Gaya Pegas

Posted on

Gaya Pegas – Contoh gaya ini digambarkan pada bambu atau busur. Sumber-sumber ini digunakan untuk mengurangi efek getaran pada jalan yang tidak rata seperti mobil, mesin, selebaran atau sepeda motor.

Dalam tahun 1678 Robert Hooke menyajikan teori pegas yang berbunyi: “Ketika dalam suatu pegas berada dalam gaya luar, pegas menjadi lebih panjang dalam jumlah energi yang di berikan”.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Gaya Pegas. Untuk ulasan selengkapnya, yyukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Gaya Pegas ?

Pengertian Gaya Pegas adalah termasuk dalam gaya tarik yang telah ditimbulkan dengan pegas tersebut. Karet gelang, yang memanjang serta pegangan, dikompresi atau dikompresi, menciptakan gaya pada material yang dikompresi atau dikompresi. Gaya yang muncul disebut sebagai gaya pegas.

Dalam gaya ini, yakni telah disebabkan oleh sifat elastis / elastis gelang / pegas karet. Dalam elastis ini disebabkan oleh fakta bahwa ketika objek dilepaskan setelah dilepaskan, ia akan kembali ke keadaan semula.

Gaya-Pegas

Karena dalam gaya ini, memiliki sifat elastis atau sifat kasar gelang, gaya pegas juga disebut sebagai gaya lentur atau lentur. Gaya lompat ini dikatakan merujuk pada objek penting yang bentuknya telah berubah.

Contoh pegas digambarkan pada bambu atau busur. Sumber-sumber ini digunakan untuk mengurangi efek getaran pada jalan yang tidak rata seperti mobil, mesin, selebaran atau sepeda motor.

Baca Juga :  Sinar Radioaktif

Contoh Benda yang Memiliki Gaya Pegas

Prinsip pegas ini berlaku untuk perangkat tertentu sebagai berikut:

  • Sebuah teleskop yang fungsinya untuk melihat benda yang jauh di dalam ruangan untuk melihat dari dekat.
  • Alat untuk mengukur kecepatan gravitasi bumi.
  • Jam yang dikendalikan oleh usia untuk mengatur waktu.
  • Mikroskop yang berfungsi dapat melihat jejak tubuh dan tidak dengan mata telanjang.
  • Koneksi baterai di dalam kendaraan.
  • Ayunkan dengan pegas.
  • Kronometer atau alat pengukur untuk menentukan posisi kapal di tengah laut.

Rumus Gaya Pegas

Hukum Hooke yakni dapat dihitung dan diberi nomor untuk menentukan gaya. Penulisan sistematis adalah:

F = k.x

Keterangan:

  • F = Daya yang diberikan ke pegas (N)
  • k = Konstanta pegas (N / m)
  • x = Peningkatan panjang pegas karena gaya (m)

1. Konstanta Pegas

Komponen pegas termasuk dalam karakteristik pegas. Didefinisikan sebagai rasio kerja pegas terhadap perubahan panjang pegas yang dihasilkan. Selain formula di atas, ada fenomena lain di musim semi yang dapat dijelaskan secara sistematis, seperti:

a. Tegangan

Ketegangan adalah situasi di mana suatu objek berkembang dari waktu ke waktu, mencapai satu ujung dan menyelamatkan ujung lainnya.

Penulisan sistematis adalah:

σ = F/A

Keterangan:

  • F = gaya (N)
  • σ = tegangan (N/m2 atau Pa)
  • A = luas penampang (m2)

b. Regangan

Regangan adalah kondisi sebagai membandingkan dalam kenaikan dengan panjang pegas. Penulisan sistematis adalah:

e = ∆L/Lo

Keterangan:

  • e = Regangan
  • Lo = panjan awal (m)
  • ∆L = pertambahan panjang (m)

c. Modulus Elastisitas (Modulus Young)

Modulus elastisitas merupakan adanya sebuah perbandingan antara tegangan tarik dan perpanjangan. Jika ditulis secara sistematis:

E = σ/e

Keterangan:

  • e = Regangan
  • E = Modulus elastisitas (N/m)
  • σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)

d. Mampatan

Kompresi yang mirip dengan perpanjangan perpanjangan adalah arah pergeseran molekuler. Ketika arah perpindahan molekul dibuang, arah kompresi molekul perpindahan ditarik sehingga dikatakan elastis.

Baca Juga :  Gaya Lorentz

e. Hubungan Gaya Tarik Dengan Modulus Young

Hubungan antara gaya Pull dan modulasi Young juga dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut:

E = σ/e

E = (F/A)/( ∆L/Lo)

E = F/A = E ∆L/ Lo

Keterangan:

  • E = Modulus elastisitas (N/m)
  • σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)
  • e = Regangan
  • ∆L = Pertambahan panjang (m)
  • A = Luas penampang (m2)
  • Lo = Panjang awal (m)

Contoh Soal

Sebuah pegas yakni telah membutuhkan gaya sebesar 4,5 N sebagai memampatkannya dari panjang sekitar 40 cm yakni dengan menjadi 35 cm. Berapakah konstanta dalam pegas, k?

Penyelesaian:

Diketahui:
F = 4,5 N
Δx = 40-35= 5 cm

Ditanya: k…?
Jawab:
F = k.Δx
4,5 = k. 5
k = 4,5/5
k = 0,9 N/cm = 90 N/m

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Gaya Pegas. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.