Manajemen Kas

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang penjelasan manajemen kas. Berikut penjelasannya…

Pengertian Manajemen Kas

Kas Merupakan salah satu dari beberapa aktiva lancar. Kas bisa dipakai langsung dalam pembayaran kewajiban jangka pendek perusahaan.

Pengertian lain menyatakan bahwa kas merupakan nominal uang kontan ataupun segala bentuk aset yang mudah untuk dicairkan yang dimiliki perusahaan.

Kas dibutuhkan oleh perusahaan untuk berbagai macam hal. Penggunaan kas seperti untuk pendanaan terkait operasional perusahaan, pembiayaan aktiva tetap, keberlanjutan perusahaan (bahan baku, gaji karyawan, sarana operasional), bagi hasil saham, pajak, hutang, dll.

Bentuk kas yang biasa digunakan yaitu uang tunai, deposit, money order/kasbon dll.

Kas sangat diperlukan oleh perusahaan sehingga memiliki tujuan tertentu. Tujuan nya adalah penyimpanan kas oleh perusahaan dilatarbelakangi oleh 3 hal yaitu :

  1. Sebagai alat transaksi khususnya pada aktivitas operasional.
  2. Sebagai antisipasi kemungkinan ketidaklancaran pada aliran kas.
  3. Kas dipergunakan sebagai alat spekulasi khususnya pada pembelian surat berharga.

Penjelasan lengkap manajemen akuntansi

  1. Pentingnya Manajemen Kas

Seperti yang diketahui bahwa kas adalah aktiva yang sangat liquid. Kas dapat digunakan segera dalam pemenuhan kewajiban perusahaan. Liquiditas yang tinggi ini menunjukkan bahwa kas memberikan keuntungan yang sedikit.

Apa yang dimaksud keuntungan dari kas sedikit ? Bila perusahaan mengalokasikan kas ke rekening giro di bank maka manfaat yang diperoleh akan jauh lebih sedikit dari deposito yang memiliki likuiditas rendah.

Baca Juga :  Pengertian Manajemen

Oleh karenannya, manajemen kas dalam kasus ini sangatlah penting. Manajemen kas diperlukan untuk mengatur kas supaya jumlahnya tidak berlebihan dan tidak terlalu kecil.

  1. Definisi Manajemen Kas

Manajemen kas bisa diartikan sebagai pengelolaan uang yang dimiliki perusahaan dalam rangka pencapaian tersedianya kas yang paling optimal dan perolehan bunga maksimal dari uang tunai yang tidak terpakai.

Definisi lain dari manajemen kas adalah sistem pada pengaturan keuangan perusahaan yang khusus dalam arus kas. Sistem ini mencoba untuk mempertahankan likuiditas dari aset perusahaan.

Dapat diisimpulkan bahwa manajemen kas berfungsi untuk mengoptimalkan penggunaan kas.

  1. Tujuan Manajemen Kas

Manajemen kas memiliki tujuan khusus dalam pengelolaan kas. Tujuan manajemen kas yaitu :

  • Likuiditas

Manajemen perusahaan perlu memperhatikan likuiditas dari kas yang dimiliki supaya siap digunakan pada kondisi tertentu.

  • Earning

Setiap dana yang dialokasikan oleh perusahaan harus memiliki tujuan untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi. Hasil harus lebih tinggi dari kas yang dialokasikan. Sehingga alokasi pembiayaan pada manajemen kas harus dilaksanakan menggunakan prinsip ekonomi.

Sumber Kas

Terdapat berbagai sumber arus kas yang dimiliki oleh perusahaan pada pengaturan manajemen kas. Diantaranya :

  1. Hasil transaksi perdagangan termasuk piutang
  2. Penjualan aktiva tetap
  3. Adanya tambahan modal dari pemilik perusahaan
  4. Tanda bukti terhadap hutang seperti wesel, obligasi maupun hutang bank
  5. Pendapatan yang diperoleh dari luar usaha yang dijalankan seperti bunga
  6. Perolehan kas dari pembagian saham, pembayaran sewa, hadiah, maupun pajak periode sebelumnya

Aliran Kas

Terdapat dua aliran kas yaitu kas masuk atau cash inflow dan kas keluar atau cash outflow. Selain itu juga terdapat aliran kas yang berkelanjutan dan tidak berkelanjutan.

Aliran kas yang berkelanjutan seperti hasil transaksi perdagangan tunai, piutang. Dan sedangkan Aliran kas yang tidak berkelanjutan contohnya seperti modal pemilik perusahaan, kredit bank, hasil jual saham, serta hasil jual alat operasional perusahaan yang sudah tidak terpakai.

Baca Juga :  Pengertian Beragun Aset (EBA)

Aspek Dalam Manajemen Kas

Dalam membuat manajemen kas yang sesuai dengan aturan keuangan maka terdapat aspek yang diperlukan. Aspek itu adalah :

  1. Administrasi Kas Harian

Administrasi pada manajemen kas adalah administrasi kas yang digunakan dengan periode waktu yang singkat sangat diperlukan.

Administrasi Kas Harian merupakan sistem yang taat administrasi khususnya pada masukan dan keluaran kas dan saldo akhir. Cara kerja ini akan memberikan hasil yaitu laporan yang selalu baru dan sesuai kondisi.

Melalui administrasi kas harian juga mampu menyajikan informasi terkait struktur penerimaan dan pengeluaran kas serta saldo akhir jika diperlukan.

Pada Pernyataan Standar Akuntansi dikemukakan bahwa informasi berkenaan dengan arus kas bisa digunakan untuk penilaian kemampuan perusahaan.

Untuk menghasilkan kas serta pengembangan model dari user untuk memberikan nilai dan membandingkan nilai saat ini dan arus kas di masa yang akan datang yang juga dimiliki oleh bermacam-macam perusahaan.

Oleh karena nya peran administrasi kas harian akan memberikan manfaat untuk perusahaan. Keuntungan yang diperoleh khususnya didapatkan oleh manajer keuangan yang mempunyai tanggung jawab terhadap manajemen keuangan perusahaan.

  1. Budget Kas

Budget Kas adalah gambaran dari ramalan penerimaan dan pengeluaran kas di masa mendatang.

Pada budget kas, manajer keuangan membutuhkan informasi secara global tentang waktu dan jumlah arus kas yang diinginkan baik yang masuk maupun keluar dalam periode tertentu.

Seperti hal nya manajer keuangan akan menyusun budget kas selama satu tahun. Pada hal ini manajer keuangan memerlukan info sehubungan dengan jumlah keluar masuk kas selama periode tersebut.

Penyusunan budget kas bisa dilakukan secara berkala pada saat mingguan, bulanan maupun tahunan. Kunci dari penyusunan budget kas yaitu tingkat ketepatan dalam memprediksi jumlah penjualan.

  1. Safety Cash Balance

Pada manajemen kas, manajer keuangan akan mengusahakan aliran kas yang tertib dan teratur. Keseimbangan antara aliran kas yang masuk dengan yang keluar sangatlah penting.

Baca Juga :  Pengertian Biaya Tenaga Kerja

Kondisi kas yang berlebih atau excess cash balance akan menyebabkan rentabilitas. Penanaman modal disebabkan karena adanya uang tunai/kas yang kurang atau tidak produktif.

Begitu juga dengan kekurangan jumlah kas yang ada. Hal ini akan mengakibatkan perusahaan tidak bisa melaksanakan aktivitas operasional dan membayar kewajiban lancarnya. Dengan begitu perusahaan diharuskan untuk menyiapkan kas sesuai dengan yang diperlukan.

Faktor-Faktor Bertambahnya Kas dan Berkurangnya Kas

Terdapat berbagai faktor yang harus dipertimbangkan dalam manajemen kas. Yaitu faktor terkait penambahan dan pengurangan kas.

Faktor-faktor Penyebab bertambahnya Kas

Adapun faktor yang berpengaruh bertambahnya kas perusahaan adalah :

  1. Investasi yang diperoleh dari pemilik saham
  2. Hutang dari luar perusahaan
  3. Hasil penjualan aktiva tetap
  4. Penjualan kas
  5. Piutang
  6. Penyusutan

Baca dulu :

Faktor-faktor Penyebab berkurangnya Kas

Faktor-faktor yang menjadi penyebab berkurangnya kas adalah :

  1. Pembiayaan deviden
  2. Buy Back Saham
  3. Pemenuhan kewajiban (hutang dan bunga)
  4. Pembelian aktiva tetap
  5. Kegiatan operasional
  6. Pembayaran hutang perdagangan

Demikianlah pembahasa yang dapat kami berikan mengenai Pengertian manajemen kas, semoga dapat bermanfaat.