Pengertian Baitul Maal Wat Tamwil (BMT)

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang pengeritan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) serta, ciri-ciri, landasan, fungsi, visi dan misi. Berikut penjelasannya…

Pengertian Baitul Maal Wat Tamwil (BMT)

BMT (Baitul Maal Wat Tamwil = Balai Usaha Mandiri Terpadu) adalah lembaga keuangan mikro yang dioperasikan berdasarkan prinsip pembagian keuntungan, menumbuhkan bisnis usaha mikro dan kecil, dalam rangka meningkatkan derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum miskin.

Secara konseptual, BMT memiliki dua fungsi: Baitut Tamwil (Bait = Rumah, at-Tamwil = Pengembangan properti) untuk melakukan kegiatan pengembangan usaha produktif dan investasi

dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil, terutama dengan mendorong tabungan dan mendukung pembiayaan kegiatan ekonomi.

Baitul Maal menerima setoran dana Zakat, Infak dan Shadaqah dan mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan mandatnya.

Karakteristik BMT

Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) 

A. Karakteristik utama BMT

  • Berorientasi bisnis, mencari keuntungan bersama, meningkatkan pemanfaatan ekonomi yang paling untuk anggota dan masyarakat.
  • Bukan lembaga sosial, tetapi berguna untuk merampingkan pengumpulan dan penyajian dana zakat, infaq dan sedekah untuk kesejahteraan banyak orang.
  • Tumbuh dari bawah berdasarkan partisipasi masyarakat sekitar.
  • Milik kelas bawah, bersama dengan orang kaya di sekitar BMT, bukan milik individu atau orang dari luar komunitas.

B. Karakteristik khusus BMT

  1. Staf dan karyawan BMT bertindak proaktif, jangan menunggu tetapi mengambil bola, bahkan mengambil bola, baik untuk mengumpulkan dana anggota dan untuk membiayai.
  2. Kantor dibuka pada waktu tertentu yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan pasar.
  3. BMT melakukan bantuan bisnis untuk anggota.
  4. Manajemen BMT adalah profesional Islami:
  • Setiap tahun buku ini dilaksanakan secara maksimal hingga Maret berikutnya, BMT akan mengadakan pertemuan anggota tahunan. Forum ini adalah forum konsultasi tertinggi.
  • Menjemput bola secara aktif, memprakarsai, kreatif-inovatif, menemukan masalah dan menyelesaikannya dengan bijak dan memberikan kemenangan kepada semua pihak (solusi menang-menang).
  • Berpikir, bertindak dan bersikap “Ahsanuamala” atau layanan yang unggul.
  • Berorientasi pasar bukan pada produk. Meskipun produk itu penting, pendirian dan pengembangan BMT harus selalu memperhatikan aspek pasar, baik dari segi lokasi, potensi pasar, tingkat persaingan dan lingkungan bisnis.
Baca Juga :  Pengertian Inovasi

Visi & Misi BMT

Visi BMT

Visi BMT adalah untuk mewujudkan kualitas masyarakat di sekitar BMT yang aman, damai dan sejahtera dengan mengembangkan bisnis BMT yang semakin berkembang, dipercaya, aman, nyaman, transparan, dan hati-hati.

Misi BMT

Misi BMT adalah mengembangkan BMT yang maju, berkembang, dipercaya, aman, nyaman, transparan, dan hati-hati sehingga kualitas masyarakat di sekitar BMT terwujud yang aman, damai dan sejahtera.

Sifat dan Tujuan BMT

Sifat BMT

BMT adalah usaha bisnis, tumbuh secara mandiri dan dikelola secara profesional.

Aspek Baitul Maal dikembangkan untuk kesejahteraan anggota, terutama dengan penggalangan dana ZISWA (zakat, infaq, amal, wakaf, dll) bersama dengan penguatan kelembagaan BMT.

Tujuan dari BMT

Tujuan dari BMT adalah untuk mewujudkan kehidupan keluarga dan masyarakat di sekitar BMT yang aman, damai dan sejahtera.

Asas dan Landasan BMT

BMT didasarkan pada Pancasila dan UUD 45 dan didasarkan pada prinsip-prinsip Syariah Islam, iman, integrasi (kaffah), kekerabatan/kerja sama, kebersamaan, kemandirian dan profesionalisme.

Dalam menjalankan bisnisnya BMT, berpegang pada prinsip-prinsip utama, yaitu: Iman dan pengabdian kepada Allah SWT, Integritas, Kekerabatan, Kebersamaan, Kemandirian, Profesionalisme dan Istiqomah.

Fungsi dan Peranan BMT

Untuk mencapai tujuannya, BMT berfungsi dan memainkan peran termasuk yang berikut:

  1. Identifikasi, mobilisasi, atur, dorong, dan kembangkan potensi dan kemampuan potensi ekonomi anggota, kelompok anggota muamalat, dan wilayah kerjanya.
  2. Meningkatkan kualitas anggota SDI (Sumber Daya Insani) menjadi lebih profesional dan Islami sehingga mereka lebih utuh dan tangguh dalam menghadapi persaingan global.
  3. Meningkatkan dan memobilisasi potensi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
  4. Menjadi perantara keuangan antara Aghniya sebagai Shohibul Maal dan Duafa sebagai Mudarib, terutama untuk dana sosial seperti zakat, infaq, sedekah, dana abadi, dan hibah.
Baca Juga :  Pengertian Analisis SWOT

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan tentang pengeritan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) serta, ciri-ciri, landasan, fungsi, visi dan misi. Semoga bermanfaat.