Kerajaan Kutai

Posted on

Materi pembahasan kali ini mengenai kerajaan kutai yang akan GuruAkutansi.co.id jabarkan secara lengkap, mulai dari pengertian, sejarah, nama raja, sistem pemerintahan, letak dan masa kejayaannya.Nah penasaran bukan.! Baiklah untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan yang sudah kami rangkum dibawah ini.

Apa itu Kerajaan Kutai?

Kerajaan kutai

Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4.

Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam.[2][3] Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut.

Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh. Baca Juga : Kerajaan Tarumanegara

Letak Kerajaan 

Kerajaan Kutai berada di tepi Sungai Mahakam, tepatnya terletak di Kecamatan Muarakaman, Kutai, Kalimantan Timur. Daerah tersebut merupakan wilayah yang sangat luas, bahkan Kerajaan hampir menguasai seluaruh wilayah Kalimantan

Pendiri Kerajaan 

Seperti yang telah yuksinau jelaskan, pendiri Kerajaan Kutai ini adalah raja Kudungga. Beliau mempunyai gelar Wangsakerta yang berarti pembentuk keluarga raja.

Selain itu, beliau juga mempunyai sebutan sebagai Dewa Ansuman atau Dewa Matahari. Pada salah satu stupa peninggalan Kerajaan juga menyebutkan tentang proses pemberian gelar tersebut.

Namun ada yang mengatakan bahwa pendiri Kerajaan Kutai yakni Asmawarman. Tetapi tidak ada informasi yang otentik mengenai siapa pendiri Kerajaan yang sebenarnya.

Silsilah Kerajaan 

Kudungga merupakan pendiri dari Kerajaan Kutai sekaligus raja pertama disana. Beliau memiliki anak yang bernama Aswawarman.

Baca Juga :  Revolusi Indonesia

Aswawarman memiliki putra yang bernama Mulawarman. Mulawarman inilah yang dikenal sebagai raraja besar yang sangat mulia dan juga memiliki budi yang baik. Baca Juga : Kerajaan Samudra Pasai

Berikur silsilah dari Kerajaan Kutai secara lengkapnya :

  • Maharaja Kudungga dengan gelar anumerta Dewawarman

Kudungga merupakan nama asli dari orang Indonesia yang belum tercampur oleh budaya manapun. Pada mulanya, kedudukan dari Kudungga ini merupakan kepala suku.

Namun seiring berjalannya waktu, pengaruh Hindu masuk dan kemudian Kudungga mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan.

Dan setelah itu mengganti kedudukannya sebagai seorang raja, yang selanjutnya pergantian raja dilakukan secara turun menurun.

  • Maharaja Asmawarman dengan gelar Wangsakerta dan Dewa Ansuman

Dalam prasasti Yupa disebutkan bahwa Raja Aswawarman adalah raja yang sangat cakap dan kuat. Di masa pemerintahannya beliau melakukan perluasan wilayah Kerajaan .

Hal itu dibuktikan dengan adanya Upacara Asmawedha yang dilakukan pada waktu itu. Upacara serupa juga pernak dilakukan di India pada masa Raja Samudragupta.

Dalam upacara itu dilakukan pelepasan kuda yang berfungsi untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan .

  • Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)

Raja Mulawarman adalah anak dari Aswawarman. Mulawarman terkenal sebagai raja terbesar di Kerajaan Kutai. Pada masa beliau-lah Kerajaan mencapai puncak Kejayaan.

Di masa ini juga, rakyat kutai hidup tentram dan sejahtera, bahkan aja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang sangat melimpah.

Raja – Raja Yang Memerintah di Kerajaan Kutai

  • Kudungga
  • Asmawarman
  • Mulawarman
  • Irwansyah
  • Aswawarman
  • Warman
  • GajayaWarman
  • Tungga Warman
  • Jayanaga Warman
  • Nalasinga Warman
  • Nala Parana Tungga
  • Gadingga Warman Dewa
  • Indra Warman Dewa
  • Sangga Warman Dewa
  • Singsingamangaraja XXI
  • Candrawarman
  • Prabu Nefi Suriagus
  • MaAhmad Ridho Darmawan
  • Riski Subhana
  • Sri Langka Dewa
  • Guna Parana Dewa
  • Wijaya Warman
  • Indra Mulya
  • Sri Aji Dewa
  • Mulia Putera
  • Nala Pandita
  • Indra Paruta Dewa
  • Dharma

Peninggalan Kerajaan Kutai

raja raja kerajaan kutai dan tahun memerintah

  • Ketopong Sultan Kutai
  • Kalung Uncal Kerajaan Kutai
  • Kalung Ciwa
  • Pedang Sultan Kutai
  • Kura – Kura Emas
  • Kelambu Kuning
  • Keris Bukit Kang
  • Tali Juwita
  • Tempat Duduk Raja
  • Meriam Kerajaan kutai
  • Keramik Kuno Tiongkok
  • Gamelan Gajah Prawoto
  • Tembok Kerajaan Majapahit
  • Prasasti Yupa
Baca Juga :  Demokrasi Pancasila

Baca Juga : Kerajaan Sriwijaya

Sistem Pemerintahan Kerajaan Kutai

1. Sistem Pemerintahan

Kerajaan Kutai didirikan oleh Kudungga yang sekaligus menjadi raja pertama Kerajaan . Dan kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman.

Aswawarman dianggap sebagai pendiri dari keluarga raja atau Vansakarta. Namun raja terbesar yang terkenal di kerajaan adalah Mulawarman.

2. Kehidupan Sosial

Kerajaan Kutai diselimuti oleh budaya Hindu sehingga masyarakatnya sangat terikat dengan sistem kasta. Teori itu juga diperkuat dengan temuan istilah Brahmana yang menunjukkan suatu kasta yang menceritakan bahwa masyarakat kutai telah diatur berdasarkan sistem sosial Hindu pada zaman itu.

Serta istilah dari Uprakeswara berhubungan erat dengan tiga dewa utama (Trimurti), yakni Brahma,Wisnu dan Syiwa.

Dan dalam agam Hindu, jika ada seseroang yang belum beragama Hindu dan ingin menjadi salah satu anggota kasta masyarakat Hindu harus melewati upacara pensucian.

3. Kehidupan Ekonomi

Kehiudpan ekonomi di Kerajaan Kutai zaman dahulu masyarakatnya bermata pencaharian beternak,bertani,dan berdagang.

Dan dalam prasasti Yupa juga menyebutkan bahwa sang raja Mulawarman telah menghadiahkan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Kehidupan dalam kerajaan sangatlah makmur jaya, hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya prasasti Yupa di Muara Kaman. Dan masa kejayaan Kerajaan Kutai berada saat dibawah pemerintahan Mulawarman.

Saat pemerintahan Kudungga, kerajaan ini meredup. Hal ini disebabkan ketika Kerajaan besar seperti Majapahit dan Singosari sedang mengalami masa kegemilangan. Sejak saat itulah, Kerjaan Kutai dalam masa pemerinatahan Kudungga tidak terlihat.

Kudungga berasal dari Kerajaan Campa yang berada di Kamboja, sedangkan Aswawarman adalah anak dari Kudungga yang diyakini untuk menjadi raja pertama di Kerajaan Kurtai dengan sebutan Wangsakerta.

Namun, pada beberapa sumber sejarah ada yang menganggap bahwa raja Kudungga sebagai raja yang pertama dari Kerajaan .

  • Bidang Politik

Ada satu prasasti yang ditemukan pada masa kerjaan Kutai yang menyebutkan bahwa “Sang Maharaja Kundungga yang amat mulia memiliki putra yang mashur, namanya Sang Aswawarman, yang seperti Sang Ansuman atau Dewa Matahari menumbuhkan keluarga yang sangat mulia”.

Baca Juga :  Sejarah Bola Basket

Aswawarman mempunyai 3 orang putra yang digambarkan seperti api (yang suci) tiga. Dan yang paling terkenal adalah Mulawarman.

Mulawarman merupakan raja yang memiliki adab yang baik, kuat, dan sangat berkuasa. Mulawarman juga pernah mengadakan selamatan emas yang melimpah, hal itu sebagai kegiatan kenduri oleh para Brahmana.

Dari parasasti itu juga menyebutkan beberapa raja yang pernah memerintah di Kerajaan. Dan dalam prasaati itu juga dapat disimpulkan bahwa dahulu di kerajaan ini sudah mengenal sistem pemerintahan.

Sehingga sistem pemerintahannya bukan lagi kepala suku, melainkan raja. Serta membuktikan bahwa raja di kerajaan tersebut adalah orang asli Indonesia yang sudah memeluk agama Hindu.

  • Bidang Ekonomi

Secara geografis, Kerajaan Kutai berada di jalur perdagangan antara Cina dan India. Dan Kerajaan menjadi wilayah yang sangat menarik untuk disinggahi para pedagang, hal itu tentunya membuktiakan bahwa pada saat itu, selain bertani, kegiatan berdagang sudah menjadi bagian dari kehidupan pokok masyarakat Kutai.

Dalam cacatan sejarah juga menyebutkan, bahwa raja Mulawarman pernah memberikan 20.000 ekor sapi kepada Brahmana.

Sehingga diperkirakan bahwa dahulu dikerajaan pertanian dan peternakan telah menjadi mata pencaharian utama masyarakat Kutai.

Baca Juga : Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Lokasinya yang berada di jalur transportasi laut, juga membuat kegiatan perdagangan dalam kerajaan ini berjalan cukup ramai.

Untuk pedagang yang berasal dari luar wilayah Kerajaan Kutai diharuskan untuk memberikan “hadiah” kepada sang raja sebagai bentuk izin untuk berdagang. Biasanya hadiah tersebut berupa barang dagangan yang harganya cukup mahal serta pemberian tersebut dianggap sebagai pajak kepada pihak Kerajaan.

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai kerajaan kuta, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.