Ciri – Ciri Pithecanthropus

Posted on

Ciri – Ciri Pithecanthropus – Pithecanthropus robustus berarti kera besar dengan pinus besar. Fosil itu telah ditemukan pada tahun 1939 dengan Sangiran von Weidenreich.

Dokter, paleoanthropolog, Eugène Dubois, dan geolog Belanda, telah menemukan pada tahun 1891 di Trinil-Ngawi letaknya berada di pinggiran Solo di Jawa Timur, Indonesia, topi fosil tulang paha, tengkorak, dan gigi.

Lalu apa itu Pithecanthropus? Dalam pembahasan kali ini, kami akan membahas mengenai ciri-ciri manusia purba jenis ini. Untuk penjelasan lebih lanjut, yuukk… Simak ulasannya sebagai berikut.

Apa itu Pithecanthropus ?

Pithecanthropus merupakan sebuah hominin yang telah punah dan dapat diketahui dari adanya sisa-sisa fosil yang telah ditemukan di wilayah Jawa dalam tahun 1891.

Awalnya bernama Pithecanthropus erectus karena dianggap sebagai spesies yang dikembangkan antara manusia dan monyet bukan manusia. Pithecanthropus sekarang telah diklasifikasikan untuk Homo erectus, atau sering disebut dengan manusia jawa.

Ciri-Ciri-Pithecanthropus

Pithecanthropus mojokertensis ditemukan dengan seorang sejarawan yang bernama Ralph Von Koenigswald, memang tipe manusia purba yang sering disebut sebagai Pithecanthropus robustus, yang berarti manusia kera yang sangat kuat.

Dalam adanya sebuah penemuan fosil ini yakni telah terjadi sekitar pada tahun 1936 hingga 1941, dan tepatnya pada tahun 1936 fosil Pithecanthropus ini. awalnya ditemukan dalam bentuk fosil tengkorak anak-anak di daerah mojokerto.

Ciri – Ciri Pithecanthropus

Pithecanthropus

Jenis pithecanthropus mempunyai sebuah karakteristik tubuh dan kehidupan berikut.

  • Mempunyai suatu rahang bawah yang kuat.
  • Dengan tulang pipi yang tebal.
  • Dahinya menonjol.
  • Mempunyai otot leher yang besar dan kuat.
  • Makan tanaman.
  • Tulang belakang menonjol dan tajam.
  • Tidak memiliki dagu.
Baca Juga :  Pengertian Tari Saman

Pithecanthropus erectus mempunyai sebuah karakteristik atau ciri-ciri dalam tubuh, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Pergi secara tegak.
  • Volume dalam otak melebihi 900 cm³.
  • Dibangun dengan baik dengan mengunyah yang kuat.
  • Memiliki tinggi mencapai 165-170 cm.
  • Bobotnya mencapai 100 kg.
  • Cara memakannya masih kasar dengan sedikit kunyah.
  • Kehidupannya diperkirakan dalam satu juta hingga setengah juta tahun di masa yang lampau

1. Pithecanthropus Robustus

Pithecanthropus Robustus berarti kera besar dengan pinus besar. Fosil ini ditemukan pada tahun 1939 di Sangiran dengan Weidenreich Von Koenigswald sebagai Pithecanthropus Moj Okertensis.

Dapat ditemukan dalam sebuah lapisan Eistosen bawah di Mojokerto antara tahun 1936 dan 1941. Pithecanthropus mojokertensis berarti monyet manusia dari Mojokerto. Filsafatnya yakni berupa tengkorak anak yang berusia 5 tahun.

Jenis manusia purba ini, mempunyai sebuah ciri-ciri tulang pipi yang kuat, hidung yang lebar, tubuh yang tinggi, dan hidupnya masih berupa makanan (food collection). Berdasarkan dalam berbagai banyak penemuan di Lembah Sungai Bengawan Solo, Dr. Ing. Von Koenigswald berbagi lapisan Diluvium dari Cekungan Sungai Solo menjadi tiga.

  • Lapisan Jetis (Pleistocene Bawah) ditemukan Pithecanthropus robustus.
  • Pada lapisan Ngandong (Pleistocene Atas) jenis Homo soloensis ditemukan.
  • Lapisan Trinil (Pleistosen Tengah) ditemukan oleh spesies Pithecanthropus erectus.

2. Pithecanthropus Dubuis

Pithecanthropus Dubuis (dubuis berarti diragukan), dalam jenis fosil ini telah ditemukan pada 1939 dengan Von Koenigswald dari Lower Pleistocene di Sangiran.

3. Pithecanthropus Solensis

Pithecanthropus Soloensis merupakan jenis manusia monyet dari kota Solo dan telah ditemukan dengan Von Koenigswald, Oppennoorth dan Ter Haar antara tahun 1931 sampai 1933 di wilayah Ngandong tepatnya di tepi Sungai Bengawan Solo. Dalam sebuah hasil ini telah memainkan peran penting dalam menghasilkan berbagai tulang dahi dan tengkorak.

Baca Juga :  Panembahan Girilaya

Pithecanthropus robustus berarti kera besar dengan pinus besar. Sebuah hominin yang telah punah dan dapat diketahui dari adanya sisa-sisa fosil yang telah ditemukan di wilayah Jawa dalam tahun 1891.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap mengenai Ciri-Ciri Pithecanthropus. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.