Gaya Lorentz

Posted on

Gaya Lorentz – Berdasarkan pengetahuan kekuatan ini, kita akhirnya dapat menemukan motor listrik yang dapat digunakan untuk memindahkan sejumlah perangkat yang berguna.

Dalam gaya adalah kombinasi medan listrik dan magnet di medan elektromagnetik. Gaya Lorentz disebabkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik di medan magnet.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Gaya Lorentz. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Gaya Lorentz ?

Pengertian Gaya Lorentz merupakan kombinasi dari dua gaya: listrik dan magnet di medan elektromagnetik. Daya Lorentz adalah energi yang dihasilkan oleh arus listrik yang menggerakkan arus listrik dalam medan magnet.

Jika ada konduktor di arus listrik dan konduktor di medan magnet, daya disebut sebagai gaya Lorentz. Ketika sebuah konduktor mengalir melalui arus listrik dan konduktor berada di medan magnet, ia menciptakan gaya yang disebut gaya magnet atau energi Lorenz.

Gaya-Lorentz

Rumus Gaya Lorentz

Sekarang adalah waktunya untuk membahas persamaan yang memecahkan berbagai masalah gaya Lorentz.

Adanya rumus gaya Lorentz pada kabel:

FL = Bil sin α

Keterangan:

  • FL = gaya Lorentz (N)
  • l = panjang kawat (m)
  • i = arus listrik pada kawat (A)
  • α = sudut yang dibentuk oleh B dan I (derajat)

Rumus Gaya Lorentz Pada Kawat Sejajar

FL = F1 = F2 = μ0 I1 I2 / 2 π a

Keterangan:

  • F1 = Gaya Tarik menarik (N)
  • μ0 = Permeabilitas vakum (4pi 10-7 Wb/Am)
  • F2 = Gaya tolak menolak (N)
  • a = Jarak antarkawat (m)
  • l = Panjang kawat (m)
Baca Juga :  Sifat - Sifat Cahaya

Penemu Gaya Lorentz

Nama Lorentz adalah nama yang berasal dari salah satu fisikawan dari Arnhem, nama Belanda Hendrik Anton Lorentz.

Pada awalnya, Anton Hendrik Lorenz meneliti interaksi konduktor listrik dan kemudian menerapkan medan magnet. Kemudian, dari hasil penelitian, kami akhirnya mendapatkan gaya yang disebut Gaya Lorenz.

Berdasarkan pengetahuan kekuatan ini, kita akhirnya dapat menemukan motor listrik yang dapat digunakan untuk memindahkan sejumlah perangkat yang berguna misalnya kipas, mesin cuci, baterai, dan banyak lagi.

Arah Gaya Lorentz

Arah kekuatan Lorentzian harus tegak lurus terhadap arah arus listrik yang kuat (l) dan induksi magnetik (B). Arah gaya ini mengikuti arah saklar ke arah yang diputar dari vektor arah dari muatan listrik (v) ke medan magnet B, seperti yang ditunjukkan dalam rumus berikut:

Arah-Gaya-Lorentz

Keterangan:

  • F = Gaya (dalam satuan/unit newton)
  • q = Muatan listrik (dalam satuan coulomb)
  • B = Medan magnet (dalam unit tesla)
  • × = Perkalian silang dari operasi vektor
  • v = Arah kecepatan muatan (dalam unit meter per detik)

Maka rumus untuk Lorentz yang dihasilkan oleh arus listrik I di medan magnet (B) akan terlihat sebagai berikut:

Arah-Gaya-Lorentz3

keterangan:

  • F = Gaya yang di ukur dalam unit satuan newton
  • B = Medan magnet dalam satuan tesla
  • x = Perkalian silang vektor
  • I = Arus listrik dalam ampere
  • L = Panjang kawat listrik yang dialiri listrik dalam satuan meter

Gaya Pada Kawat Sejajar yang Berarus Listrik

Jika adanya 2 kabel dengan arus listrik dengan panjang I atau I dengan masing-masing kabel terhubung ke medan magnet B, daya Lorentz muncul dalam bentuk daya tarik atau hambatan tergantung pada arah arus listrik di setiap kawat.

Jika kedua kabel memiliki arus searah, daya tarik meningkat. Jika arah saat ini berlawanan atau belakang terhadap kedua kabel, mereka dikenakan gaya tolak.

Baca Juga :  Medan Listrik

Rumus Gaya Pada Kawat Sejajar Berarus Listrik

Rumus-Gaya-Lorentz

Penjelasan:

Jika ada dua kabel lurus dengan arus listrik, kabel itu sejajar dan dekat dengan medan magnet, yang membuat kinerja Lorenz menarik. Jadi jika arus listrik dari dua kabel berjalan dalam arah yang sama, gaya tolak menolak jika kedua kabel tersebut disebutkan dalam arah yang berbeda.

Rumus:

Rumus-Gaya-Lorentz-4

Keterangan:

  • F1 = F2 = F = Penyebab ketertarikan atau penurunan Newton
  • μo = Seberapa tinggi permeabilitas vakum (4 10. 10-7 Wb / Am)
  • I2 = Ganti arus dalam kabel B
  • l = Berapa lama kawatnya
  • I1 = Arus kuat di kawat A
  • a = Berapa jarak antara kedua kabel

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Gaya Lorentz. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.