Pengertian Konsumsi, Tabungan dan Investasi

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang pengertian konsumsi, tabungan, investasi dan hubungannya. Berikut penjelasannya…

Pengertian Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan dalam memanfaatkan atau menggunakan barang dan jasa. Kegiatan konsumsi atau pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Tetapi kita hanya akan fokus pada konsumsi rumah tangga karena pengeluaran konsumsi rumah tangga memiliki porsi terbesar dari total pengeluaran konsumsi.

Mengingat porsi yang besar, konsumsi rumah tangga memiliki pengaruh kuat terhadap stabilitas ekonomi.

Faktor-Faktor

Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya konsumsi rumah tangga.

1. Pendapatan dan Kekayaan Rumah Tangga

Pendapatan rumah tangga sangat berpengaruh pada tingkat konsumsi. Secara umum, semakin besar pendapatan rumah tangga, semakin tinggi tingkat konsumsi karena kemampuan untuk membeli kebutuhan juga meningkat.

Contoh: jika pendapatan orang tua Anda meningkat, Anda dapat membeli ponsel, komputer, dan lalu lintas.

2. Suku Bunga

Suku bunga tinggi juga dapat mengurangi konsumsi karena biaya ekonomi dari kegiatan konsumsi akan semakin mahal.

Bagi mereka yang memiliki lebih banyak dana, akan lebih menguntungkan jika sebagian dari pendapatan mereka digunakan untuk deposito atau tabungan. Ini tentu mengurangi tingkat konsumsi.

Baca Juga :  Manfaat Lembaga Keuangan

3. Perkiraan Harga di Masa Depan

Perkiraan kenaikan atau penurunan harga di masa depan akan mempengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga.

Misalnya, jika harga makanan pokok menjelang liburan akan meningkat, konsumen akan memilih untuk membeli kebutuhan pokok jauh sebelum liburan.

4. Jumlah Anggota Keluarga

Semakin banyak jumlah anggota keluarga, tingkat konsumsi juga akan meningkat. Sebaliknya, jika jumlah keluarga kecil, maka tingkat konsumsinya lebih rendah.

Non-Ekonomi

Semakin pesatnya arus informasi dan teknologi akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Saat ini, semakin mudahnya mengakses informasi, baik dari televisi, radio dan internet, telah membawa perubahan dalam gaya hidup masyarakat.

Misalnya, banyak iklan tentang produk makanan akan meningkatkan konsumsi produk makanan. Selain kemudahan transaksi melalui internet, ini akan mendorong rumah tangga untuk meningkatkan aktivitas konsumsi.

Faktor-faktor demografi (kependudukan)

1. Jumlah penduduk

Meningkatnya jumalah penduduk akan memperbesar pengeluaran konsumsi secara menyeluruh.

2. Komposisi penduduk

Komposisi penduduk suatu negaraterdiri dari:

  • Usia yaitu produktif dan tidak produktif
  • Pendidikan rendah, menengah, dan juga tinggi
  • Wilayah ttinggal yaitu diperkotaan dan pedesaan.

Tabungan

Produsen yang diterima oleh keluarga tidak selalu dihabiskan untuk membeli kebutuhan. Orang kaya dengan pendapatan tinggi akan menghabiskan seluruh penghasilannya untuk konsumsi.

Tetapi bahkan orang sederhana mencoba menyisihkan hanya uang sehingga nantinya mereka dapat membeli barang-barang yang agak mahal.

Faktor-faktor

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran tingkat tabungan, termasuk:

1. Pendapatan Rumah Tangga

Secara umum, semakin tinggi pendapatan, jika diikuti oleh sikap berhemat, maka akan meningkatkan tingkat tabungan.

Di negara maju di mana pendapatan per kapita tinggi, kecenderungan untuk mengkonsumsi lebih rendah sehingga tingkat tabungan akan lebih tinggi.

2. Tingkat Bunga

Suku bunga tinggi hanya merupakan faktor yang menarik bagi individu atau masyarakat untuk meningkatkan jumlah tabungan mereka.

Baca Juga :  Pengertian Inflasi

Mereka berharap mendapatkan pendapatan bunga yang lebih tinggi dengan nilai tabungan yang lebih besar

3. Sikap Berhemat

Sikap berhemat pada pola konsumsi diikuti oleh kecenderungan untuk menabung akan meningkatkan jumlah tabungan.

Jika jumlah tabungan meningkat secara keseluruhan, itu akan meningkatkan nilai investasi nasional.

4. Distribusi Pendapatan

Distribusi pendapatan adalah bagian dari pendapatan secara merata sesuai dengan kemampuan dan kapasitas individu.

Akses yang adil ke sumber daya akan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat, sehingga ke tingkat pendapatan yang tinggi, diharapkan tingkat tabungan akan meningkat.

5. Kondisi Perekonomian

Kondisi ekonomi yang baik akan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat. Ekonomi yang membaik akan meningkatkan jumlah tabungan karena pendapatan meningkat.

Investasi

Baca : Pengertian Investasi Beserta Tujuan, Manfaat, Bentuk dan Jenisnya

1. Konsep Investasi

Coba pikirkan apa yang kamu lakukan setelah lulus SMA nanti? Apakah Anda masih ingin melanjutkan pendidikan tinggi Anda?

Keputusan untuk melanjutkan sekolah dan kursus untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan Anda sehingga nantinya Anda dapat bekerja dengan penghasilan yang lebih tinggi adalah investasi sumber daya.

Sehingga yang dimaksud dengan investasi dalam pengertian ini adalah segala sesuatu yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan atau menambah nilai sumber daya potensial. Dengan demikian investasi tidak hanya fisik, tetapi juga fisik.

2. Perhitungan Nilai Investasi

Investasi yang dilakukan tidak secara langsung menghasilkan manfaat, tetapi membutuhkan masa tenggang tertentu. Karena jumlah dan kualitas investasi yang tinggi, batas waktu akan lebih lama.

Misalnya, investasi di sektor otomotif akan membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan investasi dalam pengolahan makanan.

Hubungan Antara Konsumsi, Tabungan dan Investasi

Ada hubungan antara konsumsi, tabungan, dan investasi. Jika tingkat konsumsi tinggi, tingkat tabungan akan rendah.

Baca Juga :  Penghambat Perdagangan Internasional

Rendahnya tabungan yang berfungsi sebagai sumber utama lembaga keuangan dalam memberikan pinjaman akan berdampak pada pengurangan jumlah pinjaman yang disalurkan ke pelanggan.

Ini juga akan mempersulit aktor investasi untuk mendapatkan pinjaman untuk diinvestasikan.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan tentang pengertian konsumsi, tabungan, investasi dan hubungannya. Semoga bermanfaat.