Prinsip Etika Bisnis Dalam Sebuah Perusahaan

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang prinsip-prinsip etika bisnis dalam sebuah perusahaan dan juga pendekatannya dalam perusahaan.

Penerapan prinsip-prinsip etika bisnis dalam menjalankan bisnis adalah suatu keharusan dan mencakup semua aspek perusahaan.

Dalam praktik di dalam perusahaan, prinsip etika bisnis akan membentuk nilai, norma, dan perilaku pekerja, dari bawahan hingga atasan.

Penerapan etika bisnis di perusahaan akan membangun hubungan yang adil dan sehat, baik di antara kolega, pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat.

Dan semua pihak dalam perusahaan harus menjadikan etika bisnis sebagai salah satu standar di tempat kerja.

Prinsip Etika Bisnis Dalam Sebuah Perusahaan

prinsip etika bisnis

1. Prinsip Kejujuran

Prinsip kejujuran harus menjadi dasar penting dalam menjalankan bisnis apa pun. Bagi sebagian pengusaha, baik pengusaha modern maupun pengusaha konvensional, menyatakan bahwa kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam bisnis apa pun.

Prinsip kejujuran sangat penting bagi pengusaha. Secara umum, bisnis yang berjalan tanpa mengadopsi prinsip kejujuran tidak akan bertahan lama.

Bagi pengusaha, kejujuran ini terkait dengan kualitas dan harga barang yang ditawarkan kepada konsumen.

Dengan kata lain, menjual produk berkualitas tinggi dengan harga yang wajar dan masuk akal adalah bentuk kejujuran dari seorang wirausahawan kepada konsumen. Kejujuran memiliki dampak besar pada proses menjalankan bisnis.

Sekali seorang pengusaha tidak jujur ​​/ menipu konsumen, maka ini adalah awal dari kemunduran dan bahkan kehancuran bisnis. Apalagi di bisnis modern seperti sekarang ini, tingkat persaingannya sangat tinggi.

Baca Juga :  Pengertian Obligasi

2. Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi saya terkait dengan sikap dan kemampuan individu dalam mengambil keputusan dan tindakan yang benar.

Dengan kata lain, seorang pelaku bisnis harus dapat membuat keputusan yang baik dan benar, dan memperhitungkan keputusan itu.

Pengusaha dapat dikatakan memiliki prinsip otonomi dalam melakukan bisnis jika mereka memiliki kesadaran penuh akan kewajiban mereka dalam menjalankan bisnis.

Artinya, seorang wirausaha memahami bidang bisnis yang dilakukan, situasi yang dihadapi, dan tuntutan serta aturan yang berlaku di bidang itu.

Pelaku bisnis juga dikatakan memiliki prinsip otonomi jika mereka sadar bahwa keputusan dan tindakan yang diambil sesuai atau bertentangan dengan nilai atau norma moral tertentu, dan memiliki risiko yang dapat terjadi pada diri mereka sendiri dan perusahaan.

Prinsip otonom tidak hanya mengikuti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, tetapi juga kesadaran batin bahwa apa yang dilakukan adalah hal yang baik.

3. Prinsip Keadilan

Adil dalam hal ini berarti bahwa semua pihak yang terlibat dalam bisnis memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dengan begitu, semua pihak yang terlibat dalam bisnis harus berkontribusi pada keberhasilan bisnis yang dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dengan menerapkan prinsip keadilan ini, semua pihak yang terlibat dalam bisnis, baik hubungan internal maupun hubungan eksternal, akan menerima perlakuan yang sama sesuai dengan haknya masing-masing.

4. Prinsip Saling Menguntungkan

Prinsip saling menguntungkan berarti bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Berbeda dengan prinsip keadilan yang mensyaratkan bahwa semua pihak tidak merasa rugi, prinsip saling menguntungkan membutuhkan hak dalam hal manfaat dari kegiatan bisnis.

Baca Juga :  Permasalahan Ekonomi Mikro

Prinsip saling menguntungkan ini terutama mengakomodasi sifat dan tujuan bisnis itu sendiri.

Dalam praktiknya, prinsip ini terjadi dalam proses bisnis yang baik di mana pengusaha ingin mendapat untung dan konsumen ingin mendapatkan barang atau jasa yang memuaskan.

5. Prinsip Integritas Moral

Dalam menjalankan bisnis, bisnis harus memiliki prinsip integritas moral yang baik. Tujuannya untuk menjaga nama baik perusahaan dan tetap menjadi perusahaan yang dipercaya oleh konsumen.

Dalam praktiknya, penerapan prinsip ini harus dilakukan oleh semua pihak, baik pemilik bisnis, karyawan, dan manajemen perusahaan.

6. Prinsip Loyalitas

Prinsip kesetiaan berkaitan dengan proses menjalankan bisnis yang dilakukan oleh pekerja, baik manajemen, atasan, dan bawahan.

Loyalitas dapat dilihat dari cara kerja dan keseriusan dalam menjalankan bisnis sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Dengan kata lain, penerapan prinsip loyalitas berarti bahwa wirausahawan dan elemen-elemen di dalamnya tidak boleh membingungkan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan.

Pendekatan Etika Bisnis Untuk Menjalankan Prinsip:

1. Justice Approach

Dalam tindakan ini, semua orang yang memiliki hak untuk mengambil keputusan berada di posisi yang sama, dan bertindak adil dalam melayani pelanggan, baik individu maupun kelompok.

Pendekatan etika bisnis ini dapat menguntungkan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Individual Rights Approach

Dalam pendekatan ini mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menghargai tindakan satu sama lain.

Namun, ketika suatu tindakan dianggap menyebabkan perpecahan atau bertentangan dengan hak orang lain, maka tindakan ini harus dihentikan / dihindari.

3. Utilitarian Approach

Dalam pendekatan ini, semua tindakan yang diambil harus didasarkan pada pemahaman akan konsekuensi.

Artinya, seorang wirausahawan harus dapat memberikan manfaat baru kepada masyarakat dengan biaya serendah mungkin tanpa membahayakan orang lain.

Baca Juga :  Contoh Teks Eksposisi

Baca Juga :

Demikian pembahasan tentang prinsip-prinsip etika bisnis dalam sebuah perusahaan dan juga pendekatannya dalam perusahaan. Semoga bermanfaat.

Prinsip Etika Bisnis Dalam Sebuah Perusahaan
5 (100%) 3 vote[s]