Pengertian Capital (Modal)

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang pengertian capital atau modal beserta jenis-jenis, sumber dan manfaat. Berikut penjelasannya…

Pengertian Capital (Modal)

Modal adalah seperangkat uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan suatu pekerjaan.

Dalam bahasa Inggris modal disebut capital, yaitu barang yang diproduksi oleh alam atau manusia untuk membantu menghasilkan barang lain yang dibutuhkan oleh manusia dengan tujuan menghasilkan keuntungan.

Modal adalah hal yang sangat vital dalam bisnis atau perusahaan. Tanpa modal bisnis tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Mulai dari bisnis besar dan bisnis kecil juga butuh modal untuk menjalankan bisnisnya.

Intinya, modal adalah aset perusahaan utama untuk menjalankan bisnis yang umumnya dalam bentuk dana atau uang. Dengan uang, bisnis dapat berjalan dengan lancar untuk mendukung proses produksi hingga pemasarannya.

Agar lebih memahami tentang pengertian modal ini, berikut kami sajikan beberapa definisi modal menurut para ahli:

Menurut Profesor Meij

Modal adalah kolektivitas barang modal (semua barang yang ada, dalam rumah tangga perusahaan dalam fungsi produktifnya untuk membentuk pendapatan) yang terkandung dalam neraca di sebelah debit, dan kekayaan adalah daya beli yang terkandung dalam barang modal yang ada di neraca di sebelah kredit.

Menurut Prof. A. Bakker

Modal adalah barang konkret yang masih dalam rumah tangga perusahaan dalam neraca debit, serta daya beli atau nilai tukar barang yang tercantum pada neraca kredit.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Modal adalah uang yang digunakan sebagai prinsipal (induk) untuk berdagang; properti (uang, barang) yang dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang mampu menambah kekayaan dan sebagainya.

Jenis-jenis Capital (Modal)

pengertian capital atau modal

Jenis capital atau modal dapat dibagi menjadi tiga, yaitu berdasarkan sumber modal, berdasarkan bentuk, dan berdasarkan fungsinya.

Baca Juga :  Istilah Belajar Akuntansi

Jenis Modal Berdasarkan Sumber Modal

Modal berdasarkan sumbernya dapat dibagi menjadi dua, yaitu modal internal dan modal eksternal. Berikut ini adalah pelacakan keduanya:

1. Modal Internal

Sumber modal internal merupakan modal yang diperoleh dari perusahaan itu sendiri biasanya dari penjualan. Modal internal sulit digunakan untuk mengembangkan bisnis dikarenakan sifatnya yang terbatas dan sulit.

2. Modal Eksternal

Sumber modal eksternal adalah modal yang berasal dari luar perusahaan atau dana yang diperoleh dari kreditor atau dari pemegang saham yang dapat mengambil bagian dalam perusahaan.

Ada keterbatasan modal internal, sehingga perlu ada modal eksternal yang dapat diperoleh dari luar dan sifatnya tidak terbatas.

Modal eksternal ini umumnya diperoleh dari pinjaman bank, koperasi atau sumber modal lainnya. Modal eksternal juga dapat diperoleh dari investor yang menginvestasikan modalnya di perusahaan Anda.

Jenis Modal Berdasarkan Fungsi

Modal berdasarkan fungsinya dapat dibagi menjadi dua, yaitu modal pribadi dan modal sosial. Berikut ini adalah penjelasan keduanya:

1. Modal Perorangan

Jenis modal individu adalah modal yang berasal dari seseorang yang memiliki fungsi untuk memfasilitasi berbagai kegiatan dan memberikan keuntungan kepada pemilik. Misalnya: deposito, properti pribadi, saham, dan lainnya.

2. Modal Sosial

Jenis modal sosial adalah modal yang dimiliki oleh masyarakat di mana modal memberikan manfaat kepada masyarakat pada umumnya dalam melakukan kegiatan produksi. Misalnya jalan raya, pelabuhan, pasar dan lainnya.

Jenis Modal Berdasarkan Wujud

Jenis-jenis modal dapat juga dibedakan berdasarkan bentuknya, yaitu modal konkret (modal aktif) dan modal abstrak (modal pasif). Berikut penjelasannya:

1. Modal Konkret (Modal Aktif)

Modal konkret adalah modal aktif yang artinya dapat dilihat secara kasat mata atau berwujud. Yang termasuk modal konkret seperti bahan baku, tempat, mesin, gudang dan bentuk infrastruktur lainnya.

Baca Juga :  Pengertian Merek (Brand)

2. Modal Abstrak (Modal Pasif)

Modal abstrak adalah kebalikan dari modal konkret yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Meski begitu, modal ini juga penting untuk keberlanjutan perusahaan seperti keterampilan tenaga kerja, hak cipta dan hal-hal pendirian.

Manfaat Modal untuk Perusahaan

Seperti yang sudah dijelaskan dari definisi modal di atas, modal adalah hal vital yang harus dimiliki oleh suatu perusahaan terutama untuk perusahaan yang sedang berkembang. Tanpa modal, bisnis akan kesulitan menjalankan kegiatannya.

Beberapa hal penting tentang modal adalah membantu memproduksi barang-barang lain yang dibutuhkan oleh manusia untuk mendapatkan manfaat berikut:

1. Sewa Tempat

Tidak memiliki tanah untuk berbisnis berarti Anda membutuhkan tempat untuk disewa. Ketersediaan modal penting untuk urusan leasing dibandingkan harus membeli tanah yang harganya jauh lebih mahal.

2. Penyediaan Bahan Produksi

Modal diperlukan untuk menyediakan bahan-bahan produksi termasuk bahan baku, peralatan pendukung dan mesin produksi.

Dalam bisnis yang menjalankan bisnis di bidang penyedia produk, tentu saja membutuhkan modal untuk membeli peralatan produksi.

3. Gaji Pekerja

Untuk menjalankan suatu perusahaan tidak dapat dipisahkan dari anggota perusahaan dalam hal ini karyawan atau buruh.

Sehingga ketersediaan modal diperlukan untuk memberikan hak kepada karyawan seperti gaji, tunjangan dan bahkan asuransi keselamatan kerja.

4. Penghematan

Modal tidak boleh sepenuhnya dialokasikan untuk tujuan produksi, tetapi modal juga harus dalam bentuk deposito.

Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti defisit, kurangnya biaya operasional atau peningkatan permintaan pasar.

Baca Juga :

Demikian pembahasan pengertian capital atau modal beserta jenis-jenis, sumber modal, dan juga manfaat modal bagi perusahaan. Semoga bermanfaat, dan Terima kasih.

Baca Juga :  Kode Etik Profesi Akuntan
Pengertian Capital (Modal)
3.5 (70%) 2 vote[s]