Biografi Pangeran Diponegoro

Posted on

Biografi Pangeran Diponegoro – Pangeran Diponegoro merupakan seorang putra tertua Sultan Hamengkubuwana III, raja ketiga di kesultanan Yogyakarta.

Lahir pada 11 November 1785 di wilayah Yogyakarta. Nama asli Pangeran Diponegoro adalah B.R.M. Antawirya dan telah lahir pada tanggal 17 November 1785 di tempat istana Ngayogyakarta.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menyampaikan secara lengkap dan jelas mengenai Biografi Pangeran Diponegoro beserta perjuangan, kelahiran, kematian dari pangeran ini. Untuk penjelasan lebih lanjut, yuukk… Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Bagaimanakah Asal Usul Pangeran Diponegoro ?

Nama asli Pangeran Diponegoro adalah B.R.M. Antawirya dan lahir pada tanggal 17 November 1785 di sebuah istana Ngayogyakarta. Kontribusinya terhadap gerakan yakni untuk melawan penjajah di wilayah Hindia Belanda yakni telah membuatnya untuk mendapatkan sebuah gelar pahlawan nasional dalam negara atau bangsa Indonesia.

Pangeran-Diponegoro

Banyak orang tidak tahu bahwa dia merupakan seorang putra tertua bagi Raja Jogja, Sultan Hamengku Buwono ke-3. Mungkin ini sudah terjadi karena ialah termasuk putri seorang selir, bukan ratu. Nama ibunya adalah R.A Mangkarawati dari wilayah Jawa Timur, Pacitan.

Bendara Pangeran Diponegoro atau Raden Mas Antawirya telah dikenal sebagai seorang Bendara Raden Mas Antawirya ketika ia masih kecil yakni sampai ia tumbuh menjadi seorang remaja. Dia telah menghabiskan dalam masa kecilnya di wilayah Yogyakarta sampai akhirnya bergabung dengan perang untuk melawan penjajahan.

Pangeran Diponegoros bangsawan dan kedaulatan moral mengagumi raja ayahnya dan berniat memberinya tahtanya. Tetapi sang pangeran menolak karena dia telah menyadari bahwa dalam sebuah keputusan raja itu merupakan kesalahan, karena dia hanya seorang selir, bukan seorang ratu.

Baca Juga :  Kerajaan Mataram Kuno

Biografi Pangeran Diponegoro

Diponegoro lebih sangat tertarik dalam sebuah kehidupan beragama dan warga negara. Jadi dia lebih suka di wilayah Tegalrejo. Di masa lalu, Tegalrejo merupakan sebuah tempat tinggal kakek buyut atau permaisuri putrinya, serta Sultan Hamengkubuwana I.

Biografi-Pangeran-Diponegoro

Namanya adalah Gusti Kangjeng Ratu Tegalrejo. Adanya sebuah pemberontakan Diponegoro di istana dimulai dengan kepemimpinan Sultan Hamengkubuwana V pada tahun 1822. Pada saat itu, Diponegoro telah menjadi salah satu anggota wali yang menyertai Hamengkubuwana V dan masih berusia tiga tahun.

Sementara dalam sebuah pemerintahan keraton, yakni pada umumnya dipegang bersama dengan Patih Danureja dan warga Belanda. Tentu saja Pangeran Diponegoro tidak menyetujui adanya sebuah prosedur fidusia semacam itu.

Terjadinya Perang Diponegoro

Dalam adanya sebuah perang Diponegoro yakni telah dimulai karena adanya sebuah penjajah dari pihak Belanda dan telah membuat suatu tiang pancang di wilayah Diponegoro di desa Tegalrejo. Sebelum itu, Diponegoro muak dengan perilaku Belanda yang sudah tidak menghormati adanya budaya dan adat setempat, serta sangat membebani dalam sebuah perekonomian.

Dapat dikatakan sesuka hatinya sendiri. Namanya juga pengganggu. Dalam sebuah tindakan Diponegoros terhadap front Belanda didukung oleh rakyat dan diterima dengan simpati. Atas saran GPH Mangkubumi, paman meninggalkan Diponegoro Tegalrejo dan membangun sebuah pangkalan di gua yang disebut Gua Selarong.

Ketika adanya sebuah pertarungan dimulai, dalam Diponegoro telah menyatakan bahwa dalam perjuangannya merupakan sebuah perang yang stabil yang berarti dalam perlawanan terhadap orang-orang yang tidak percaya. Seruan perang Diponegoro yang tidak stabil juga memiliki dampak yang sangat luas di wilayah Pacitan dan Kedu.

Termasuk tokoh Ulama Surakarta yang bernama Kyai Maja yakni telah bergabung dengan sebuah pasukan Diponegoro di Gua Selarong. Kyai Mojo, yang telah lahir di wilayah desa Mojo, yakni dapat tertarik untuk bertarung dengan Pangeran Diponegoro karena sang pangeran ingin membangun kerajaan atau pemerintahan berbasis Islam.

Baca Juga :  Pengertian Zaman Kuarter

Pangeran Diponegoro merupakan seorang putra tertua Sultan Hamengkubuwana III, raja ketiga di kesultanan Yogyakarta, dan lahir pada tanggal 17 November 1785 di sebuah istana Ngayogyakarta.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini yang dapat kami sampaikan secara jelas dan lengkap mengenai Sejarah Pangeran Diponegoro. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.