Contoh Kalimat Tunggal

Posted on

Contoh Kalimat Tunggal – Kali ini akan membahas tentang kalimat tunggal beserta pengertian, ciri-ciri, unsur-unsur, jenis-jenis, dan contoh kalimat tunggal. Berikut penjelasannya. . .

Pengertian Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal merupakan kalimat yang tersusun atas satu pola yakni terdiri dari satu subjek, satu predikat dan dapat pula dilengkapi dengan objek dan keterangan.

Kalimat tunggal dapat juga disebut dengan kalimat simpleks atau kalimat sederhana. Karena struktur seperti itu, kalimat tunggal hanya berisikan satu informasi inti dan tidak mempunyai anak kalimat.

Lawan kalimat tunggal yang mempunyai lebih dari satu struktur penyusun kalimat dinamakan juga dengan kalimat majemuk.

Ciri Ciri Kalimat Tunggal

Contoh Kalimat Tunggal

Baca juga : Konjungsi Kronologis

Berikut ciri-ciri dari kalimat tunggal :

1.Pada kalimat tunggal selalu di awali dengan huruf Kapital

2.Kalimat tungal menerangkan satu peristiwa pokok

3.Pada kalimat tunggal tidak memakai kata sambung (konjungsi) dan tidak memakai tanda baca koma (,) dikalimatnya.

4.Pada kalimat tunggal terdapat satu struktur penyusun kalimat saja, yaitu masing-masing satu subjek, predikat, objek, keterangan atau pelengkap.

Unsur Kalimat Tunggal

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kalimat terdiri atas unsur-unsur fungsional yang di sini disebut Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Pelengkap (Pel.), dan keterangan (K).

Kelima unsur tersebut memang tidak selalu bersama-sama ada dalam satu kalimat. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini diuraikan tiap-tiap unsur kalimat tersebut dengan ciri-cirinya :

1. Subjek dan Predikat

Kalau di bandingkan berbagai-bagai susun kalimat, nyatalah bahwa kata-kata itu tersusun menurut suatu aturan yang tetap. Aturan itu bukan hanya atauran hukum D-M, melainkan tiap-tiap kalimat nyata benar terjadi dari beberapa bagian yang tetap dan selalu kembali.

Kata-katanya boleh diganti dengan kata-kata lain, tetapi jabatan-jabatan itu selalu ada. Perhatikan contoh kalimat di  bawah ini.

a. Mereka bergembira

Kalimat tersebut terjadi dari dua bagian yang nyata, Mereka dan bergembira, yang masing-masing menduduki suatu jabatan yang tentu.

Baik Mereka maupun bergembira dalam kalimat itu boleh diganti dengan kata yang lain, tetapi jabatan yang diduduki kedua kata itu tetap ada. Perhatikan kalimat di bawah ini :

–  Mereka          Bergembira
 –  Rumah itu     Besar
 –  Jalannya        Cepat
 –  Berperang     Banyak makan ongkos

Baca Juga :  Pengertian Banjir

Dalam contoh -contoh diatas, semua kata atau kumpulan kata sebelah kiri terjadi dari beberapa jenis kata. Demikian pula kata atau kumpulan kata sebelah kanan.

Tetapi bagaimanapun semua kata atau kumpulan kata sebelah kiri sama jabatannya, demikian pula semua kata atau kumpulan kata sebelah kanan.

Jabatan kata-kata yang sebelah kiri disebut subjek atau pokok, yang sebelah kanan disebut predikat atau sebutan.

Adapun jabatan subjek dan predikat ini tetap, meskipun susunan kalimat itu kita ubah, kita balikkan. Perhatikanlah :

– Bergembira   mereka
– Besar            rumah itu
– Cepat           jalannya
– Banyak makan ongkos   Berperang.

Baca juga : Kerajaan Sriwijaya

2. Unsur Subjek

Kalau di perhatikan kalimat-kalimat di atas, nyatalah bahwa yang dimaksud dengan subjek adalah sesuatu yang diangap berdiri sendiri, dan yang tentangnya diberitakan sesuatu.

Oleh karena subjek itu isinya sesuatu yang berdiri sendiri, maka sudah biasanya terjadi dari kata benda : mereka, rumah itu. Atau kalau bukan kata benda yang dipakai sebagai subjek itu, dapat dianggap sebagai kata benda. Misalnya :    

Jalannya – akhirannya di sini menyatakan kata benda, meskipun kata benda itu menyatakan suatu kerja. Berperang – artinya di sini hal perang, dianggap sebagai kata benda.

Di samping itu, untuk menentukan subjek, kita dapat bertanya dengan memakai kata tanya apa atau siapa di hadapan predikat. Berdasarkan uraian di atas, dapat ditentukan ciri-ciri subjek sebagai berikt :

1.Sesuatu yang tentangnya diberitakan sesuatu

2.Dibentuk dengan kata benda atau sesuatu yang dibendakan

3.Dapat bertanya dengan kata tanya dengan menggunakan kata apa atau siapa di hadapan predikat

3. Unsur Predikat

Bagian predikat adalah bagian yang memberi keterangan tentang sesuatu yang berdiri sendiri atau subjek itu. Keterangan tentang sesuatu yang berdiri sendiri tentulah menyatakan apa yang dikerjakan atau dalam keadaan apakah subjek itu.

Sebab itu, predikat biasanya terjadi dari kata kerja atau kata keadaan. Kita selalu dapat bertanya dengan memakai kata tanya mengapa, artinya dalam keadaan apa, bagaimana, atau mengerjakan apa.

Ciri-ciri atau penanda formal predikat tersebut, yaitu :

  1. Penunjuk aspek : telah, sedang, akan, yang selalu di depan predikat.
  2. Kata kerja bantu: boleh, harus, dapat.
  3. Kata penunjuk modal : mungkin, seharusnya, jangan-jangan.
  4. Beberapa keterangan antara lain : tidak, bukan, justru, memang, yang biasanya terletak di antara S dan P.
  5. Kata pengertian merangkaikan : Kata-kata ini biasanya digunakan untuk merangkaikan predikat nominal dengan S-nya, khususnya FB + FB (Frasa  Benda  + Frasa Benda ).

4. Unsur Objek

Objek adalah kalimat yang kehadirannya dituntut oleh predikat yang berupa verba transitif pada kalimat aktif. Letaknya selalu langsung setelah predikatnya. Objek dapat dikenali dengan memperhatikannya :

Baca Juga :  Pengertian Tradisi

1.Jenis predikat yang dilengkapinya

2. Ciri khas objek itu sendiri, verba transitif biasanya ditandai oleh kehadiran afiks tertentu.

Objek biasanya nomina atau frasa nominal. Jika objek tergolong nomina, frasa nominal tak bernyawa, atau persona ketiga tunggal, nomina objek itu dapat diganti dengan pronomina. Contohnya :

a. Bagus membaca buku cerita

b. Bagus membacanya

Objek pada kalimat aktif transitif akan menjadi subjek jika kalimat itu dipastikan seperti tampak pada contoh kalimat dibawah ini :

a. Pembantu membersihkan ruangan saya

b. Ruangan saya dibersihkan oleh pembantu

5. Unsur pelengkap 

Pelengkap mempunyai kemiripan dengan objek. Baik objek maupun pelengkap berwujud nomina, dan keduanya juga sering menduduki tempat yang sama, yakni dibelakang verba.

Karena itu, sering orang mencampur adukkan pengertian antara objek dan pelengkap. Perhatikan kedua kalimat dibawah ini :

a. Orang itu mendagangkan barang-barang bekas di pasar loak.

b. Orang itu berdagang barang-barang bekas di pasar loak.

Pada kedua kalimat diatas tampak bahwa barang-barang bekas adalah frasa nominal dan berdiri di belakang verba mendagangkan dan berdagang. Akan tetapi , pada kalimat :

a. frasa nominal itu dinamakan objek, sedangkan pada kalimat

b. dinamakan pelengkap atau komplemen. Berdasarkan kedua contoh kalimat di atas, persamaan dan perbedaan antara objek dan pelengkap dapat dilihat pada ciri-cirinya.

Untuk jelasnya pengertian tentang pelengkap, di bawah ini diberikan beberapa contohnya dengan predikat yang berupa verba taktransitif dan dwitransitif serta ajektiva.

Baca juga : Pengertia Hewan

1. kaka bermain bola.

2. Paman membelikan adik baju baru.

3. Paramita pandai menari.

6.Unsur keterangan 

Keterangan merupakan fungsi sintaksis yang paling beragam dan paling muda berpindah letaknya. Keterangan dapat berada di akhir, di awal, dan bahkan di tengah kalimat.

Pada umumnya, kehadiran keterangan dalam kalimat bersifat manasuka. Konstituen keterangan biasanya berupa frasa nominal, frasa preposisional, atau frasa adverbial. Perhatikan contoh dibawah ini :

1. Tukang kebun itu memotong rumput.

2. Tukang kebun itu memotong rumput di kebun.

3. Tukang kebun itu memotong rumput dengan gunting.

4. Tukang kebun itu memotong kemarin.

Unsur di kebun, dengan gunting, dan kemarin pada contoh kalimat di atas merupakan keterangan yang sifatnya manasuka.

Makna keterangan tersebut ditentukan oleh perpaduan makna unsur-unsurnya. Dengan demikian, makna sebuaah keterangan dapat ditentukan berdasarkan ciri-cirinya sebagai berikut :

1.Keterangan tempat             : di, ke, dari, dalam, pada
2.Keterangan waktu              : pada, malam, se, sebelum, sesudah, selama
3.Keterangan alat                  : dengan
4.Keterangan tujuan              : agar, untuk, bagi, demi
5.Keterangan cara                 : dengan, secara, dengan cara, dengan jalan
6.Keterangan penyerta          : dengan, bersama, beserta
7.Keterangan perbandingan  : seperti, bagaikan, laksana
8.Keterangan sebab               : karena, sebab
9.Keterangan akibat              : sehingga
10.Keterangan syarat              : kalau, jika, seandainya
11.Keterangan keadaan           : dengan
12.Keterangan perlawanan      : walaupun, kendatipun
13.Keterangan perwatasan      : kecuali, selain
14.Keterangan kuanitas           : berkali-kali
15.Keterangan alasan              : berdasar, sehubungan dengan
16.Keterangan derajat             : makin, semakin, hampir, paling, jarang
17.Keterangan modal              : izin, kepastian, keharusan, kemungkinan, kekhawatiran, dan harapan.

Baca Juga :  Pengertian Kolonialisme

Jenis kalimat tunggal dan contohnya

1. Kalimat Tunggal Nominal

Kalimat tunggal nominal merupakan jenis kalimat tunggal yang predikatnya dalam bentuk kata benda atau Nomina. Dibawah ini beberapa contoh kalimat tunggal, antara lain :

1. Pamanku seorang petani

2.Ibuku seorang guru

3.Kakaknya seorang arsitek

4.Andi anak pak edo

5.Ana siswi dari SD

2. Kalimat Tunggal Adjektival

Kalimat tunggal adjektival merupakan jenis kalimat tunggal yang predikatnya dalam bentuk kata sifat. Dibawah ini beberapa contoh kalimat tunggal adjektival, antara lain adalah :

1.Bunga itu sangat harum

2.Sepatuku sudah robek

3.Celana andi kotor

4.Dia sedang merenung

3. Kalimat Tunggal Verbal

Kalimat tunggal verbal merupakan jenus kalimat tunggal yang predikatnya dalam bentuk kata kerja atau verba. Dibawah ini beberapa contoh kalimat tunggal verbal, antara lain adalah :

1.Ibu sedang mencuci piring.

2.Andri bermain bola kaki sampai sore

3.Rani sedang mencari bukunya yang terselip

4.Kami perdi berkemah di Gunung Semeru

4. Kalimat Tunggal Preposisional

Kalimat tunggal preposisional merupakan jenis kalimat tungal yang memakai kata depan sebagai unsur predikatnya. Dibawah ini beberapa contoh kalimat tunggal preposisional, antara lain :

1.Ada tikus di bawah ranjang tidurku

2.Linda pergi ke toko buku

3.Aku masih di rumah

4.Kami segera ke sana sekarang

5.Ayah sedang ada di kantor

Baca Juga : Pengertian Kalimat Tunggal

5. Kalimat Tunggal Numerial

Kalimat tunggal numerial merupakan jenis kalimat tunggal yang memakai kata bilangan sebagai predikatnya. Dibawah ini beberapa contoh kalimat tunggal numeral, antara lain adalah :

1.Harga laptop ini sekitar 5 juta

2.Aku mempunyai 2 pasang sepatu

3.Ada 3 motor disini

Jumlah uang yang dia berikan sekitar 10 juta

Demikianlah pembahasan tentang kalimat tunggal beserta pengertian, ciri-ciri, unsur-unsur, jenis-jenis, dan contoh kalimat tunggal. Semoga bermanfaat, dan Terima kasih.