Pengertian Literasi Keuangan

Posted on

GuruAkuntans.co.id Kali ini akan membahas tentang pengertian literasi keuangan beserta Aspek, tingkat dan pengukuran literasi keuangan. Berikut penjelasannya…

Pengertian Literasi Keuangan

Literasi Keuangan adalah tingkat pengetahuan, keterampilan, kepercayaan publik mengenai lembaga keuangan dan produk serta layanan mereka sebagaimana diuraikan dalam parameter ukuran indeks (Otoritas Jasa Keuangan, 2014).

Literasi keuangan sangat penting bagi seseorang dalam membuat keputusan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari

seperti dalam membuat keputusan untuk menabung (investasi) atau investasi (Investasi) untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Literasi keuangan tidak hanya bermanfaat bagi individu itu sendiri tetapi juga untuk keberlanjutan sistem ekonomi suatu negara.

Berikut ini adalah beberapa pengertian literasi keuangan dari beberapa sumber buku:

Menurut Strategi Literasi Keuangan Nasional Indonesia (2013: 80)

Literasi keuangan merupakan serangkaian proses atau kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri (skill) dan keterampilan (skill) konsumen dan masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola keuangan lebih baik.

Menurut Mitchell

Literasi keuangan adalah kemampuan seseorang untuk memproses informasi ekonomi yang diperoleh dan membuat keputusan untuk membuat perencanaan keuangan, akumulasi keuangan, pensiun, dan utang (Farah dan Sari, 2015: 134).

Menurut OJK (2014)

Literasi keuangan yaitu wawasan, keterampilan, dan kepercayaan, yang mempengaruhi sikap serta perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan manajemen keuangan untuk mencapai kemakmuran.

Menurut Kaly, Hudson dan Vush (2008)

Literasi keuangan adalah kemampuan untuk memahami kondisi keuangan dan konsep keuangan dan untuk mengubah pengetahuan itu secara tepat menjadi perilaku (Widyawati, 2012).

Baca Juga :  Jaminan Kredit

Aspek-aspek Literasi Keuangan

Menurut Chen dan Volpe, literasi keuangan dibagi menjadi empat aspek, yaitu sebagai berikut (Ulfatun et al, 2016: 4):

  1. Memahami beberapa hal terkait pengetahuan dasar tentang keuangan pribadi.
  2. Savings and borrowing (tabungan dan pinjaman), bagian ini mencakup pengetahuan yang terkait dengan tabungan dan pinjaman seperti penggunaan kartu kredit.
  3. Insurance (asuransi), bagian ini mencakup pengetahuan dasar tentang asuransi, dan produk-produk asuransi seperti asuransi jiwa dan asuransi kendaraan bermotor.
  4. Investment (investasi), bagian ini mencakup pengetahuan tentang suku bunga pasar, reksadana, dan risiko investasi.

Tingkat Literasi Keuangan

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (2014), tingkat literasi keuangan seseorang dibagi menjadi empat jenis level, yaitu:

  1. Well Literate. Tahap seseorang mempunyai pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga layanan keuangan dan produk dan layanan keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait dengan produk dan layanan keuangan, dan memiliki keterampilan untuk menggunakan produk dan layanan keuangan.
  2. Suff Literate. Tahap seseorang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga layanan keuangan dan produk dan layanan keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban yang terkait dengan produk dan layanan keuangan.
  3. Less Literate. Tahap seseorang hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan layanan keuangan.
  4. Not Literate. Tahap seseorang tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan dan produk dan layanan keuangan, dan tidak memiliki keterampilan untuk menggunakan produk dan layanan keuangan.

Pengukuran Literasi Keuangan

Literasi keuangan tercermin dari pengetahuan kognitif dan kemampuan seseorang terkait keuangan.

Menurut Remund (2010: 45), ada empat hal paling umum dalam literasi keuangan, yaitu pengetahuan dan kemampuan mengenai penganggaran, tabungan, pinjaman dan investasi.

Baca Juga :  Pengertian PDB (Produk Domestik Bruto)

Variabel Literasi Keuangan secara luas mengukur kemampuan seseorang sehubungan dengan pemahaman nilai tukar, fitur layanan keuangan, catatan keuangan, sikap dalam menerbitkan keuangan.

Menurut Widayat (2010: 76), ada beberapa hal dalam mengukur literasi keuangan, yaitu:

  1. Menyusun / merencanakan anggaran pendapatan yang akan diterima.
  2. Menyusun / merencanakan biaya anggaran yang harus dikeluarkan.
  3. Kepatuhan dengan rencana anggaran pengeluaran.
  4. Memahami nilai uang riil.
  5. Memahami nilai nominal uang.
  6. Memahami inflasi.

Menurut Komisi Sekuritas & Investasi Australia, untuk mengetahui seberapa banyak tingkat literasi keuangan seseorang dapat digunakan langkah-langkah pengetahuan berikut ini (Yunikawati, 2012: 61):

  1. Pengetahuan seseorang tentang nilai suatu barang dan skala prioritas dalam hidupnya.
  2. Penganggaran, tabungan, dan cara mengelola uang.
  3. Manajemen kredit.
  4. Pentingnya asuransi dan perlindungan terhadap risiko.
  5. Dasar-dasar investasi.
  6. Perencanaan pensiun.
  7. Memanfaatkan dari berbelanja dan membandingkan produk ke mana harus mencari saran dan bimbingan informasi, dan dukungan tambahan.
  8. Bagaimana mengenali potensi konflik atas kegunaan (prioritisasi).

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan tentang pengertian literasi keuangan beserta Aspek, tingkat dan pengukuran literasi keuangan. Semoga bermanfaat.