Filsafat Ekonomi Islam

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini kami akan membahas mengenai apa itu pengertian dari filsafat ekonomi islam serta apa tujuannya di bentuk ekonomi islam, selamat membaca semoga di beri kemudahan dalam memahaminya …

Islam tidak hanya menawarkan pedoman moral teoretis untuk pembangunan sistem ekonomi, tetapi juga menawarkan metodologi yang layak untuk penerapan arahan dengan akurasi metode dan legalitas.

tujuan dengan landasan atas pertimbangan etika yang jelas dan bisa bemakna di dalam keseluruan kerangka tata sosial, dengan pendekatan terhadap sistem ekonomi ini sangat relevan dan amat mendesak untuk di alamatkan pada syari’ah.

Pada masa dahulu aplikasinya sangat sederhana dan berlangsung antara dua pihak. Pada masa sekarang ketika mudharabah masuk dalam dunia perbankan aplikasinya mengalami pengembangan. Demikian pula penerapan bai’ istishna’ dalam pembangunan suatu proyek.

Ini adalah pengembangan dari konsep jual beli yang diajarkan Al-quran dan Sunnah. Tugas cendikiawan muslim sepanjang sejarah adalah mengembangkan teknik penerapan prinsip-prinsip tersebut sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.

Dengan demikian ciri khas aspek muamalat (ekonomi) adalah cakupannya yang luas dan bersifat elastis, dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan perubahan tempat.

Pengertian Filsafat

Filsafat Ekonomi Islam

Filsafat / filsafat berasal dari kata-kata Yunani dari filsuf (cinta) dan sophia (kebijaksanaan), yang berasal dari kata kerja filosofis, yang berarti :

Mencintai kebijaksanaan, tetapi arti kata ini belum menampakkan arti filsafat sendiri karena “mencintai” masih dapat dilakukan secara pasif. Pada hal dalam pengertian filosoftein terkandung sifat yang aktif.

Filsafat adalah pandangan tentang dunia dan alam yang dinyatakan secara teori, Filsafat adalah suatu ilmu atau metode berfikir untuk memecahkan gejala-gejala alam dan masyarakat, Namun filsafat bukanlah suatu dogma atau suatu kepercayaan yang membuta.

Pertanyaan filosofis tentang masalah: etika / moralitas, estetika / seni, sosiologi dan politik, epistemologi / tentang asal-usul pengetahuan, ontologi / tentang orang-orang dan lain-lain.

Baca Juga :  Pengertian Sistem Ekonomi Pasar (Liberal)

Menetapkan suatu definisi nampaknya sulit untuk dilakukan. kenapa? Persoalannya bukan terletak pada soal bagaimana untuk mengemukakan definisi itu, melainkan soal mengerti atau tidaknya orang menerima definisi tersebut.

Ini adalah persoalan yang tidak bias dianggap sepele. Demikian juga filsafat, sulit sekali untuk memberikan suatu batasan yang benar (pasti) tentang kata filsafat. Buktinya para filsuf selalu berbeda-beda dalam medefinisikan filsafat.

Secara etimologis, filsafat diambil dari bahasa Arab, falsafah-berasal dari bahasa Yunani,Philosophia, kata majemukyang berasal dari kata Philos yang artinya cinta atau suka, dan kata Sophia yang artinya bijaksana. Dengan demikian secara etimologis, filsafat memberikan pengertian cinta kebijaksanaan.

Secara terminologis, filsafat mempunyai arti yang bermacam-macam, sebanyak orang yang memberikan pengertian. Berikut ini dikemukakan beberapa definisi tersebut :

  1. Plato (477 SM-347 SM). Ia seorang filsuf Yunani terkenal, gurunya Aristoteles, ia sendiri berguru kepada Socrates. Dia mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang segala sesuatu yang ada, sains, yang tertarik pada pencapaian kebenaran asli.
  2. Al-Farabi (wafat 950M), seorang filsuf muslim mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.
  3. Aristoteles (381SM-322SM), mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu; metafisika, logika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.
  4. Marcus Tulius Cicero (106SM-43SM), seorang politikus dan ahli pidato Romawi merumuskan filsafat sebagai pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.

Jadi, filsafat ialah daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami secara radikal dan integral serta sistematik mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia.

Pengertian Filsafat Ekonomi islam

Ekonomi Islam adalah sekumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang di simpulkan Al-qur’an dan As-sunnah dan merupakan bangunan perekonomian yang di dirikan atas landasan dasar-dasar tersebut sesuai dengan lingkungan dan masanya.

Ekonomi Islam atau lebih dikenal dengan ekonomi Islam, yang kini tumbuh dan berkembang begitu signifikan, tentunya situasi ini membawa kabar baik bagi umat Islam.

Baca Juga :  Pengertian Barang Ekonomi

Di Indonesia perkembangan ekonomi syariah bisa dikatakan baru memulai masanya bila dibandingkan dengan perkembangan ekonomi konvensional yang sudah jauh berkembang.

Tetapi pada saat ini ekonomi memang akan menjadi pelopor yang akan sangat meningkatkan perekonomian rakyat. Karena itu jelas bahwa ekonomi Islam adalah ekonomi yang didasarkan pada Al-Quran dan Hadits Nabi..

Filsafat ekonomi, adalah dasar dari sebuah system ekonomi yang dibentuk. Berdasarkan filsafat ekonomi yang ada bisa diturunkan tujuan-tujuan yang hendak dicapai, misalnya tujuan kegiatan ekonomi konsumsi, produksi, distribusi, pembangunan ekonomi.

Filsafat ekonomi Islam didasarkan pada sebuah konsep tiga dimensi yakni filsafat Tuhan, manusia dan alam. Mengukur filosofi ekonomi Islam adalah yang membedakan ekonomi Islam dari sistem ekonomi lainnya..

Filsafat ekonomi Islam memiliki paradigma nyata dengan nilai-nilai logis, etis, dan estetika Islam, yang berfungsi di pusat perilaku ekonomi seseorang.

Dari filsafa tekonomi ini diturunkan juga nilai-nilai instrumental sebagai perangkat peraturan permainan suatu kegiatan.

Tujuan Filsafat Ekonomi Islam

Filsafat ekonomi islam memiliki beberapa tujuan antara lain:

  1. Menunjukkan kehidupan ekonomi umat manusia yang makmur dalam taraf yang lebih maju dengan jalan, melaksanakan produksi barang dan jasa dalam kualitas dank wantitas yang cukup, guna memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani serta kebuthan spiritual, dalam rangka menumbuhkan taraf kesejahteraan duniawi maupun ukhrowi secara serasi dan seimbang.
  2. Mewujudkan kehidupan ekonomi manusia yang adil dan merata, dengan jalan melaksanakan distribusi barang, jasa, kesempatan, kekuasaan dan pendapatan masyarakat secara jujur dan terarah dan selalu meningkatkan taraf keadilan dan pemerataannya.
  3. Mewujudkan kehidupan ekonomi umat yang stabil dengan jalan menghindarkan gangguan-gangguan inflasi dan depresi ataupun stagnasi, namun tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat, dengan jalan mengendalikan tingkahlaku masyarakat yang membawa kearah keguncangan ekonomi.
  4. Mewujudkan kehidupan ekonomi yang relative menjamin kemerdekaaan, baik dalam memilih jenis barang dan jasa, memilih system dan organisai produksi, maupun memilih system distribusi sehingga partisipasi masyaraka tdapat di kearahkan secara maksimal, dengan meniadakan penguasaan berlebuh dari sekelompok masyarakat ekonomi, serta menumbuhkan sikap-sikap kebersamaan (solidaritas).
Baca Juga :  Pengertian Perdagangan Internasional

Praktik ekonomi bersandar syariat islam mengandung nilai ibadah,karna telah mengamalkan syariat Allah

Objek Kajian Filsafat Ekonomi

Ilmu ekonomi Islam pada dasarnya merupakan perpaduan antara dua jenis ilmu yaitu ilmu ekonomi dan ilmu agama Islam (fiqh mu’amalat). Sebagaimana layaknya ilmu-ilmu lain, ilmu eknomi Islam juga memiliki dua objek kajian yaitu objek formal dan objek material.

Objek formal ilmu ekonomi Islam adalah seluruh sistem produksi dan distribusi barang dan jasa yang dilakukan oleh pelaku bisnis baik dari aspek prediksi tentang laba rugi yang akan dihasilkan maupun dari aspek legalitas sebuah transaksi.

Sedangkan objek materialnya yaitu seluruh ilmu yang berhubungan dengan ilmu ekonomi Islam.

Mengetahui tentang objek formal dan material dari sains, keberadaan mereka akan ditelusuri melalui tiga pendekatan yang selalu digunakan dalam filsafat umum, yaitu, ontologis, epistemologis dan aksiologis.

Pendekatan ontologis dijadikan sebagai dasar untuk menentukan hakikat dari ilmu ekonomi Islam. Sedangkan pendekatan epistemologis digunakan untuk melihat prinsip-prinsip dasar, ciri-ciri, dan cara kerja ilmu ekonomi Islam.

Dan diperlukan pendekatan aksiologis untuk melihat fungsi dan kegunaan ekonomi Islam dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini sekarang kita jadi tau bahwa Filsafat ekonomi adalah dasar dari sebuah sistem ekonomi yang telah dibangun.

Kesimpulannya : Berdasarkan filsafat ekonomi yang ada bisa diturunkan tujuan yang hendak dicapai, misalnya tujuan kegiatan ekonomi konsumsi, produksi, distribusi, pembangunan ekonomi, kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan sebagainya.

Filsafat ekonomi Islam didasarkan pada konsep segitiga, yaitu: filsafat Tuhan, manusia dan alam.Kunci untuk filsafat ekonomi Islam terletak pada orang-orang dengan Tuhan, alam dan orang lain.

Dimensi filsafat ekonomi Islam inilah yang membedakan ekonomi Islam dengan system ekonomi lainnya kapitalisme dan sosialisme.