Koperasi Pemasaran

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membagikan rangkuman pembahasan mengenai koperasi pemasaran seperti aktivitas, transaksi dan juga jurnal khusus, selamat membaca semoga di berikan kemudahan dalam memahami ….

Koperasi Pemasaran Aktivitas

Pemasaran ini juga akan diartikan segala proses usaha yang akan dibutuhkan dalam rangka dimana menyampaikan barang maupun jasa pada konsumen. Fungsi pemasaran dalam koperasi ini juga akan meliputi kegiatan berikut yakni:

a.Pembelian

Pembelian ini merupakan usaha memperoleh barang dagang atau bahan yang akan diperlukan dalam suatu proses produksi.

b.Penjualan

Penjualan ini akan meliputi semua kegiatan menyalurkan produk kepada pelanggan, termasuk kegiatan pendukungnya berupa kegiatan penjualan ataupun purnajual.

c.Pengangkutan

Pengangkutan ini juga mempunyai peran penting karena terkait dengan karakteristik produk yang akan dijual.

d.Pengemasan

Pengemasan akan bertujuan melindungi isi,ini akan mengelompokkan produk, kepraktisan, dan juga membuat produk menjadi menarik.

e.Penyimpanan

Penyimpanan ini juga berkaitan dengan upaya dimana akan menyediakan tempat perlindungan bagi barang-barang yang akan dijual.

f.Promosi Atau Pengiklanan

Kegiatan promosi dalam bidang pemasaran mempunyai tujuan antara lain akan memperkenalkan produk baru, mempertahankan kesetiaan konsumen, dan juga akan menimbulkan kesan mengenai barang atau juga jasa yang akan dipasarkan lalu sehingga akan meningkatkan minat konsumen.

Transaksi koperasi

Koperasi Pemasaran : Aktivitas,Transaksi dan Jurnal Khusus

Kali ini saya bakalan berbagi materi tentang Transaksi Dengan Anggota Koperasi. Yuk disimak..

Setoran modal (dalam bentuk simpanan) oleh anggota, dicatat dalam jurnal dan juga buku besar serta buku tambahan yang akan merinci saldo perkiraan modal menurut nama masing-masing anggotanya.

Baca Juga :  Pengertian Asuransi

Untuk menggambarkan hal ini anggaplah bahwa yanto pada tanggal 7 desember 2012 diterima menjadi suatu anggota koperasi dan juga akan menyediakan pupuk dan sarana produksi pertanian lain yang akan diperlukan.

Simpanan pokok yang harus dibayar ialah Rp.5.000,00 dan untuk juga setiap hasil panen yang dijual kepada koperarasi, para anggota dipotong sebesar 10% dari harga jual, untuk simpanan wajib.

Ayat jurnal yang dibuat untuk mencatatan simpanan pokok yanto ialah sebagai berikut :

Kas (debet) Rp. 5000,00
Simpanan (kredit) Pokok/yanto Rp.5.000,00

Pada Tanggal 7 desember 2012, yanto akan membeli bibit, pupuk dan juga alat semprot seharga Rp.10.000,00. Ayat jurnal yang akan dibuat untuk mencatat transaksi ini adalah sebagai berikut :

Kas (debet) Rp. 10.000,00
Penjualan Kepada Anggota / yanto (kredit) Rp.10.000,00

Perhatikan bahwa penjualan diatas, juga akan dicatat di buku tambahan. Dalam hal ini koperasi akan juga menyelenggarakan suatu buku tambahan untuk penjualan yang akn dilakukan kepada anggota dirinci menurut namanya.

Penjualan kepada pihak di luar anggota harus dicatata dalam perkiraan yang tersendiri dan tidak akan perlu dibuatkan buku tambahan.

Sebagai contoh, anggaplah bahwa pada tanggal 1 Oktober 2012 itu penjualan kepada bukan anggota yang berjumlah Rp.60.000,00. Ayat jurnal yang akan dibuat ialah sebagai berikut :

  • Kas (debet) Rp.60.000,00
  • Penjualan kepada bukan anggota (kredit) Rp. 60.000,00

Tanggal 1 Oktober 2012, anto akan menjual hasil panennya kepada koperasi dengan harga Rp.50.000,00. Dari penjualan ini, di samping wajib, Suharto akan menyetorkan Rp.10.000,00 sebagai simpanan sukarela. Ayat jurnal yang akan dibuat ialah sebagai berikut :

  • Pembelian dari anggota / yanto (debet) Rp. 50.000,00
  • Simpanan Wajib atau yanto (kredit) Rp.5.000,00
  • Simpanan Sukarela atau yanto (kredit) Rp.10.000,00
  • Kas (kredit) Rp.35.000,00
Baca Juga :  Pengertian Audit

Simpanan wajib sebesar Rp.5.000,00 akan dihitung : 10% dari Rp. 50.000,00. Untuk perkiraan simpanan wajib maupu juga simpanan sukarela, kembali koperais akan juga membuat buku tambahan untuk setiap pada anggota.

Pembelian dari anggota juga akan dicatat dalam buku tambahan. Seperti halnya penjualan, pembelian dari bukan anggota dicatat dalam suatu perkiraan tersendiri dan tidak akan perlu dibuatkan buku tambahan.

Misalnya, suatu pembelian dari bukan anggota sebesar Rp.18.000,00 akan dicatat dalam jurnal sebagai berikut yakni:

Pembelian dari bukan anggota (debet) Rp. 18.000,00
Kas (kredit) Rp. 18.000,00

Jurnal Khusus Koperasi

Akan dibuat apabila koperasi itu akan bergerak dalam bidang perdagangan,lalu sehingga aturannya hampir sama dengan akuntansi perusahaan dagang. Jurnal khusus yang akan diperlukan sebanyak empat buah dan ditambah 1jurnal umum. Jurnal yang dimaksud ialah:

a. Jurnal Khusus penerimaan kas atau jurnal kas masuk

Jurnal ini sering digunakan untuk mencatat suatu transaksi yang akan berhubungan dengan penerimaan uang tunai dari segala sumber.

Sumber-sumber yang termasuk dalam jurnal penerimaan kas ini juga berasal dari penerimaan simpanan dari anggota (pokok, wajib, maupun juga sukarela), penjualan tunai, pelunasan simpan pinjam, pelunasan piutang,ataupun juga pendapatan-pendapatan tunai yang lainnya (kolom serba-serbi).

b. Jurnal pengeluaran kas atau junal kas keluar

Jurnal ini sering digunakan untuk mencatat suatu transaksi pengeluaran uang tunai untuk medapat segala keperluan. Pengeluaran-pengeluaran itu antara lain untuk suatu pembelian barang dagangan secara tunai,

Pembayaran utang, pemberian piutang kepada anggota, maupun juga pembelian-pembelian tunai yang lainnya (serba-serbi).lalu Demikian pula untuk pembayaran pada beban-beban koperasi.

c. Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan ini sering juga digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan maupun juga barang-barang lain secara kredit baik kepada anggota maupun juga bukan anggota.

Baca Juga :  Contoh Segmentasi Pasar

Sehingga dalam format jurnal ini akan dipisahkan penjualan kepada anggota dengan penjualan pada bukan anggota. Penjualan barang-barang selain barang dagangan akan dimasukkan ke dalam kolom serba-serbi.

d. Jurnal pembelian

Jurnal ini akan digunakan untuk mencatat suatu transaksi pembelian barang dagangan maupun barang yang lain secara kredit baik dari anggota maupun juga bukan anggota.

e. Jurnal umum

Jurnal ini sering digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak akan dapat dimasukkan ke dalam jurnal khusus.

Yang juga termasuk dalam kategori jurnal umum merupaka suatu transaksi pengembalian barang dagangan, penyusutan harta tetap, perhitungan barang yang rusak atau juga hilang, dan untuk mencatat pembagian SHU pada setiap periode.

Baca juga :

Demikian Koperasi Pemasaran : Aktivitas,Transaksi dan Jurnal Khusus yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

Koperasi Pemasaran
5 (100%) 1 vote[s]