Operasi Dasar Bilangan Bulat (Integer)

Posted on

Operasi Dasar Bilangan Bulat (Integer) – Operasi perhitungan pada matematika yaitu penjumlahan, perkalian, pengurangan, atau pun pembagian. Operasi tersebut dapat dilakukan pada bilangan apa saja. Bilangan terdiri dari bilangan bulat, bilangan real, bilangan prima, dan lainnya. Bilangan yang biasa kita gunakan yaitu bilangan real. Selain itu ada juga bilangan bulat yang kita gunakan.

Bilangan bulat masuk ke dalam kategori himpunan. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan bilangan bulat? Ya bilangan bulat merupakan bilangan yang biasa kita sebut seperti 1, 2, 3, dan seterusnya. Bilangan tersebut juga dapat dihitung. Operasi perhitungan dasar dari bilangan bulat itu apa saja.

Karena itu guruakuntansi.co.id akan memberikan penjelasan mengenai operasi dasar dari bilangan bulat (integer) yang dilengkapi dengan pengertian, aturan, contoh, dan tips and trick dari kami. Ayo kita belajar bersama.

Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan yang terdiri dari bilangan cacah merupakan bilangan bulat atau disebut dengan Integer. Bilangan cacah merupakan bilangan positif dan negatif yaitu …, -2, -1, 0, 1, 2, dan seterusnya.

Penjelasan Operasi Dasar Bilangan Bulat (Integer)

Terdapat beberapa jenis bilangan bulat di antaranya yaitu:
a. Bilangan bulat positif, yaitu bilangan yang berada di sebelah kanan dari angka nol di sebuah garis bilangan.
b. Bilangan nol, yaitu bilangan yang letaknya di tengah dan berdiri sendiri pada garis bilangan.
c. Bilangan bulat negatif, yaitu bilangan yang berada di sebelah kiri angka nol di sebuah garis bilangan.

Operasi Dasar Bilangan Bulat

Perhitungan merupakan hal yang biasa dilakukan pada pelajaran matematika. Operasi perhitungan terdiri dari berbagai macam. Berikut ini operasi dasar bilangan bulat yaitu:

Baca Juga :  Cara Memecahkan Soal Persamaan Linear Dua Variabel

1. Operasi Penjumlahan Bilangan

Untuk penjumlahan dari kecil kita sudah diperkenalkan. Bahkan sebelum bersekolah pun kita telah diajarkan. Tetapi terdapat materi dari penjumlahan yang diajarkan ketika kita berada di kelas 3 atau 4 SD hingga tingkat selanjutnya. Perhitungan tersebut yaitu perhitungan dengan bilangan bulat negatif.

Tentunya berbeda dengan penjumlahan pada bilangan bulat positif, bilangan negatif tidak bisa langsung hitung dengan prinsip yang sudah diajarkan sejak kecil ya. langsung ditambah aja jika angka tersebut angka negatif.

Berikut ini merupakan aturan dalam penjumlahan yaitu:

-a+(-b) = -(a + b)
-a + b = b – a
a + (-b) = a – b

Misalkan:

  • -1 + (-2) = -(1 + 2) = -3
  • -1+2 = 2 – 1 = 1
  • 1 + (-2) = 1 – 2 = -1
  • 1 + 2 = 3

2. Operasi Pengurangan Bilangan

Aturan yang digunakan pada pengurangan yaitu:

a – b = a + (-b)
-a – b = – (a + b)

Misalkan:

  • 1 – 2 = 1 + (-2) = -1
  • -1 – 2 = – (1 + 2) = -3

3. Operasi Perkalian Bilangan

Pada perkalian bilangan tentunya akan berbeda dengan operasi penjumlahan dan pengurangan. Pada operasi perkalian aturan yang berlaku yaitu:

a x b = ab
(-a)x(b) = – (a x b)
a x (-b) = – (a x b)
(-a)x(-b) = a x b

Contoh:

  • 2 x 3 = 6
  • -2 x 3 = – (2 x 3) = -6
  • 1 x (-2) = – (1 x 2) = -2
  • -1 x (-2) = 1 x 2 = 2
Ingat.
Jika tanda negatif bertemu dengan negatif maka hasilnya akan positif. Sedangkan jika negatif bertemu dengan positif hasilnya negatif. Cara ini dapat digunakan untuk mengerjakan operasi perkalian dan pembagian.

4. Operasi Pembagian Bilangan

Sama seperti aturan pada perkalian, berikut ini aturan dari pembagian:

b : a = c sama dengan b = a x c

Contohnya:
2 : 1 = 2 sama dengan 2 = 1 x 2

Tips and Trick.
Untuk operasi perkalian dan pembagian cara pengerjaan hitungannya yaitu sebagai berikut:
a. Yang bertanda sama akan menghasilkan nilai positif. Misal negatif dengan negatif, positif dengan positif. Hasilnya yaitu positif.
b. Yang berbeda tanda akan menghasilkan nilai negatif. Misal negatif dan positif akan menghasilkan negatif.

5. Operasi Perpangkatan

Untuk perpangkatan, aturan yang digunakan yaitu:

Baca Juga :  Rumus Segi Delapan Mencari Luas, Keliling, dan Diagonal

a2 = a x a
(-a)2 = -a x (-a)
a3 = a x a x a
(-a)3 = -a x (-a) x (-a) = -(a x a x a)

Sebagai contoh:

  • 22 = 2 x 2 = 4
  • (-2)2 = -2 x (-2) = 4
  • 33 = 3 x 3 x 3 = 27
  • (-3)3 = -3 x (-3) x (-3) = -(3 x 3 x 3) = -27

Bagaimana sudah bisa dipahami, bukan? Jika Anda masih kesulitas ingat tips and tricknya. Anda bisa menerapkannya untuk membantu memahami konsepnya.

Tips and Trick.
Untuk nilai yang bernilai negatif dan dipangkatkan dengan angka ganjil akan menghasilkan nilai negatif.

Demikianlah penjelasan mengenai operasi dasar dari bilangan bulat (integer) yang telah dijelaskan lengkap dengan pengertian, aturan, contoh disertasi dengan tips and trick. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda untuk lebih memahami operasi dasar dari perhitungan. Terima kasih.