Fungsi Kelenjar Cowper

Posted on

Fungsi Kelenjar Cowper – Begitu sangat penting terhadap suatu organ reproduksi pria. Sistem reproduksi pria dibagi menjadi dua bagian, sistem reproduksi internal, diantaranya saluran ejakulasi, ialah testis, dan kelenjar.

Dalam suatu bagian kedua dari adanya sistem reproduksi pria ialah organ reproduksi eksternal, merupakan skrotum atau penis. adanya tiga jenis dalam suatu kelenjar.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Fungsi Kelenjar Cowper. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Kelenjar Cowper ?

Pengertian Kelenjar Cowper atau bahasa ilmu biologi dari Bolbuoretra merupakan sepasang case eksokrin dalam suatu bagian milik seseorang untuk melakukan pemutaran.

Kemudian posisi kelenjar Cowper berada di pangkal uretra dan di bawah prostat. Cowper jantan ini bertanggung jawab untuk memproduksi cairan pria selama ejakulasi dalam sistem reproduksi pria.

Kelenjar Cowper mudah sebagai memberikan pelumas untuk memfasilitasi drainase serta benih yang lebih bersih di dalamnya. Tidak berwarna, cairan transparan, tetapi bersifat tebal.

Fungsi-Kelenjar-Cowper

Cairan tersebut akan bocor dengan sendirinya ketika dalam suatu stimulus hadir, tetapi tidak akan melepaskan sperma dalam jumlah besar karena itu benar-benar membuatnya lebih mudah sebagai mengunci diri.

Dari kelenjar William Cowper, atau penemuan anatomi, kelenjar Cowper pertama kali diperkenalkan pada keduanya yang mengalami perdarahan di saku di bagian bawah katup uretra perineum dan penis. Pada pria, kelenjar sapi sekitar 2,5 cm di atas membran perineum di uretra.

Stuktur Kelenjar Cowper

Struktur kelenjar Cowper atau Bulbouretranini memiliki kepala dan ekor. Dimana kelenjar ini terdiri dari lobus besar, mereka terhubung oleh serat berserat. Lalu ada pori-pori kecil di antara lobus yang mengelilingi epitel kerah.

Baca Juga :  Daur Hidup Kupu-Kupu

Kemudian lobus yang saling berhubungan membentuk saluran yang panjangnya mencapai 2,5 cm. Kemudian penyakit jantung dalam sel epitel adalah nukleus yang sangat sempit dan sangat kecil, dan sitoplasma adalah basofonik.

Fungsi Kelenjar Bulbouretra (Cowper)

Fungsi-Kelenjar-Cowper-1

Fungsi utama dalam suatu kelenjar Bulbouretra (Cowper) adalah menghasilkan cairan seperti lendir sebelum ejakulasi. Cairan yang dihasilkan lolos sebelum disemen, selaput lendir melumasi uretra, menetralkan uretra terhadap kerusakan cairan dan melindungi sperma. Cairan lendir transparan, tidak berwarna dan tebal.

  • Sebagai produksi cairan seperti lendir sebelum ejakulasi.
  • Sebagai melumasi uretra.
  • Dapat netralisasi uretra dari cairan urin.
  • Menjaga agar sperma Anda bersih.

Gangguan Pada Sistem Reproduksi

Terdapat berbagai gangguan terhadap sistem ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis karena gangguan dalam interaksi hormon misalnya testosteron dan androgen. Dengan gangguan ini, itu menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak ada dalam suatu tanda-tanda keguguran.

b. Uretritis

Uretritis adalah adanya suatu kelainan yang disebabkan oleh peradangan pada uretra dengan gejala seperti gatal pada penis dan sering buang air kecil. Maka organisme yang sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis serta virus Ureplasma urealyticum atau herpes.

c. Kriptorkidisme

Kriptorkidisme adalah adanya suatu kelainan dalam satu atau dua buah zakar yang gagal turun dari rongga perut ke dalam skrotum saat menjadi bayi atau menjadi anak-anak.

d. Epididimitis

Epididimitis adalah adanya suatu infeksi yang sering menyerang saluran reproduksi pria. Organisme yang bertanggung jawab untuk epididimis ini adalah Chlamydia dan E. coli.

e. Prostatitis

Prostatitis adalah suatu gangguan radang prostat. Penyebab gejala-gejala ini biasanya dalam bentuk bakteri, misalnya dalam bakteri Escherichia atau non-bakteri.

Baca Juga :  Fungsi Hati

f. Orkitis

Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh parotitis virus. Dengan gangguan ini, menyerang pria dewasa dapat menyebabkan kemandulan.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Fungsi Kelenjar Cowper. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.