Ideologi Sosialisme

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang pengertian Ideologi Sosialisme beserta sejarah, ciri-ciri, contoh, kelebihan dan kekurangannya. Simak penjelasannya…

Pengertian Ideologi Sosialisme

Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Sedangkan Sosialisme adalah rasa keprihatinan, simpati dan empati antara individu dengan individu lain tanpa memandang status. Pandangan hidup dan ajaran sosial tertentu, yang berkeinginan menguasai alat-alat produksi dan distribusi produk-produk produksi secara setara

Sejak abad ke-19, sosialisme telah berkembang menjadi banyak aliran berbeda, yaitu Anarkisme, Komunisme, Marhaenisme, Marxisme dan Syndicalism.

Menurut ideologi ini, suatu komunitas yang terorganisir memiliki otoritas atau hak dalam mengelola modal, tanah, mekanisme produksi, distribusi barang, dan hal-hal yang dianggap perlu untuk kesejahteraan masyarakat secara mandiri.

Intinya adalah bahwa ekonomi kolektif lebih mampu bersikap adil. Produksi bebas dan kompetitif harus dihilangkan.

ideologi sosialisme

Sejarah Terbentuknya Ideologi Sosialsme

Ideologi ini muncul sebagai reaksi terhadap ide-ide liberalisme ekonomi dan kapitalis modern pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 Masehi di Eropa.

Pemahaman sosialis muncul setelah revolusi industri di Inggris yang telah menyebabkan ketidakseimbangan antara borjuasi (pengusaha) dan proletariat (buruh).

Kaum borjuis telah menguasai alat-alat produksi karena kendali modal terkubur di dalamnya. Kelompok mereka telah memperoleh manfaat luar biasa yang menyebabkan mereka berada pada standar hidup yang tinggi.

Di sisi lain ada ketidakseimbangan di mana kelas pekerja dengan gaji rendah menyebabkan mereka menjadi lebih miskin sehingga mereka hidup di daerah kumuh.

Seiring waktu kesenjangan sosial dan ekonomi ini semakin terlihat, dan itu menyebabkan sifat individualisme mereka tumbuh. Kesengsaraan para pekerja sebagai akibat dari penindasan ini membangkitkan pikiran para sarjana untuk mengubah celah ini.

Karena itu, sebuah gerakan yang disebut Revolusi Sosial muncul. Beberapa tokoh yang sangat gigih dalam perjuangan untuk perkembangan sosialisme adalah, antara lain:

Karl Marx (1818-1883) sebagai pelopor utama gagasan “sosialisme ilmiah”, Frederich Engels (1820-1895), C.H. Saint Simon (1760-1825), F.M. Charles Fourier (1772-1837), Etinne Cabet (1788-1856), Wilhelm Weiling (1808-1871) dan Louis Bland (1811-1882).

Pengaruh ideologi sosialisme untuk memasukkan lingkungan internasional. Tidak hanya negara-negara barat, seperti negara-negara di barat laut dan Eropa tengah (Inggris dan Skandinavia), Amerika Utara, Australia dan Selandia Baru.

Tetapai juga berkembang di negara-negara lain, seperti Rusia, Cina, Cekoslowakia, Hongaria, Bulgaria, Polandia, Jerman Timur, Rumania, Yugoslavia, Albania, dan Kuba.

Untuk negara-negara berkembang, pemahaman sosialisme ini dimiliki oleh negara-negara seperti:

India, Afrika, Israel, Uruguay, Mesir, Aljazair, dan Burma. Sementara itu, di era pasca kemerdekaan, negara-negara Islam yang mengadopsi pemahaman ini adalah Mesir, Irak, Suriah, Palestina, Yordania, Tunisia, dll.

Tetapi setelah berakhirnya perang dingin, pemahaman ini ditinggalkan dan dimodifikasi.

Ciri-Ciri Ideologi Sosialisme

Sebelum ada ideologi sosialisme, di masyarakat ada dua kelas yang berbeda dan kesenjangan besar antara keduanya. Dua kelas masyarakat adalah borjuis dan proletariat.

Borjuasi adalah kelompok elit orang-orang yang memiliki modal besar dan menjalankan perusahaan sehingga kekayaan mereka sangat besar.

Di sisi lain, proletariat adalah tenaga kerja setiap perusahaan di negara ini. betapapun kerasnya pekerjaan proletariat, kesenjangan antara si kaya dan si miskin tetap sangat besar.

Oleh karena itu, rakyat menjadi sangat bosan dengan jurang orang India yang melakukan pemberontakan yang menghasilkan ideologi baru, yaitu sosialisme.

Tentu saja ideologi sosialisme memiliki berbagai karakteristik yang membuatnya berbeda dari ideologi lain.

Penting bagi kita untuk mengenali setiap karakteristik dari ideologi sosialisme ini sehingga kita dapat lebih memahami ideologi ini dan tidak salah dalam berbicara tentang ideologi.

Nah, apa saja ciri-ciri ideologi sosialisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Penjelasan berikut:

1. Memprioritaskan Kepentingan dan Kekuatan Negara

Ciri-ciri ideologi sosialisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang penulis pertama bahas pada kesempatan ini adalah ideologi sosialisme yang mengutamakan kepentingan dan kekuatan negara di atas segalanya.

Dengan begitu, setiap minat rakyat akan menjadi yang utama bagi negara. Setiap kepentingan menyangkut kepentingan rakyat akan diutamakan.

Dengan begitu, tujuan pembangunan nasional yang diinginkan dari keberadaan ideologi ini akan tercapai dengan baik.

Ketika kepentingan bersama dikalahkan oleh kepentingan pribadi, maka implementasi ideologi ini telah rusak. Oleh karena itu, ada lembaga yang secara khusus menjamin implementasi prinsip ini.

2. Tidak Ada Divisi Kelas Sosial

Ideologi sosialisme lahir dari pemberontakan rakyat yang dipenuhi dengan keberadaan kelompok yang mengendalikan kegiatan ekonomi yang memunculkan dua kelas yang berbeda di masyarakat.

Karena itu, ciri khas sosialisme berikutnya adalah bahwa tidak ada pembagian kelas sosial.

Dengan tidak adanya kelas sosial ini, diharapkan simpati dan empati antara satu warga negara dan lainnya dapat meningkat.

Keberadaan empati dan simpati adalah bukti kepedulian di masyarakat. Kepedulian diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang tertib dan aman.

3. Hak Milik Pribadi dalam Produksi Tidak Diakui

Berdasarkan pemahaman ideologi sosialisme, kita dapat mewujudkan karakteristik ideologis ideologi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu hak milik pribadi atas produksi tidak diakui.

Arti dari ini adalah bahwa semua aspek produksi dikendalikan oleh negara sehingga individu atau kelompok tidak dapat memiliki hak untuk semua aspek produksi.

Karena alasan di atas, ketika ada orang yang ditemukan melanggar prinsip ini, mereka akan diselidiki dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini.

4. Berpegang teguh pada Prinsip Kesetaraan dan Kesetaraan

Ciri-ciri ideologi sosialisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah bahwa mereka menganut prinsip kesetaraan dan kesetaraan.

Artinya, dalam administrasi negara, prioritasnya adalah kesetaraan dan kesetaraan sehingga semua diskriminasi atau diskriminasi dalam perawatan tidak diizinkan untuk terjadi.

ketika diskriminasi terjadi dalam kasus apa pun, orang-orang dan seluruh negara akan mengutuk diskriminasi.

Diskriminasi adalah lawan terbesar dari ideologi sosialisme sehingga ketika itu terjadi maka hukum yang berat akan menimpa pelakunya.

Baca Juga : Sistem Ekonomi Campuran

5. Alat Produksi Milik Negara dan Milik Negara

Di negara dengan ideologi sosialisme, rakyat harus mempercayakan setiap kegiatan produksi kepada negara.

Oleh karena itu, ciri berikutnya dari ideologi sosialisme adalah bahwa setiap alat produksi dimiliki dan dikendalikan oleh negara.

ideologi sosialisme meyakini bahwa ketika produksi dilakukan oleh negara, keuntungan akan lebih mudah dicapai karena tidak ada persaingan dari sektor swasta.

Keuntungan yang telah diperoleh kemudian digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat.

Kegiatan pembangunan yang ada di dalam negara murni dilakukan dan dibiayai oleh negara. Negara menjadi penguasa, pengatur dan pelaksana kegiatan pembangunan yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.

6. Kegiatan Produksi, Distribusi, dan Konsumsi yang Diatur Negara

Ciri-ciri ideologi sosialisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang selanjutnya dalam ideologi ini, semua kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh negara.

Seperti yang kita semua tahu, semua sarana dan target kegiatan produksi dimiliki oleh negara.

Kontrol negara atas semua aspek kegiatan produksi ini tentu akan berdampak pada dua kegiatan ekonomi lainnya, yaitu distribusi dan konsumsi.

Distribusi memiliki arti distribusi, distribusi atau pengiriman ke beberapa orang atau ke beberapa tempat.

Di sisi lain, konsumsi dapat diartikan sebagai penggunaan barang yang diproduksi.

Baca Juga : Pengertian Sistem Ekonomi Pasar (Liberal)

7. Tidak ada kebebasan bagi orang untuk memiliki perusahaan

Ciri-ciri ideologi sosialisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang terakhir dibahas dalam artikel ini adalah di negara dengan ideologi sosialisme.

Rakyat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki perusahaan tertentu. Setiap perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah negara bagian.

Kelebihan Ideologi Sosialisme

  1. Rasa solidaritas dan kebersamaan dalam gotong royong sangat tinggi di kalangan masyarakat.
  2. Ada persamaan sosial, jadi tidak ada kesenjangan antara kaya dan miskin (budak dan majikan).
  3. Dalam menyelesaikan setiap masalah secara demokratis.
  4. Dalam pemahaman ini, ada keinginan untuk menciptakan masyarakat sosialis dengan kejelasan dan kejelasan argumen daripada dengan kekerasan dan revolusi.

Baca Juga : Pengertian Sistem Ekonomi Pancasila

Kelemahan Ideologi Sosialisme

  1. Setiap individu sulit untuk mengembangkan diri karena pemahaman ini berkaitan dengan kebersamaan dan kerja sama timbal balik, sehingga tidak ada waktu bagi setiap individu untuk berkembang.
  2. Dengan solidaritas yang tinggi ini, terkadang hak asasi manusia diabaikan demi kepentingan bersama.
  3. Dengan menggunakan pemahaman sosialis ini, negara akan menyia-nyiakan potensi anak-anak bangsa dan tidak memanfaatkan kemampuan mereka untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan hasil devisa.

Contoh Ideologi Sosialisme

Negara-negara yang menganut sosialisme dalam konstitusinya termasuk Suriah, Sri Lanka, India, Bangladesh, Bolivia, Aljazair.

Tindakan yang mencerminkan sosialisme:

  1. Gotong royong.
  2. Bantuan kecelakaan.
  3. Melakukan pekerjaan untuk kepentingan orang lain tanpa ikatan.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian Ideologi Sosialisme beserta sejarah, ciri-ciri, contoh, kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat.