangka waktu aset ini telah habis, maka aset tersebut harus segera digantikan dengan aset atau aktiva lainnya. Oleh karena itu, manfaat dari aset ini juga tidak akan berlangsung secara lama. Beberapa contoh aset lancar yang bisa kita temui dengan mudah adalah:

  • Kas perusahaan
  • Investasi jangka pendek
  • Penghasilan di masa depan
  • Piutang perusahaan
  • Perlengkapan dan persediaan yang dibutuhkan perusahaan
Baca Juga :  Laporan Perubahan Modal: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

2. Aset Tidak Lancar

Jika aset lancar memiliki jangka waktu yang cukup singkat, untuk aset tidak lancar sendiri memiliki siklus waktu dan manfaat yang lebih dari satu tahun. Maka dari itu, jenis aset ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis lainnya seperti:

a) Aset Tidak Berwujud

Pengertian dari aset tidak berwujud itu sendiri adalah aktiva yang tidak terlihat secara fisik, tapi di dalamnya akan terkandung berbagai jenis manfaat yang baik untuk perusahaan. Jadi, dapat dipastikan bahwa aset ini tidak dapat dilihat secara gamblang oleh semua orang.

Contoh aset tidak berwujud yang sering dimiliki oleh beberapa perusahaan di Indonesia adalah hak paten, hak sewa, goodwill, dan hak guna bangunan. Beberapa aset ini akan termasuk dalam aset tidak berwujud, karena bentuknya tidak terlihat secara kasat mata.

b) Aset Tetap

Aset bergerak juga dapat dikategorikan sebagai aset tetap, karena jenis aset ini merupakan aktiva yang memiliki wujud secara fisik dan dapat dilihat secara kasat mata. Umumnya, jenis aset ini akan digunakan oleh beberapa perusahaan untuk kepentingan kegiatan produksi bisnisnya.

Jadi, tujuan dari keberadaan aset ini bukan untuk dijual lagi, tapi untuk melancarkan proses produksi yang harus segera dilakukan tersebut. Meski begitu, hal ini tidak membuatnya tidak bisa dijual ketika masa berlakunya sudah habis.

Sebab, aset tetap dapat dijual oleh pihak pemiliknya ketika masa berlaku manfaatnya telah habis. Dalam hal ini, beberapa contoh aset tetap yang perlu Anda tahu adalah tanah, kendaraan, gedung, mesin produksi, dan lain sebagainya.

c) Investasi Jangka Panjang

Karena siklus waktu dan manfaat dari aset tidak lancar adalah jangka panjang, hal ini membuat investasi jangka panjang yang berhasil diperoleh suatu perusahaan juga menjadi salah satu aset tidak lancar yang harus dikelola dengan baik.

Baca Juga :  Harga Pokok Penjualan (HPP): Pengertian & Cara Hitungnya

Pada dasarnya, investasi adalah salah satu jenis aset yang dapat digunakan untuk memperoleh pertumbuhan kekayaan perusahaan. Dalam hal ini, investasi dapat dibagi menjadi 2 jenis yang berbeda, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Jika investasi jangka pendek tidak termasuk dalam kategori aset ini, untuk investasi jangka panjang dapat dikategorikan sebagai aset tidak lancar dalam suatu perusahaan.

Tujuan Manajemen Aset dalam Dunia Bisnis

Mulai dari aset bergerak, aset tidak bergerak, aset lancar, dan aset tidak lancar harus diatur serta dikelola oleh pihak perusahaan dengan baik. Dengan mengelola aset-aset ini secara tepat, perusahaan dapat memperoleh beberapa manfaat seperti yang ada di bawah ini:

1. Membuat Manajemen Risiko yang Akurat

Pada dasarnya, manajemen aset sering dikaitkan dengan manajemen risiko dalam dunia bisnis. Maka dari itu, tidak mengherankan jika salah satu tujuan dari adanya manajemen aset ini adalah untuk membuat manajemen risiko yang lebih akurat.

Manajemen risiko dalam dunia bisnis dapat berguna untuk membantu bisnis dalam mengelola ketidakpastian aset yang mungkin muncul di masa mendatang.

2. Menjaga Nilai Aset yang Dimiliki

Tujuan lain dari manajemen aset ini adalah untuk menjaga nilai dari aset itu sendiri. Sebab, setiap aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan memiliki risikonya masing-masing yang harus diperhatikan oleh setiap pemiliknya.

Dengan adanya manajemen aset yang tepat, nilai aset tersebut dapat selalu terjaga dalam kondisi yang stabil.

3. Menghindari Pembelian Aset Berlebih

Tujuan terakhir namun tidak kalah penting dari aktivitas ini adalah untuk menghindari terjadinya pembelian aset berlebih. Pasalnya, salah satu tahapan dalam manajemen aset ini adalah perusahaan menetapkan anggaran pembelian aset yang sesuai dengan datanya.

Setelah mengetahui pengertian dan contoh aset bergerak seperti ini, Anda bisa lebih mudah untuk memahami jenis-jenis aset bisnis yang lainnya. Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah untuk membedakan beberapa aset yang ada di dalam perusahaan Anda.