Istilah Ekonomi Bisnis dan Keuangan

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang istilah-istilah yang digunakan dalam ekonomi, yang mana pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang Pengertian Ekonomi Beserta Tujuan, Prinsip dan Contoh, maka berikut ini adalah istilah-istilah dalam ekonomi.

Istilah-istilah Dalam Ekonomi

Agregate supply ­­– yaitu total nilai barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan dalam suatu periode tertentu

Agregate demand –yaitu jumlah belanja yang direncanakan atau diinginkan dalam suatu perekonomian secara keseluruhan dalam suatu perekonomian selama periode tertentu

Aktivitas investasi – yaitu perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

Aktivitas operasi – yaitu aktivitas penghasil utama pendapatan entitas (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.

Aktivitas pendanaan (financing) – yaitu aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi kontribusi modal dan pinjaman entitas.

Akun – yaitu catatan individu mengenai kenaikan atau oenurunan masing-masing pos dalam golongan aset, kewajiban dan ekuitas pemilik.

Akuntansi – yaitu suatu seni pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran dengan cara yang sepatutnya dan dalam satuan uang atas transaksi dan kejadian yang setidak-tidaknya sebagian mempunyai sifat keuangan serta penginterpretasian hasil pencatatan tersebut.

Amortisasi –yaitu alokasi sistematis jumlah tersusutkan suatu aset tidak berwujud selama masa manfaatnya.

Anggaran berimbang – yaitu suatu anggaran yang disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dengan total penerimaan

Anggaran struktural – yaitu anggaran yang terjadi pada saat perekonomian bekerja pada output potensial

istilah-istilah dalam ekonomi

Apresiasi – yaitu naiknya mata uang dalam negeri terhadap valuta asing di pasar valuta asing

Arbitrase – spekulasi tanpa resiko

Arus kas – yaitu arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.

Aset – yaitu sumber daya yang: (a) dikendalikan oleh entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu; dan (b) manfaat ekonomis di masa depan dari aset tersebut diharapkan diterima oleh entitas.

Aset kontinjensi – yaitu aset potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas.

Aset korporat – yaitu aset selain goodwill yang berkontribusi terhadap arus kas masa depan baik dari unit penghasil kas yang sedang ditelaah maupun unit penghasil kas lain.

Aset lainnya – yaitu aktiva atau aset yang tidak bisa digolongkan kedalam aset lancar atau aset tetap , tetapi masih termasuk dalam golongan aset berwujud hanya saja sifatnya berbeda.

Aset moneter – yaitu kas dimiliki dan aset yang akan diterima dalam bentuk kas yang jumlahnya pasti atau dapat ditentukan.

Aset tidak berwujud – yaitu suatu aset nonmoneter yang dapat diidentifikasi tanpa wujud fisik.

Aset Tetap – yaitu golongan aset dengan perhitungan umur ekonomis lebih dari satu tahun seperti tanah, mesin,bangunan, peralatan , dan kendaraan.

Average Product (produk rata-rata) – yaitu produk total atau output total dibagi oleh kuantitas dari satu jenis input.

Average Revenue – yaitu penerimaan total dibagi oleh jumlah unit total yang dijual yaitu penerimaa unit

Balance of Trade (neraca perdagangan) – yaitu bagian dari neraca pembayaran yang merinci impor dan ekspor barang berwujud

Bank – yaitu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat.

Bank Komersial – merupakan sebuah lembaga perantara keuangan yang fungsi utamanya yaitu menerima simpanan giro.

Bank Sentral – yaitu badan atau instansi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pengendalian peredaran uang dan kondisi perkreditan nasional.

Barter – yaitu cara perdagangan dimana barang ditukar dengan barang.

Biaya bunga (interest cost) – yaitu kenaikan nilai kini kewajiban imbalan pasti yang timbul selama suatu periode karena periode tersebut semakin dekat dengan penyelesaian.

Biaya jasa kini (current service cost) – yaitu kenaikan nilai kini kewajiban imbalan pasti atas jasa pekerja dalam periode berjalan.

Biaya Marjinal – yaitu tambahan dalam jumlah biaya yang diperlukan untuk menghasilkan satu tambahan unit output.

Biaya Minimum – yaitu biaya per unit terendah yang mungkin dicapai.

Biaya Oportunitas – yaitu nilai dari kesempatan penggunaan suatu barang ekonomi berikutnya atau nilai dari alternatif yang digunakan.

Biaya pelepasan – yaitu tambahan biaya yang secara langsung terkait dengan pelepasan aset atau unit penghasil kas, tidak termasuk biaya pendanaan dan beban pajak penghasilan.

Biaya perolehan – yaitu jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar sumber daya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset pada saat aset tersebut diakuisisi atau dibangun, atau saat tersedia, nilai tersebut diatribusikan pada aset ketika pengakuan awal sesuai dengan persyaratan tertentu PSAK.

Baca Juga :  Sistem Ekonomi Tradisional

Biaya Rata-rata – yaitu perhitungan dari jumlah biaya dibagi dengan kuantitas barang yang dihasilkan.

Biaya Tetap Rata-rata – yaitu perhitungan antara biaya tetap dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi.

Budget Line – yaitu garis di suatu grafik yang sumbu-sumbunya menggambarkan kombinasi barang yang bisa dibeli oleh konsumen.

Bursa Efek – yaitu tempat diperjualbelikan efek-efek atau tempat bertemunya pihak yang menawarkan dan pihak yang memrlukan dana jangka panjang.

Cadangan Bank – yaitu bagian atas simpanan masyarakat di bank yang harus disimpan di bank sentral tanpa menerima bunga.

Catatan atas laporan keuangan – yaitu catatan atas laporan keuangan yang berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan pendapatan komprehensif, laporan posisi keuangan, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas.

Catatan atas laporan keuangan dapat memberikan penjelasan/rincian dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

Cateris Paribus – yaitu kondisi artificial yang diangkat oleh para ahli ekonomi untuk secara terpisah mengamati hubungan antar dua variabel ekonomi.

Clearing Market – yaitu suatu pasar dimana harga-harga cukup fleksibel untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan dalam waktu singkat.

Debit – yaitupertambahan dalam aktiva atau pengurangan dalam pasiva.

Deflasi – yaitu penurunan tingkat harga secara umum.

Deposito Berjangka – yaitu dana yang disimpan di bank dan hanya dapat ditarik kembali setelah suatu jangka waktu tertentu.

Depresi – yaitu periode berkepanjangan dimana tingkat pengangguran sangat tinggi , tingkat output dan investasi yang rendah, penurunan harga dan kegagalan usaha secara luas.

Depresiasi Mata Uang – yaitu keadaan nilai mata uang yang menurun dibandingkan dengan nilai mata uang lainnya.

Devaluasi – yaitu penurunan nilai mata uang suatu negara dibanding mata uang lainnya atau dibanding dengan emas.

Entitas anak – yaitu suatu entitas, termasuk entitas bukan perseroan terbatas seperti   persekutuan, yang dikendalikan oleh entitas lain (dikenal sebagai entitas induk).

(Entitas induk atau entitas anaknya mungkin menjadi investor dalam suatu entitas asosiasi atau venturer dalam pengendalian bersama entitas.

Entitas asosiasi – yaitu suatu entitas, termasuk entitas nonkorporasi seperti persekutuan, dimana investor mempunyai pengaruh signifi kan dan bukan merupakan entitas anak ataupun bagian partisipasi dalam ventura bersama. ).

Entitas bersama – yaitu suatu entitas, selain entitas yang dimiliki investor, yang memberikan dividen, biaya lebih rendah, atau manfaat ekonomi lain, secara langsung kepada pemilik, anggota, atau peserta. Misalnya, perusahaan asuransi bersama, credit union, dan koperasi.

Entitas induk – yaitu suatu entitas yang mempunyai satu atau lebih entitas anak.

Entitas pemerintah yang mempunyai hubungan istimewa – yaitu entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh pemerintah.

Giro – yaitu simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan.

Goodwill – yaitu suatu aset yang mencerminkan manfaat ekonomi masa depan yang timbul dari aset lainnya yang diperoleh dalam kombinasi bisnis yang tidak dapat diidentifi kasi secara individual dan diakui secara terpisah.

Harga Pokok Penjualan – yaitu jumlah biaya yang terjadi untuk memperoleh suatu pendapatan atau memproduksi barang yang akan dijual , termasuk biaya angkut.

Hutang dagang – yaitu hutang yang timbul jjarena pembelian barang dagang , jasa, atau aktiva lainnya yang dilakukan secara kredit atau angsuran yang sudah harus dilakukan penyelesaiannya dalam satu masa perputaran usaha.

Hutang Hipotik – yaitu suatu jenis pinjaman jangka panjang dengan jaminan benda-benda tidak bergerak.

Hutang pajak – yaitu hutang yang timbul berdasarkan ketentuan perpajakan.

Hutang obligasi – yaitu surat hutang yang berisikan janji tertulis untuk membayar sejumlah uang pada waktu yang telah ditentukan dan disertai dengan pembayaran bunga secara berkala dengan jumlah yang telah ditentukan.

Kebijakan akuntansi – yaitu prinsip, dasar, konvensi, peraturan dan praktik tertentu yang diterapkan entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.

Kewajiban (Liability) – yaitu kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya diperkirakan mengakibatkan pengeluaran sumber daya entitas.

Kewajiban diestimasi – yaitu kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti.

Kewajiban kontinjensi – yaitu: (a) kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas; atau (b) kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui karena: (i) tidak terdapat kemungkinan besar entitas mengeluarkan sumber daya yang mengan dung manfaat ekonomis (selanjutnya disebut sebagai “sumber daya”) untuk menyelesaikan kewajibannya; atau (ii) jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal.

Baca Juga :  Pengertian Pasar Monopsoni

Kewajiban lancar – yaitu golongan yang harus segera dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun.

Kliring – yaitu transaksi lalu lintas pembayaran yang dimaksudkan untuk memudahkan penyelesaian hutang piutang antar bank yang timbul dari transaksi giral.

Kliring antar cabang – yaitu sarana perhitungan warkat antar kantor cabang suatu bank peserta yang biasanya berada dalam satu wilayah kota.

Kliring Lokal – yaitu sarana perhitungan warkat antar bank yang berada dalam suatu wilayah kliring (telah ditentukan).

Kliring umum – yaitu sarana perhitungan warkat-warkat antar bank yang pelaksanaannya diatur oleh Bank Indonesia.

Kredit – dalam teori moneter, penggunaan dana orang lain sebagai imbalan dari janji akan membayar dikemudian hari.

Laba Ditahan – yaitu tambahan modal yang berasal dari laba bersih periode sebelumnya yang tidak dibagikan sebagai deviden kepada para pemegang saham.

Laba rugi – yaitu total pendapatan dikurangi beban, tidak termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif lain.

Mark Up – yaitu jumlah yang ditambahkan pada biaya untuk menentukan harga.

Mata uang asing – yaitu suatu mata uang selain mata uang fungsional suatu entitas.

Mata uang fungsional – yaitu mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana suatu entitas beroperasi.

Mata uang pelaporan – yaitu mata uang yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.

Material – yaitu kelalaian-pencantuman atau kesalahan-penyajian item (omissions or misstatements of item) yaitu material jika hal tersebut, secara individual atau kolektif, mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil berdasarkan laporan keuangan.

Materialitas tergantung pada ukuran dan sifat kelalaian-pencantuman atau kesalahan-pencatatan dengan mempertimbangkan keadaan yang melingkupinya.

Metode ekuitas – yaitu metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pascaperolehan dalam bagian investor atas aset neto investee. Laba atau rugi investor meliputi bagian investor atas laba atau rugi investee. ).

Modal Awal – yaitu golongan modal yang pertama kali disetor oleh pemilik kedalam perusahaan.

Modal sumbangan atau hadiah – yaitu tambahan modal yang berasal dari pihak ketiga atau pihak diluar perusahaan.

Neraca – yaitu laporan keuangan yang menunjukan kekayaan perusahaan dan kewajiban terhadap kekayaan pada saat tertentu.

Neraca Pembayaran – yaitu suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkanaliran pembayaran yang dilakukan dari negara-negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara-negara lain dalam satu tahun tertentu.

Nilai pakai – yaitu nilai sekarang dari taksiran arus kas masa mendatang yang diharapkan akan timbul dari penggunaan aset dan penghentian penggunaannya pada akhir umur manfaatnya.

Nilai residu aset tidak berwujud – yaitu nilai estimasian yang dapat diperoleh entitas saat ini dari pelepasan aset pada akhir masa manfaatnya, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan aset, jika aset telah mencapai usia dan kondisi yang diharapkan seperti saat akhir masa manfaatnya.

Nominal Account – yaitu akun-akun yang bersifat sementara yang hanya berlaku selama periode tertentu, sehingga jumlahnya tidak bisa dibawa ke periode berikutnya.

Opportunity Cost – yaitu biaya penggunaan sumber daya untuk tujuan tertentu yang diukur oleh manfaat yang diberikan dari tidak digunakannya sumber-sumber tersebut dalam alternatif penggunaan yang paling baik.

Pajak – yaitu pungutan yang dikenakan oleh pemerintah atas keuntungan perusahaan , pendapatan individu, dan nilai jual suatu barang.

Pajak Langsung – yaitu pajak yang secara langsung dipungut dari pembayar pajak.

Pasar faktor produksi – yaitu pasar tempat penjualan jasa berbagai faktor produksi.

Pemilik – yaitu pemegang instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas.

Pendapatan – yaitu arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

(Pendapatan hanya meliputi arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh entitas untuk dirinya sendiri.

Jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga, seperti pajak pertambahan nilai, bukan merupakan manfaat ekonomi yang mengalir ke entitas dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas.

Oleh karena itu, hal tersebut dikeluarkan dari pendapatan. Demikian juga dalam hubungan keagenan, arus masuk bruto manfaat ekonomi meliputi jumlah yang ditagih atas nama prinsipal, yang tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas entitas.

Jumlah yang ditagih atas nama prinsipal bukan merupakan pendapatan, yang merupakan pendapatan yaitu komisi yang diterima).

Baca Juga :  Pengertian Insentif

Pendapatan penjualan – yaitu total angka penjualan yang berhasil dilakukan perusahaan baik secara tunai maupun kredit.

Pendapatan jasa – yaitu jumlah yang diperoleh dan dilaporkan sesuai penghasilan yang diterima perusahaan setelah selesai memberikan jasanya kepada pelanggan.

Pendapatan lain-lain  yaitu pendapatan yang diperoleh perusahaan diluar usaha pokoknya.

Penghasilan diterima dimuka – yaitu penerimaan dimuka atas kontrak jasa-jasa perusahaan yang belum dilakukan oleh perusahaan kepada pihak lain yang telah melakukan pembayaran tersebut.

Penyajian kembali retrospektif – yaitu koreksi pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan jumlah unsur-unsur laporan keuangan seolah-olah kesalahan periode lalu tidak pernah terjadi.

Penyesuaian reklasifikasi – yaitu jumlah yang direklasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada periode berjalan atau periode sebelumnya.

Periode interim – yaitu suatu periode laporan keuangan yang lebih pendek dari satu tahun buku penuh.

Periode vesting (vesting period) – yaitu periode dimana semua kondisi vesting yang ditentukan dalam perjanjian pembayaran berbasis saham harus dipenuhi.

Persediaan – yaitu barang dagangan yang dimiliki dan disimpan untuk dijual kepada customers.

Premium obligasi – yaitu selisih lebih antara hasil bersih penempatan obligasi dengan nominalnya.

Prinsip akuntansi – yaitu dalil atau doktrin untuk mengawasi suatu sistem atau aktivitas tertentu yang telah diterima kebenarannya.

Restrukturisasi – yaitu program yang direncanakan dan dikendalikan oleh manajemen dan secara material mengubah: (a) lingkup kegiatan usaha suatu entitas; atau (b) cara mengelola usaha tersebut.

Risiko kredit – yaitu risiko dimana suatu pihak atas instrument keuangan akan menyebabkan kerugian keuangan terhadap pihak lain diakibatkan kegagalannya dalam melaksanakan suatu kewajiban.

Risiko likuiditas – yaitu risiko dimana suatu entitas menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban terkait dengan kewajiban keuangannya

Risiko pasar – yaitu risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Risiko pasar meliputi tiga jenis, yaitu: risiko mata uang asing, risiko suku bunga dan risiko harga lainnya

Risiko suku bunga – yaitu risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan tingkat bunga pasar.

Saving (tabungan) – yaitu seluruh pendapat disposibel yang tidak digunakan untuk konsumsi barang dan jasa.

Selisih kurs – yaitu selisih yang dihasilkan dari penjabaran sejumlah tertentu satu mata uang ke dalam mata uang lainnya pada nilai tukar yang berbeda.

Siklus Akuntansi – yaitu langkah-langkah dalam pekerjaan akuntanis mulai dari mencatat transaksi(journalizing), mengklasifikasitransaksi kedalam akun-akun yang sesuai(posting),

mengikhtisarkan masing-masing akun kedalam susunan debet dan kredit(summarizing into trial balance), membuat penyesuaian-penyesuaian(adjustment), hingga menyusun laporan keuangan (financial statement).

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) – yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) dan produk standar lain yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI).

Surplus Konsumsi – yaitu selisih antara nilai total yang ditempatkan konsumen pada semua unit komoditi tertentu yang dikonsumsi.

Subsidi – yaitu bantuan dalam bentuk barang atau uang kepada produsen ataupun konsumen untuk mengurangi biaya produksi atau mengendalikan harga.

Total laba rugi komprehensif – yaitu perubahan ekuitas selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik.

Uang Jaminan – yaitu uang yang diterima oleh penjual dari pembeli sebagai jaminan pelaksanaan pembayaran harga barang yang dibeli dimasa yang akan datang.

Warkat Kliring – yaitu alat atau sarana yang dipakai dalam lalu lintas pembayaran giral yang diperhitungkan dalam kliring dan biasanya terdiri atas cek, bilyet giro, dll.

Wesel Bayar – yaitu kewajiban yang dinyatakan dalam bentuk surat kesanggupan membayar (promes) atau dalam bentuk surat perintah membayar (wesel) yang telah diakseptasi oleh debitur.

Wesel Pinjam – yaitu hutang wesel yang terjadi akibat adanya transaksi peminjaman uang dari nasabah kepada lembaga keuangan dimana pihak peminjam menyatakan kesanggupan untuk membayar pinjaman tersebut pada lembaga keuangan.

Baca juga:

Demikian pembahasan tentang istilah-istilah yang digunakan dalam ekonomi. Semoga bermanfaat bagi kalian semua.

Istilah Ekonomi Bisnis dan Keuangan
5 (100%) 1 vote[s]