Pencatatan Kas

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang metode pencatatan kas mulai dari pengertian kas, metode metode yang digunakan, sampai dengan penyelesaiannya. Selamat membaca …

Pengertian Kas

Kas merupakan bagian dari asset yang tersusun dalam neraca yang letaknya paling atas. Karena kas merupakan aset lancar perusahaan yang sewaktu-waktu siap dicairkan (likuid). Kas terdiri dari uang logam, uang kertas, cek, giro dan uang ditangan atau uang di bank.

Macam – macam Kas

  • Kas Kecil (Petty Cash)
  • Kas di Bank
  • Kas Besar

KAS KECIL (PETTY CASH)

pencatatan kas

Kas kecil merupakan bagian dari kas, yaitu uang tunai yang disediakan perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek atau giro. Metode pencatatan Kas Kecil ada 2 yaitu :

  • Metode Imprest (metode dana tetap)
    Adalah suatu metode pengisian dan pengendalian kas kecil dimana jumlah kas kecil selalu tetap dari waktu ke waktu, karena pengisian kembali kas kecil akan sama dengan jumlah yang telah dikeluarkan. Kegiatan operasinya dana kas kecil dengan menggunakan imprest fund yaitu :
  1. Pembentukan Kas
  2. Penggunaan Kas
  3. Pengisian kembali kas kecil

Jurnal yang dibuat :

Kas kecil dibentuk
Kas kecil diisi
Jumlah kas kecil dinaikkan/diturunkan

Misalkan :

Pada tanggal 5 April 2010 PT. Liesti membentuk dana kas kecil sebesar RP 5 juta. Pada tanggal 15 April 2010 bendahara ingin mengisi kas kecil kembali karena dananya mau habis. Diantaranya pengeluaranya adalah sebagai berikut :

> Biaya Angkut penjualan Rp 1 juta
> Biaya Adsministrasi Rp 1 juta
> Biaya Perlengkapan Rp 1.5 juta
> Biaya Lain-lain Rp 1 juta

Baca Juga :  Pengertian Lembaga Keuangan (Bank)

Pada tanggal 25 April setelah bendahara memprediksikan dana kas kecil tidak cukup untuk biaya operasional maka bendara tersebut memberikan pertanggungjawaban kepada settle dana (kasir).

Pada tanggal 30 April perusahaan ingin menaikkan jumlah saldo kas kecil untuk bulan berikutnya sejumlah 6.000.000.

Penyelesaian :

metode impres

ingat pada saat transaksi pengeluaran kas kecil tidak dilakukan penjurnalan, penjurnalan dilakukan apabila bendahara memprediksikan dana kas kecil sudah mencapai minimum kemudian dilanjutkan pertanggungjawabkan kebagian settle dana).

Kelebihan metode dana tetap (Imprest Fund) adalah dananya selalu tetap kecuali ada perubahan kebijakan. Dalam hal ini perusahaan akan sebisa mungkin menekan biaya-biaya yang dikeluarkan melalui kas kecil. Karena jumlah dana yang dianggarkan selalu sama.

  • Metode Fluktuasi
    Adalah suatu metode pencatatan dan pengendalian kas kecil, dimana jumlah kas kecil akan selalu berubah sesuai dengan pengeluaran, penerimaan dan penambahan kas kecil. Pada sistem ini, pengelola kas kecil melakukan pencatatan pada buku kas kecil untuk setiap pengeluaran maupun penambahan dana kas kecil yang akan dijadikan dasar untuk diposting ke perkiraan-perkiraan buku besar.

Misalkan :
Pada tanggal 5 April 2010 PT. Liesti membentuk dana kas kecil sebesar RP 5 juta. Pada tanggal 15 April 2010 bendahara ingin mengisi kas kecil kembali karena dananya mau habis. Diantaranya pengeluaranya adalah sebagai berikut :

> Biaya Angkut penjualan Rp 1 juta
> Biaya Adsministrasi Rp 1 juta
> Biaya Perlengkapan Rp 1.5 juta
> Biaya Lain-lain Rp 1 juta

Pada tanggal 25 April perusahaan mengadakan pengisian kembali.

Pada tanggal 30 April perusahaan ingin menaikkan jumlah saldo kas kecil untuk bulan berikutnya sejumlah 6.000.000.

Penyelesaian :

misal Metode Fluktuasi

Jadi bisa dilihat perbedaanya ya…. Jangan sampe salah …

Kas Bank

Kas Bank adalah jumlah kas yang disimpan pada bank yang dapat ditarik setiap saat. Kas bank merupakan uang yang dimiliki perusahaan yang disimpan di bank. Kas dalam pengertian lain juga berarti simpanan. Pengertian simpanan yang bisa berupa bentuk giro/bilyet.

Kas Besar

Kas besar adalah kas prusahaan yang nilanya besar yang di simpan di bank. Jadi kas besar ini adalah uang prusahaan yang jumlahnya relatif besar, kas besar ini juga di simpan dibank,

Karena nilainya yang relatif besar atau banyak jika di cairkan dalam uang kertas, sehingga prusahaan menyimpannya dalam rekening giro. Kas besar bisa disebut juga dengan kas di bank. Dengan disimpan di bank uang prusahaan yang nilainya besar ini sangat lah aman.

Fungsi Kas Besar

Fungsi kas besar adalah untuk membeli atau membayar transaksi tertenu yang nilainya besar. Selain itu dengan menyimpannya uang di bank,

Baca Juga :  Pengertian Uang Kartal

maka prusahaan akan mendapatkan untuk dari bunga yang di berikan oleh pihak bank. Semakin besar uang yang disimapan, maka akan semakin besar pula bunga yang akan di dapat.

Contoh Kas Besar

Contoh kas besar ini ada banyak jenisnya seperti, rekening giro, deposito berjangka, deposito tidak berjangka, dan yang lainnya.

Baca Juaga :

Demikian pembahasan tentang metode pencatatan kas akuntansi. Smoga bermanfaat, jangan lupa dibagikan.

Pencatatan Kas
5 (100%) 1 vote[s]