Kebudayaan Zaman Batu

Posted on

Kebudayaan Zaman Batu – Pada zaman yang sering disebut sebagai sebagai zaman batu tua, ini karena sekelompok purba telah menggunakan batu alam pada masa itu.

Sistem dalam kepercayaan yang diadopsi dengan Paleolitik diantaranya ialah pada animisme, dinamis, dan penyembahan roh leluhur. Dalam pembahasan ini, kami akan menjelaskan mengenai Kebudayaan Zaman Batu. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Zaman Batu ?

Paleolitikum atau Zaman Batu Tua merupakan sebuah era yang mempunyai fitur pengembangan alat batu. Dalam era ini dapat membentang kira-kira dalam 95% dari zaman prasejarah dalam teknologi terhadap manusia.

Era ini dimulai dari penggunaan alat-alat batu pertama oleh hominin kira-kira 3,3 juta tahun yang lalu hingga akhir Pleistosen kira-kira dalam 11.650 tahun yang lalu. Paleolitik digantikan dengan Mesolitik, meskipun dalam sebuah periode transisi berbeda di setiap daerah atau wilayah.

Kebudayaan-Zaman-Batu

Beberapa dalam sebuah perkembangan budaya telah ditemukan di kira-kira Ngandong dan Pacitan (ditemukan dengan Von Koenigswald). Pada waktu itu orang hidup nomaden atau pindah dalam kelompok kecil untuk mencari makanan. Wanita sayuran, daun, buah, dan ubi. Sementara itu, adalah tugas manusia untuk berburu binatang.

Peninggalan yang dapat ditemukan termasuk dalam sebuah alat-alat batu seperti serpih (untuk mengupas, menguliti, misalnya), helikopter (perancah atau kapak tangan), akan tetapi terdapat juga alat yang terbuat dari tulang.

Kapak tangan dapat ditemukan di wilayah Pacitan, pada umumnya disebut sebagai helikopter. Sebuah kapak disebut karena alat ini mirip dengan kapak tetapi tidak berhenti dan bagaimana menggunakannya dengan mencengkeram.

Baca Juga :  Prasasti Yupa

Kebudayaan Pada Zaman Batu

Berdasarkan dalam sebuah penelitian dengan para ahli, dua jenis budaya yakni akan muncul di wilayah Indonesia pada saat itu:

a. Kebudayaan Ngandong

Budaya Ngandong ditandai dalam penemuan alat tulang, alat penusuk yang terbuat dari tanduk rusa dan tombak bergigi di wilayah Ngandong dan Sidoarjo. Selain itu, sebuah alat yang sangat kecil yang terbuat dari batu yang sangat indah ditemukan di dekat Sangiran, benda ini disebut sebagai Bubuk Murni.

Adanya sebuah keberadaan budaya Ngandong juga didukung dengan penemuan dalam sebuah bentuk lukisan di bagian dinding gua dalam bentuk lukisan terhadap telapak tangan merah di daerah Goa Leang Pattae (wilayah Sulawesi Selatan).

b. Kebudayaan Pacitan

Kebudayaan Pacitan merupakan sebuah penemuan termasuk salah satu alat berupa batu dan kapak di daerah Pacitan dalam tahun 1935 dengan Von Koenigswald. Kapak ini adalah kapak yang secara kasar disebut kapak celah. Selain dalam Pacitan di Gombang wilayah Jawa Tengah, ada juga banyak alat tersebut.

Kepercayaan Pada Zaman Batu

Sistem dalam kepercayaan yang telah diadopsi dalam Paleolitik adalah penyembahan roh leluhur, dinamis, dan animisme. Animisme adalah keyakinan bahwa setiap hal mempunyai pikiran. Ini bisa dilihat pada tulang-tulang orang yang mati di sebuah gua.

Memiliki dalam keyakinan yang dinamis terhadap hal-hal yang mempunyai sebuah kekuatan roh jahat. Ini dibuktikan dengan kehadiran batu yang berdiri.

Selama penyembahan nenek moyang adalah kepercayaan bagi mereka karena almarhum akan pergi ke alam atau tempat yang lebih baik. Orang-orang paleolitik percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi di bumi disebabkan oleh kemarahan terhadap nenek moyang.

Peninggalan Zaman Batu

Peninggalan dalam sebuah paleolitik adalah beberapa produk budaya Paleolitik, termasuk kapak Perimbas, kapak genggam, monofasial, helikopter, alat tulis, dan berbagai jenis kapak yang dikerjakan di kedua sisi. Alat-alat tersebut yakni tidak dapat diklasifikasikan dalam budaya teras batu atau kelompok serpihan.

Baca Juga :  Pakaian Adat Aceh

Alat-alat tersebut secara sederhana dan masih kasar. Bahkan, bukan jarang hanya dapat melihat batu pecah. Beberapa produk budaya Paleolitik, termasuk kapak genggam, helikopter, kapak Perimbas, alat tulis, monofasial, dan berbagai jenis kapak yang dikerjakan dalam di kedua sisi tersebut.

Alat-alat tersebut tidak bisa diklasifikasikan ke dalam sebuah budaya teras batu atau kelompok serpihan. Alat-alat ini sederhana dan masih sangat kasar. Bahkan, tidak jarang hanya melihat batu pecah.

Beberapa contoh dalam sebuah produk budaya dari Zaman Paleolitik dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Chopper termasuk dalam jenis kapak tangan yang telah bertindak sebagai printer.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Kebudayaan Zaman Batu. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat.