Pengertian Kebijakan Fiskal

Posted on

GuruAkuntansi.co.id – Setelah kemarin kita membahas tentang Pengertian Indeks Harga beserta Jenis dan Fungsi,

Kali ini kami akan membahas tentang pengertian kebijakan fiskal beserta konsep, fungsi dan tujuannya. Tanpa panjang lebar mari kita simak penjelesannya…

Pengertian Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal adalah merujuk pada kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk dapat mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (dalam bentuk pajak) dari pemerintah.

Kebijakan fiskal ini sangat berbeda dari kebijakan moneter yang bertujuan untuk menstabilkan ekonomi dengan mengendalikan tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak.

Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:

  • Permintaan agregat dan tingkat kegiatan ekonomi
  • Pola distribusi sumber daya
  • Distribusi pendapatan

Pemerintah melakukan kebijakan fiskal dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan kata lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan arah ekonomi menuju kondisi yang diinginkan.

Melalui kebijakan fiskal, antara lain, pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional, dapat mempengaruhi kesempatan kerja

yang dapat mempengaruhi investasi nasional tinggi dan rendah dan dapat mempengaruhi distribusi pendapatan nasional.

Menurut Alam (2007: 57)

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang menyesuaikan pengeluaran dan pendapatan pemerintah untuk meningkatkan kondisi ekonomi.

Menurut Haryadi (2014: 82)

Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan oleh pemerintah untuk mengarahkan perekonomian suatu negara ke arah yang lebih baik atau lebih diinginkan dengan mengubah pendapatan dan pengeluaran pemerintah.

Konsep-konsep Dasar

pengertian kebijakan fiskal

Kebijakan Fiskal: perubahan pengeluaran atau pendapatan pajak pemerintah pusat yang dimaksudkan untuk mencapai lapangan kerja penuh, stabilitas harga dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Baca Juga :  Pengertian Obligasi

Kebijakan Fiskal Ekspansioner: meningkatkan pengeluaran pemerintah atau mengurangi pengeluaran pajak yang dirancang untuk mengurangi permintaan agregat dalam perekonomian. Tujuan kebijakan ini adalah untuk mengendalikan inflasi.

Kebijakan Pengganda: dalam ekonomi, peningkatan pengeluaran oleh konsumen, perusahaan atau pemerintah akan menjadi pendapatan bagi pihak lain.

Ketika orang ini membelanjakan penghasilannya, pengeluaran itu menjadi penghasilan bagi orang lain dan seterusnya, menyebabkan peningkatan produksi dalam suatu ekonomi. Efek panda juga dapat memiliki efek sebaliknya ketika pengeluaran berkurang.

Kebijakan Fiskal Sisi – Penawaran: Kebijakan fiskal dapat secara langsung memengaruhi tidak hanya permintaan agregat, tetapi juga penawaran agregat.

Misalnya, pemotongan tarif pajak akan memberikan insentif bagi perusahaan untuk memperluas atau menginvestasikan barang modal, karena mereka memperoleh lebih banyak pendapatan setelah pajak yang kemudian dapat dibelanjakan.

Fungsi Kebijakan Fiskal

Menurut Haryadi  (2014: 83) fungsi kebijakan fiskal yaitu:

  • Fungsi alokasi adalah untuk menyediakan barang publik yang diharapkan untuk menghasilkan eksternalitas yang menguntungkan.
  • Fungsi didistribusikan untuk meningkatkan distribusi pendapat.
  • Fungsi stabilitas adalah fungsi dari APBN yang bersifat antiklik untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan pemerintah dan pengeluaran pemerintah.

Tujuan Kebijakan Fiskal

Menurut John F. Due, ada tiga tujuan implementasi kebijakan fiskal suatu negara, yaitu:

  1. Untuk meningkatkan produksi nasional (PDB) dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi atau meningkatkan kondisi ekonomi negara.
  2. Untuk memperluas kesempatan kerja atau pekerjaan dan mengurangi pengangguran.
  3. Untuk menstabilkan harga barang secara umum, terutama untuk mengatasi inflasi.

Adapun untuk menerapkan kebijakan fiskal ini, instrumen kebijakan fiskal digunakan dalam bentuk pendapatan dan pengeluaran pemerintah yang terkait erat dengan pajak.

Tujuan umum kebijakan fiskal adalah untuk mempengaruhi sisi permintaan agregat suatu ekonomi dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Pengertian Ekonomi Makro

Selain itu, pengaruh kebijakan ini juga dapat dirasakan di sisi penawaran yang lebih bersifat jangka panjang, misalnya melalui peningkatan kapasitas ekonomi (Surjaningsih et al 2012: 390).

Selain tiga tujuan di atas, ada juga tujuan kebijakan fiskal lainnya, termasuk:

  • Koreksi ketidakseimbangan sementara
  • Stimulasi pertumbuhan ekonomi
  • Redistribusi pendapatan.

Baca Juga :

Demikian pembahasan tentang pengertian kebijakan fiskal beserta konsep, fungsi dan tujuannya. Semoga artikel yang kami share kali ini dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih.