Kimia Unsur

Posted on

Kimia Unsur – Sifat kimia sekarang adalah perubahan yang penting untuk bahan baru. Perubahan kimia membuat zat jenis bahan baru. Termasuk dalam suati jenis atom yang mempunyai proton yang sama terhadap nukleus (yakni Z yang sama atau nomor atom). Sebanyak 118 elemen telah diidentifikasi, yang 94 terjadi secara alami di Bumi. Sedangkan 24 masih merupakan dalam elemen sintetis.

Adanya 80 elemen dengan setidaknya satu isotop stabil dan 38 elemen adalah radionuklida yang terurai menjadi elemen lain dari waktu ke waktu. Besi termasuk dalam suatu bagian dari bumi (dengan berdasarkan massa), sedangkan oksigen ialah yang paling umum di kerak bumi.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menyampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Kimia Unsur. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Kimia Unsur ?

Pengertian Kimia Unsur adalah bidang kimia yang secara khusus meneliti unsur-unsur yang ditemukan. Sifat fisik dan kimia suatu unsur juga diperiksa. Sifat fisik yakni telah mengacu dalam adanya suatu perubahan benda yakni tidak dengan pembentukan zat baru.

Sifat fisik bisa diamati tidak dengan mengubah dalam suatu sususan terhadap materi tersebut. Kita dapat menggambarkan sifat fisik bahan, titik didih, bau, titik lebur, kekerasan, magnet, kepadatan, kelarutan, warna, turbulensi, dan ketebalan.

Kimia-Unsur

Sifat kimia sekarang adalah perubahan yang penting untuk bahan baru. Perubahan kimia membuat zat jenis bahan baru. Beberapa contoh sifat kimia dapat mudah terbakar, mudah meledak, merusak, beracun, dan bersifat korosif atau berkarat.

Baca Juga :  Hukum Kekekalan Massa

Jenis Klasifikasi Unsur Kimia

Dengan total kurang lebih 118 elemen kimia, klasifikasi elemen kimia diperlukan. Berdasarkan tabel periodik unsur-unsur Mendeleev, semua informasi diperoleh, karena tabel dengan atom paling sederhana disusun dan dipesan sesuai dengan jumlah dan massa atom. Berdasarkan komposisi tabel periodik unsur-unsur ini, unsur-unsur kimia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok:

1. Golongan Logam Alkali

Dalam tabel periodik, adanya suatu logam alkali yakni telah berada di grup 1 atau di kolom pertama tabel. Atom-atom dalam kelompok ini mengkilap dan tidak sulit untuk memotongnya dengan pisau. Logam alkali diakhiri dengan francium (Fr) dan dimulai dari lithium (Li).

Kelompok logam dalam jenis alkali ini, yakni begitu sangat reaktif dan meledak atau terbakar ketika bersentuhan dengan air sehingga mereka tidak perlu menyimpan air misalnya gas atau minyak.

2. Golongan Lantanida

Kelompok berikutnya adalah lantanoid yang cukup panjang untuk sampai ke baris ketiga sehingga dibagi menjadi baris terpisah di bawah tabel. Kelompok lantanoid berkisar dari atom 57 hingga 71. Unsur-unsur dalam kelompok tersebut mempunyai suatu warna keputihan dan dapat diwarnai jika kontak dengan udara terbuka.

3. Golongan Logam Alkali Tanah

Logam alkali tanah terdapat dalam kelompok 2 dalam tabel periodik unsur-unsur, yang dimulai dengan berilium (Be) dan akhirnya dengan radium (Ra). Setiap atom dalam kelompok ini mempunyai 2 elektron eksternal yang membuat elemen ini kurang reaktif daripada logam alkali.

Tetapi kelompok logam tersebut juga jarang ditemukan secara gratis. Reaksi kimia yang terjadi dengan unsur-unsur ini biasanya reaksinya sangat lambat dan menghasilkan dengan sedikit panas.

4. Golongan Aktanida

Mirip dengan lantanida, golongan ini yakni tidak ada dalam tabel periodik, tetapi dipisahkan di bawah tabel yakni terdiri atas nomor atom 89 sampai nomor atom 103. Dari semua elemen dalam kelompok ini, hanya uranium (U) dan thorium (Th) yang datang sebelum bumi di bumi. sejumlah besar dan semua elemen dari grup ini adalah radioaktif.

Baca Juga :  Pengertian Polimer

5. Golongan Halogen

Dalam 4 unsur teratas dari Grup 17, yang berkisar dari fluor (F) hingga astatin (At), adalah elemen halogen milik kelompok non-logam. Halogen dengan cara kimia reaktif dan cenderung dicampur dengan logam alkali untuk menghasilkan berbagai jenis garam misalnya NaCl, NaF, KCl, dan lain sebagainya.

6. Golongan Logam Transisi

Dalam suatu golongan tersebut yakni terletak di tabel periodik di mana semua 3 hingga 12 grup disebut sebagai logam transisi. Sifat-sifat elemen transisi logam sulit, tetapi mudah dipasang, berkilau dan memiliki konduktivitas yang sangat baik.

Ketika akan mendengar istilah logam, dalam suatu unsur-unsur kelompok logam transisi misalnya emas, besi, tembaga, perak, platinum, dan lainnya dapat ditampilkan.

7. Gas Mulia

Gas mulia yakni tidak mempunyai sebuah warna, tidak berbau dan hampir tidak aktif. Dalam tabel periodik unsur-unsur, gas mulia menempati kelompok 18 orang.

Contoh Kimia Unsur

Contoh-Kimia-Unsur

Berikut ini contoh-contoh unsur kimia beserta penjelasannya, antara lain:

a. Hidrogen (H)

Hidrogen adalah elemen pertama dalam tabel periodik. Dalam keadaan normal, itu adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berbau yang dibentuk oleh molekul diatomik, H2. Simbol H, atom hidrogen, dibentuk oleh nukleus dengan satuan muatan positif dan elektron. Nomor atom tersebut ialah 1 dan atom itu memiliki berat adalah 1,00797 g/mol.

b. Boron (B)

Boron merupakan elemen non-logam dan satu-satunya elemen non-logam dari grup 13 dari tabel periodik. Boron tidak memiliki elektron, orbital p kosong. Dalam banyak bentuk, boron amorf, bubuk gelap yang reaktif dengan oksigen, air, asam, dan alkali, adalah yang paling umum. Boron adalah konduktor listrik yang baik pada suhu standar, namun konduktor yang baik dalam suatu suhu tinggi.

Baca Juga :  Pengertian Asam Oksalat

c. Helium (He)

Helium adalah unsur kimia gas memiliki nomor 2 atom dan berat atom 4.0026 g/mol. Helium merupakan salah satu gas kelompok O yang paling umum dalam tabel periodik. Ini adalah sebuah unsur yang paling ringan. Sumber utama helium di seluruh dunia adalah banyak ladang gas alam di Amerika Serikat. Helium adalah gas yang tidak berwarna, tidak beracun, dan tidak berbau.

d. Nitrogen (N)

Nitrogen adalah gas non-logam yang biasanya tidak berwarna, tidak berbau, tidak berbau, dan biasanya diatomik. Ini berisi lima elektron di kulit terluar, yang membuatnya praktis untuk dengan beberapa koneksi.

e. Carbon (C)

Karbon yakni mempunyai sebuah keunikan terhadap sifat kimianya karena mengandung beberapa komponen yang lebih unggul dari penambahan total semua elemen terkait lainnya. Kelompok yang paling besar dari semua komponen tersebut ialah yang terdiri dari hidrogen dan karbon.

f. Oksigen (O)

Oksigen adalah unsur kimia dalam bentuk gas dengan nomor 8 atom dan berat 15.9994 atom. Ini yakni akan menarik karena termasuk dalam sebuah elemen penting terhadap proses pernapasan sel hidup dan dalam sebuah proses pembakaran.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Kimia Unsur. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat/