Bimbingan Dan Kerja Sama

Posted on

Bimbingan Dan Kerja Sama – Dalam interaksi yang dilakukan terhadap dua orang atau lebih, salah satunya adalah adanya sebuah pusat yang dirancang untuk dapat membantu.

Prinsip ini, yang sampai batas tertentu dapat menghasilkan hal-hal lain, adalah sebuah hasil dari kombinasi studi teoritis dan studi lapangan yang berfungsi sebagai pedoman untuk pelaksanaan tujuan yang telah dimaksudkan.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan yakni mengenai Bimbingan dan Kerja Sama. Untuk ulasan selengkapnya, yyuukkk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Bimbingan ?

Pengertian Bimbingan adalah interaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, salah satunya adalah pusat khusus, untuk memberikan bantuan. Dukungan dalam bentuk langkah-langkah untuk mengembangkan kepribadian seseorang yang sedang ditolong.

Bimbingan-Dan-Kerja-Sama

Azas – Azas Bimbingan dan Konseling

Setiap kegiatan yang dilakukan harus memiliki prinsip atau dasar yang menopang kegiatan tersebut. Dengan kata lain, ada prinsip yang berfungsi sebagai dasar untuk melihat aktivitas. Juga dalam kegiatan penasehat dan penasehat, ialah:

1. Azas Kesukarelaan

Untuk memahami konsep bimbingan dan konseling, ditemukan bahwa pedoman adalah proses yang membantu individu. Kata bantuan di sini berarti bahwa kepemimpinan adalah wajib. Oleh karena itu, kerja sama yang demokratis antara penasihat dan klien diperlukan untuk pemberian saran dan kegiatan konsultasi.

2. Azas Keterbukaan

Prinsip keterbukaan adalah adanya sebuah prinsip penting bagi konselor, karena hubungan pribadi antara konselor dan konselor adalah pertemuan mental yang tidak diketahui. Dengan keterbukaan ini, kecenderungan dapat dikembangkan untuk klien untuk mengekspos hidupnya, untuk membuka diri, yang merupakan hambatan bagi perkembangan psikologisnya.

Baca Juga :  Budaya Organisasi

3. Azas Kerahasian

Diketahui bahwa dalam kegiatan kepemimpinan dan saran. Terkadang klien harus menyampaikan hal-hal yang sangat pribadi / rahasia kepada penasihat. Karena itu, konsultan harus menjaga kerahasiaan data yang diterima dari pelanggannya.

Kerahasiaan data harus dipatuhi, karena dalam sebuah hubungan yang bermanfaat dengan instruksi dan saran hanya dapat terjadi dengan benar jika dalam sebuah informasi atau data yang dipercayakan kepada konsultan atau tutor dapat diperlakukan secara rahasia.

4. Azas Kegiatan

Sebagai bagian dari layanan penasehat dan penasehat, penasihat terkadang memberikan kliennya beberapa tugas dan kegiatan. Dalam hal ini, klien harus dapat melakukan kegiatan ini sendiri untuk mencapai tujuan panduan dan penasehat yang ditetapkan. Di sisi lain, penasihat harus mendorong atau mencoba agar kliennya dapat melakukan kegiatan yang ditentukan.

5. Azas Kekinian

Sebagai aturan, layanan konsultasi dan konsultasi didasarkan pada masalah yang dialami pelanggan sekarang atau sekarang. Namun pada dasarnya layanan advisory dan advisory itu sendiri mencapai dimensi waktu yang lebih luas, yaitu masa sekarang, masa lalu, dan masa depan.

6. Azas Kemandirian

Salah satu tujuan dalam memberikan layanan konseling dan konseling adalah agar konselor mencoba mengembalikan kemandirian klien. Pada fase konsultasi, klien biasanya menunjukkan sikap yang lebih tergantung daripada pada fase akhir konsultasi. Faktanya, dalam adanya sebuah ketergantungan klien pada penasihat ditentukan oleh tanggapan yang diberikan penasihat kepada klien.

Contoh-Bimbingan-Dan-Kerja-Sama

7. Azas Kedinamisan

Adanya dalam sebuah keberhasilan bisnis konsultasi dan konsultasi ditandai oleh perubahan dalam perilaku pelanggan atau sikap terhadap orang yang lebih baik. Perubahan dalam sikap dan perilaku yang membutuhkan proses dan waktu khusus harus dilaksanakan sesuai dengan kedalaman dan kompleksitas masalah yang dihadapi pelanggan.

Baca Juga :  Gejala Sosial

Penasihat dan klien diminta untuk bekerja sama sepenuhnya sehingga layanan penasehat dan penasehat yang ditawarkan dapat dengan cepat menyebabkan perubahan terhadap sikap dan perilaku klien.

8. Azas Kenormatifan

Prinsip normatif adalah prinsip pedoman dan saran, yang mensyaratkan bahwa semua layanan dan instruksi dan saran didasarkan pada nilai dan norma yang ada, yaitu norma agama, hukum dan resmi, bea cukai, ilmu pengetahuan dan bea cukai, dan tidak boleh bertentangan dengan mereka, ini berlaku.

9. Azas Kenormatifan

Prinsip kohesi adalah adanya sebuah prinsip bimbingan dan konseling, yang mensyaratkan bahwa berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh pengawas dan pihak lain saling mendukung, harmonis dan terintegrasi. Untuk tujuan ini, kerja sama antara manajer dan mereka yang terlibat dalam penyediaan panduan dan layanan bimbingan perlu diperkuat.

10. Asas Keterpaduan

Untuk memastikan keberhasilan bisnis penasehat dan penasehat, pejabat harus menerima pendidikan dan pelatihan yang memadai. Pengetahuan, keterampilan, sikap dan kepribadian konsultan akan mendukung hasil konsultasi.

11. Azas Keahlian

Bimbingan dan konseling adalah studi profesional yang menangani masalah yang sangat rumit. Selain pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki konselor, ada kemungkinan bahwa masalah tidak dapat diselesaikan setelah proses konseling, yang lain lebih berpengalaman dalam menangani masalah yang dihadapi pelanggan.

12. Azas Tut Wuri Handayani

Di bawah bimbingan dan saran itu dipahami bahwa bimbingan dan saran adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis, sengaja, terencana dan terus menerus dan ditujukan pada tujuan. Untuk alasan ini, layanan konsultasi dan konsultasi tidak hanya dirasakan ketika pelanggan memiliki masalah dan dihadapkan dengan konsultan.

Menyusun Progam Bimbingan

Terdapat berbagai cara untuk menyusun sebuah program dalam bimbingan, diantaranya ialah sebagai berikut:

Baca Juga :  Pengertian Biografi

a. Fasilitas

Fasilitas atau peralatan adalah faktor yang penting untuk kelancaran suatu kegiatan, termasuk konseling ini, sementara fasilitas yang diperlukan untuk konseling sekolah termasuk fasilitas teknis dan fisik.

b. Personal

Personel profesional, khususnya penasihat, diwajibkan untuk melaksanakan instruksi, dan personel non-profesional, khususnya kepala sekolah, guru spesialis dan petugas administrasi. Seorang profesional harus memperlakukan 4 kelas atau dengan sejumlah – + 150 siswa.

Guru mata pelajaran yang juga seorang konsultan disebut guru konsultan. Sementara konselor adalah spesialis dari kursus konseling atau psikologi, institut bersiap untuk mencetak konselor.

c. Biaya

Anggaran sangat penting untuk kelancaran kegiatan biaya dalam kegiatan konsultasi untuk penyediaan fasilitas untuk pemeliharaan fasilitas serta untuk biaya teknis (modernisasi, bengkel, biaya petugas, dan perjalanan bisnis).

d. Kebijakan yang Menunjang

Kebijaksanaan terutama berasal dari kepala dan atasan resmi lainnya (pengawas, atasan, pemimpin lapangan). Kebijakan ini dapat mengambil bentuk berikut:

  • Memberikan kesempatan kepada pegawai negeri sipil untuk bertindak sebagai konsultan.
  • Pengakuan atas orientasi kerja yang dilakukan oleh pejabat sehingga kepuasan kerja tercapai.
  • Penyediaan fasilitas (alat dan tempat) sebagai melaksanakan instruksi.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Bimbingan Dan Kerja Sama. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.