Metode Penyusutan

Posted on

Metode Penyusutan – Nilai dalam sejumlah aset akan tetap akan menurun karena penggunaan aset tetap ini, sehingga dalam sebuah aset tetap dapat disusutkan dalam akuntansi.

Biaya dalam penyusutan yang digunakan terhadap akuntansi berfungsi sebagai mendistribusikan perolehan atau biaya produksi aset tetap selama masa manfaat tersebut.

Dalam kata lain, biaya terhadap penyusutan ialah dalam penurunan dalam sebuah nilai aset yang terjadi seiring waktu karena dalam penggunaan tersebut.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai Metode Penyusutan beserta penjelasan yang lainnya. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Penyusutan ?

Penyusutan adalah sebuah nilai aset tetap yang dapat disusutkan selama masa manfaat aset (aset yang dapat disusutkan).

Dalam penyusutan termasuk dengan suatu bentuk penyesuaian terus menerus atas harga suatu aset sesuai dalam penurunan kapasitas suatu aset, baik dalam depresiasi maupun dalam kuantitas dan kualitas.

Metode-Penyusutan

Dalam kata lain, sebuah metode penyusutan merupakan alokasi sebagian besar biaya perolehan sebuah aset tetap selama dalam masa manfaat aset tersebut. Jumlah yang bisa di depresiasi termasuk selisih antara nilai residu dan harga beli.

Ini merupakan adanya sebuah nilai aset pada akhir masa manfaatnya. Setiap perusahaan memainkan dalam sebuah peran penting dengan menentukan sebuah metode yang akan digunakan, yang memengaruhi dalam suatu jumlah penyusutan.

Baca Juga :  Hubungan Perencanaan dan Pengendalian

Faktor – Faktor yang Memengaruhi Biaya Penyusutan

Terdapat beberapa sebuah faktor yang dapat mempunyai dalam biaya penyusutan diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Harga Perolehan (Acquisition Cost)

Harga Perolehan merupakan adanya sebuah faktor yang paling berpengaruh dalam biaya penyusutan. Biaya membentuk dasar untuk menghitung dalam sebuah jumlah penyusutan per periode dalam akuntansi. Dalam harga tersebut yakni dapat didasarkan pada jumlah uang yang Anda habiskan untuk pembelian aset tetap sampai siap digunakan.

b. Umur Ekonomis Aktiva (Economical Life Time)

Sebagian besar dalam sebuah aset mempunyai 2 jenis umur, yakni fungsional dan fisik. Dalam usia fisik yang dapat dikaitkan terhadap kondisi fisik dalam sebuah aset. Suatu aset dikatakan mempunyai usia fisik jika dengan cara fisik masih dengan kondisi baik (meskipun mungkin telah memengaruhi fungsinya).

c. Nilai Residu (Salvage Value)

Nilai Residu adalah nilai perkiraan atau arus kas masuk potensial jika aset dijual pada saat aset dinonaktifkan. Nilai residu tidak selalu ada, ada kalanya aset tidak mempunyai sebuah nilai residu karena dalam aset tidak dijual.

Sedangkan dalam suatu penarikan atau alias terdiri dari logam bekas sampai benar-benar terkorosi. Tentu saja, tersebut tidak disarankan, alangkah baiknya dalam sejumlah aset tersebut bisa di daur ulang.

Jenis Metode Penyusutan Aset

Depresiasi yang dapat dipengaruhi dengan tiga faktor, yakni harga perolehan (Acquisition Cost), umur ekonomis aset (Economical Life Time), nilai residu (Salvage Value).

Terdapat 3 jenis metode dalam penyusutan yang bisa digunakan sebagai menentukan terhadap sebuah nilai aset yang telah kami tentukan dengan berdasarkan PP No. 71/2010, yakni:

a. Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method)

Metode linear yakni dapat digunakan sebagai menyebutkan dalam suatu pengeluaran untuk penggunaan aset di setiap periode. Contohnya, Anda membeli mobil dengan harga 500 juta rupiah dan sebuah nilai dalam sisa 100 juta rupiah. Jika masa manfaatnya adalah 4 tahun, seberapa tinggi depresi dalam satu tahun?

Penyusutann

b. Metode Penyusutan Unit Produksi (Unit of Production Method)

Menurut metode unit produksi, dalam sebuah penyusutan yang dapat didasarkan pada jumlah unit produk yang diproduksi terhadap periode tertentu. Biaya dalam penyusutan terhadap unit produksi dapat dihitung dengan berdasarkan unit-unit produksi.

Baca Juga :  Contoh Segmentasi Pasar

Penyusutan dalam sebuah periode individu dengan demikian sesuai dalam fluktuasi suatu hasil terhadap produksi. Dalam suatu metode ini yakni dapat menghitung dan dapat depresiasi terhadap unit produksi dengan menggunakan rumus:

Produksi-Dalam-Penyusutan

c. Metode Penyusutan Saldo Menurun Ganda (Double Declining Balance Method)

Metode saldo ganda merupakan adanya sebuah metode dalam penghitungan depresiasi dengan berdasarkan persentase nilai dalam buku awal pembelian produk untuk periode tertentu.

Persentase penyusutan bersih telah dua kali lipat dibandingkan dengan metode garis lurus. Metode penyusutan saldo ganda yakni dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

Harga-Perolehan-Penyusutan

Biaya dalam penyusutan yang digunakan terhadap akuntansi berfungsi sebagai mendistribusikan perolehan atau biaya produksi, biaya terhadap penyusutan ialah dalam penurunan dalam sebuah nilai aset.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Metode Penyusutan. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda.