Kerusuhan Mei 1998

Posted on

Kerusuhan Mei 1998 – Peristiwa ini didahului dengan sebuah krisis keuangan Asia dan dipicu dengan tragedi Trisakti di mana 4 mahasiswa dari Universitas Trisakti dibunuh dan ditembak selama demonstrasi pada tanggal 12 Mei 1998.

Secara umum, dalam sebuah kronologi gerakan suatu reformasi telah dimulai dengan Majelis Umum MPR (Maret tanggal 1998) memilih oleh B.J. Habibie dan Soeharto sebagai presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai periode 1998 sehingga 2003.

Lalu, bagaimanakah sejarah mengenai Kerusuhan Mei 1998? Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Kerusuhan tersebut. Yuukk… Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Apa itu Kerusuhan Mei 1998 ?

Kerusuhan Mei 1998 merupakan sebuah kejadian dalam kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa di negara Indonesia dari 13 hingga 15 Mei 1998, terutama di wilayah ibu kota Jakarta, tetapi terdapat dalam beberapa daerah yang lainnya.

Kerusuhan dipicu dengan adanya sebuah krisis keuangan terhadap negara Asia yang dipicu dengan sebuah tragedi Trisakti yang telah menewaskan 4 mahasiswa dari Universitas Trisakti selama demonstrasi pada tanggal 12 Mei 1998. Hal ini telah menyebabkan runtuhnya sebuah kantor Presiden Soeharto dan tempat pelantikan B.J Habibie.

Kerusuhan-Mei-1998

Latar Belakang dalam Kerusuhan

Selama pemberontakan ini banyak perusahaan dan toko yang telah dihancurkan dengan segerombolan orang yang terutama orang Indonesia keturunan Cina. Konsentrasi gangguan terbesar terjadi di Jakarta, Medan dan Surakarta. Ada ratusan wanita keturunan Cina yang telah dilecehkan dan diperkosa secara seksual selama kerusuhan. Beberapa bahkan dianiaya, diperkosa, dengan sangat kejam dan kemudian dibunuh.

Baca Juga :  Sejarah Patung Buddha

Persenjataan massal ini menakuti para pemilik toko di kedua kota dan menulis wajah mereka dengan kata-kata “Properti Pribumi” atau “Pro-Reformasi” karena para penyerang hanya berfokus pada Cina. Beberapa dari mereka tidak diketahui, tetapi terdapat dalam beberapa yang diketahui oleh non-pribumi.

Beberapa dalam kalangan masyarakat yang telah mengaitkan dalam sebuah peristiwa ini dengan peristiwa Kristallnacht pada 9 November 1938 di wilayah Jerman, yang menjadi sebuah titik awal dalam adanya penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan memuncak dalam kasus pembunuhan massal sistematis di hampir semua benua di Eropa oleh pemerintah Sosialis Nasional Jerman.

Gerakan Reformasi Kerusuhan Mei 1998

Penyimpangan ini telah menyebabkan sebuah sifat krisis dalam multidimensi, yang sering menjadi dalam adanya suatu penyebab munculnya dalam gerakan reformasi, diantaranya ialah:

1. Krisis politik

Krisis politik yakni dalam tahun 1998 adalah sebuah puncak dari berbagai sebuah kebijakan dalam pemerintah Orde Baru. Berbagai kebijakan dalam pemerintah Orde Baru selalu didasarkan pada alasan yakni sebagai menerapkan sebagai demokrasi Pancasila.

Tetapi sebenarnya terjadi ialah dalam menegakkan untuk kekuasaan terhadap Presiden Soeharto dan para kroninya. Berarti bahwa demokrasi yang direalisasikan oleh pemerintah Orde Baru bukanlah demokrasi yang benar.

2. Krisis sosial

Krisis hukum, politik, dan ekonomi adalah penyebab sebuah krisis dalam bentuk sosial. Perilaku politik yang telah represif dan tidak demokratis telah menyebabkan konflik dalam bidang politik serta adanya sebuah konflik antara kelompok agama dan etnis.

3. Krisis Hukum

Teknologi yang dibangun oleh pemerintah dalam bentuk Orde Baru yakni tidak terbatas pada politik. Di sebuah bidang hukum, adanya sebuah pemerintah yang telah turun tangan. Ini berarti bahwa adanya kekuasaan dalam bentuk kehakiman yang harus dilaksanakan sebagai melayani sebuah kepentingan dalam pihak berwenang dan tidak melayani terhadap kalangan masyarakat dengan keadilan penuh.

Baca Juga :  Kebudayaan Kjokkenmoddinger

Bahkan, dalam sebuah hukum sering digunakan sebagai pembenaran bagi pihak berwenang. Fakta ini bertentangan dengan Pasal 24 UUD 1945, yang telah menyatakan bahwa adanya peradilan bebas dan independen dari pemerintah (eksekutif).

4. Krisis Ekonomi

Krisis moneter yang sedang berlangsung di negara-negara Asia Tenggara sejak Juli 1996 telah berdampak pada adanya sebuah perkembangan dalam bidang ekonomi Indonesia. Ternyata ekonomi Indonesia tidak mampu mengatasi krisis global yang mempengaruhi dunia. Krisis ekonomi Indonesia dimulai dengan melemahnya dalam nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Pada bulan Maret 1998, nilai tukar rupiah terus melemah, mencapai level terendah $ 16.000 per dolar. Krisis ekonomi Indonesia terkait erat dengan utang luar negeri Indonesia yang sangat tinggi

5. Krisis Kepercayaan

Krisis multidimensi yang sedang melanda terhadap bangsa Indonesia telah mengurangi dalam sebuah kepercayaan dari publik terhadap kepemimpinan Presiden Suharto.

Ketidakmampuan pemerintah untuk membangun kehidupan politik yang demokratis, untuk menegakkan sistem peradilan dan penerapan hukum, serta sebagai mempromosikan pembangunan ekonomi yang menguntungkan rakyat, telah menyebabkan krisis adanya sebuah kepercayaan.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas mengenai Kerusuhan Mei 1998. Semoga ulasan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.