Kerajaan Tidore

Posted on

Kerajaan Tidore – Dua pulau kecil yang ukurannya hampir sama. Dalam kedua pulau saling berhadapan dan dibangun oleh gunung berapi yang muncul dari sebuah Laut Maluku.

Kerajaan Islam di wilayah Maluku. Keduanya adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Kerajaan-kerajaan ini memiliki letak di bagian sebelah Pulau Halmahera (Maluku Utara).

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan dengan singkat dan jelas mengenai Kerajaan Tidore beserta sejarah dan peninggalan nya. Untuk ulasan selengkapnya, simak pembahasan sebagai berikut.

Bagaimana Sejarah Kerajaan Tidore ?

Pada saat ini juga empat kerajaan Islam di Maluku, sebelumnya bernama Maluku Kie Raha atau Maluku Empat Raja. Maluku Kie Raha berarti Kesultanan Ternate, yang diperintah oleh Sultan Zainal Abidin dari tahun 1486 hingga 1500.

Kesultanan Tidore diperintah oleh Sultan Mansur, Kesultanan Jailolo oleh Sultan Sarajati dan Kesultanan Bacan oleh Sultan Kaicil Buko.

Kerajaan-Tidore

Pada saat itu, kerajaan Ternate dan Tidore terletak di Maluku utara, tepat di sebelah pulau Halmahera. Ada juga dua kerajaan lain yang memainkan peran penting dalam melawan kekuatan asing yang mencoba menaklukkan Maluku.

Dengan seiring waktu, kedua kerajaan di wilayah Maluku berjuang untuk supremasi politik. Salah satu dari empat kerajaan didirikan oleh Baab Masyhur Mulamo, yang sangat kuat dari 1257 hingga 1272.

Puncak kejayaan Kerajaan Tidore adalah pada masa pemerintahan Sultan Baabullah. Pada masa pemerintahan Sultan Nuku adalah puncak dari kemuliaan Kerajaan Tidore. Kedua kerajaan bersaing di bidang perdagangan dan dengan demikian membentuk dua aliansi perdagangan.

Baca Juga :  Sejarah Candi Kalasan

Dalam adanya sebuah persekutuan itu, memiliki pemimpin di dalamnya, ialah:

  • Uli-Lima (Kelima Bersaudara), diketuai dengan Ternate, termasuk Seram, Obi, Bacan, dan Ambon.
  • Uli-Siwa (Asosiasi Sembilan Bersaudara), diketuai dengan Tidore melalui Halmahera, Jailalo ke Papua.
  • Pada saat itu, Sultan Baabulah telah memimpin dalam sebuah kerajaan Ternate untuk mencapai zaman keemasan, dan kekuasaannya dapat menyebar ke Filipina.
  • Kerajaan Tidore telah mencapai puncak dalam bentuk keemasan di bawah kepemimpinan yakni yang bernama Sultan Nuku.
  • Kerajaan dalam agama Islam kecil lainnya yakni masih banyak di wilayah Indonesia.
  • Ada juga kerajaan Islam lain yang berkembang pada waktu itu, Kesultanan Palembang, yang didirikan dengan Ki Gedeng Suro, kerajaan Bima di bagian timur Sumbawa.

Peninggalan Kerajaan Tidore di Indonesia

Jenis-Kerajaan-Tidore

Adapun beberapa peninggalan dalam kerajaan ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Benteng Torre dan Tahula

Torre Torre dan Tahula adalah sebuah peninggalan dari zaman kolonial Portugis, dan Torre Torre dibangun pada 1512 dan dibangun di dekat ruang makan Sultan Zainul Abidin, dan terletak dekat dengan Instana Kie (Kadato Kie). Benteng ini digunakan dengan wilayah Portugis yakni sebagai melawan Belanda, benteng tersebut memiliki letak di bagian kota Soa Sio.

Kedua dalam peninggalan sejarah ini telah dijaga dengan sangat baik untuk kebersihan dan adanya sebuah keberadaannya, karena bangunan ini telah membuktikan dalam keberadaan kerajaan pasang surut di jaman dahulu dan merupakan sumber kebanggaan.

2. Kadato Kie (Istana Kie)

Sejarah dalam Kerajaan Tidore telah meninggalkan berbagai warisan sejarah dengan nama Kadato. Kadato sendiri memiliki sebuah bangunan istana dan sering disebut sebagai Kie Palace atau Kedaton Kie. Bangunan itu ada sejak 1812 dan dibangun di bawah Sultan Syahjuan T.

Baca Juga :  Sejarah PKI

Sekarang pada bangunan ini digunakan sebagai objek wisata bersejarah di mana pengunjung dapat melihat tahta Sultan dan desain interior yang mewakili Kerajaan Tidore saat itu.

Kerajaan Tidore Kesultanan

Tidore telah didirikan pada tahun 1257 dengan seorang Baab Mashur Malamo. Tentu saja, sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia, banyak yang akan meninggalkan kerajaan ini.

Warisan bersejarah ini akan masih dilestarikan dengan masyarakat setempat. Padahal, dalam adanya sebuah peninggalan Kerajaan Ternate sering dikunjungi dengan orang-orang dari berbagai jenis kalangan.

1. Keraton Kesultanan Tidore

Salah satu sebuah peninggalan dalam Kerajaan Ternate, yang masih dapat dikunjungi sampai saat ini ialah Keraton Ternate. Bangunan bersejarah ini terletak di jantung Kota Ternate yang menghadap ke laut.

Menurut para ahli, bangunan istana kekaisaran menyesuaikan arsitektur Cina dengan budaya lokal. Saat ini, bangunan bersejarah ini adalah bangunan terdaftar untuk melestarikan sejarah yang ada.

Pemerintah setempat telah memelihara, memulihkan, dan melestarikan bangunan ini sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar atau dengan sebuah wisatawan di luar wilayah yang mengunjunginya.

2. Masjid Sultan Tidore

Masjid Sultan Ternate memiliki sebuah sejarah peradaban Ternate dapat disaksikan dengan melalui Masjid Sultan Ternate. Masjid bersejarah ini telah dibangun sejak kerajaan Ternate dipimpin dengan seorang Sultan Zainal Abidin, raja kedelapan belas. Hingga saat ini, belum ada angka valid yang aman dalam pembangunan masjid ini.

Karena ada juga cerita yang mengatakan bahwa masjid baru dibangun pada abad ke-17. Saat ini, masjid Sultan Ternate masih berfungsi untuk tempat ibadah bagi orang-orang di Maluku utara. Bahkan, masih ada tradisi budaya yang sering dipraktikkan dalam masjid ini.

3. Makam Sultan Babullah

Makam Sultan Babullah merupakan bukti adanya sebuah peninggalan yang bersejarah lainnya. Raja Ternate ke-24, yang dapat memerintah antara tahun 1570 dan 1583. Namanya berlabuh sebagai bandara di Ternate karena ia dikenang sebagai yang pertama sultan mampu memicu antusiasme rakyatnya untuk memerangi penjajah asing yang ingin menduduki Ternate.

Baca Juga :  Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

4. Benteng Tolukko

Benteng Tolukko Dijuluki “Kota Seribu Benteng”, di Ternate masih ada benteng bersejarah. Namun, salah satu benteng terkenal ialah Benteng Tolukko. Benteng yang dibangun dengan seorang Portugis adalah pertahanan untuk mengendalikan cengkeh dan dominasinya di antara orang Eropa lainnya.

Pada puncak kejayaan Kerajaan Tidore adalah pada masa pemerintahan Sultan Baabullah. Tidore telah didirikan pada tahun 1257 dengan seorang Baab Mashur Malamo.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini yang dapat kami ringkas secara jelas dan singkat mengenai Kerajaan Tidore. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda.