Gaya Gesek

Gaya Gesek – Ketegangan dalam arah yang berbeda dari arah gerakan objek. Gaya ini terjadi karena kontak objek dengan bidang jalan menciptakan gesekan antara keduanya ketika objek mulai bergerak sampai objek bergerak.

Ukuran gaya ini yakni akan ditentukan oleh adanya suatu ketebalan dalam permukaan dua bidang terkait. Semakin kasar dalam permukaan bidang, yakni akan semakin besar gaya gesek.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Gaya Gesek. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Gaya Gesek ?

Pengertian Gaya Gesek adalah energi yang dihasilkan oleh kontak antara dua permukaan benda. Contoh gaya gesek ini adalah gaya yang bekerja pada rem engine.

Pada saat berhenti, rem karet pada sepeda terhubung ke tepi sepeda sehingga gesekan menghentikan mesin saat pengereman. Gesekan terjadi ketika dua benda menyentuh dan bergerak ke arah yang berbeda yang berbeda satu sama lain.

Gaya-Gesek

Gaya gesekan yang menahan atau menarik tarikan atau tekanan ini sangat bervariasi. Jumlah gesekan tergantung pada kondisi permukaan objek yang disentuhnya. Gaya gesekan pada permukaan yang besar dan licin kurang dari gaya gesekan terhadap permukaan kasar.

Gaya gesekan ini adalah gaya yang diarahkan pada objek yang bergerak atau juga arah objek yang bergerak. Gesekan terjadi ketika dua (2) objek menyentuh.

Benda-benda yang disebutkan di sini tidak harus padat, tetapi bisa berbentuk cair atau gas. Misalnya, gaya gesekan antara dua benda padat adalah gesekan statis dan kinetik, sedangkan gaya antara benda padat dan cairan dan gas adalah gaya Stokes.

Baca Juga :  Gerak Harmonik Sederhana

Sifat-Sifat Gaya Gesek

Gaya gesekan tersebut yakni mempunyai dengan beberapa sifat yang membedakannya dari jenis gaya lainnya. Berikut ini adalah fitur umum gesekan yang dirangkum oleh penulis.

a. Berlawanan Arah

Arah gaya gesekan adalah dalam arah yang berlawanan dari objek. Ketika objek bergerak ke kanan, arah gaya gesekan ini adalah ke kiri. Ketika objek arah gaya gesekan meningkat, bergerak ke bawah, dan seterusnya.

b. Menghambat Gerak Benda

Arah gaya gesekan tidak harus bertepatan dengan arah gaya eksternal yang bekerja pada objek sehingga gaya gesekan menghambat pergerakan objek. Misalnya, jika gaya eksternal dibiarkan, arah gesekan benar. Sebaliknya, jika kekuatan eksternal ke kanan, arahnya kiri ke kiri.

c. Besar Gaya dipengaruhi Luas Bidang

Untuk objek yang bergerak di udara (mis. Penurunan gerakan bebas), besarnya gaya gesekan yang dialami objek dipengaruhi oleh area yang menyentuh objek. Semakin menyentuh, semakin besar gesekan dan sebaliknya.

d. Besar Gaya Tergantung Tingkat Kekasaran

Untuk benda tetap yang bergerak di atas benda tetap, besarnya gaya gesekan dipengaruhi oleh kekasaran permukaan benda bersinggungan. Semakin tinggi permukaan objek, semakin besar gesekan dan sebaliknya.

Jenis-Jenis Gaya Gesek

Pergerakan statis adalah gesekan antara dua (2) objek tetap yang tidak bergerak secara individual. Misalnya, gesekan statis dapat mencegah benda tergelincir ke bawah lereng.

Menurut hukum pertama Newton, gaya yang dihasilkan yang bekerja pada suatu benda adalah nol sehubungan dengan benda-benda diam. Menurut hukum ini, ada kekuatan lain melawan gaya dorong yang diberikan jika Anda mendorong benda di tanah, tetapi benda itu tetap tetap.

Gaya adalah gaya gesekan antara permukaan lantai benda dan lantai. Gaya gesekan bertindak pada objek stasioner dan karenanya disebut sebagai gaya gesekan statis (fs).

Baca Juga :  Pengertian Kapasitor

Oleh karena itu gaya gesekan statis ini adalah gaya gesekan yang bekerja pada objek stasioner. Secara matematis, rumus dalam gaya ini diantaranya ialah:

fs maks = μs N

Keterangan:

  • μs = Koefisien gaya gesek statis
  • fs maks = Gaya gesek statis maksimum (N)
  • N = Gaya normal (N)

Rumus Gaya Gesek

Tekanan dapat diterapkan di bawah gesekan statis

Fs = μs N

Keterangan:

  • Fs = Gaya gesekan statis
  • N = Gaya normal
  • μs = Koefisien gesekan statis

Formula berlaku di bawah tekanan geser kinetik

Fk = μk N

Keterangan:

  • Fk = Gaya gesekan kinetis
  • N = Gaya normal
  • μk = Koefisien gesekan kinetis
  • μk < μs
  • Fg = Fs atau Fk
    besarnya koefisien gesekan kinetis adalah tetap

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Gaya Gesek. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.