Jenis Organisasi Bisnis

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini kita akan membahas tentang Jenis Organisasi Bisnis, Konsep dan Prinsip Akuntansi dari Perusahaan Perseorangan, Persekutuan ataupun Korporasi. Selamat membaca …..

Jenis Organisasi Bisnis

1. Perusahaan Perseorangan (Proprietorship)

Pemiliknya hanya satu orang yang disebut proprietor, yang seringkali mengelola jalannya bisnis. Perusahaan perseorangan cenderung berupa stok ritail kecil atau bisnis professional, seperti dokter, pengacara, dan akuntan.

Dari sudut pandang akuntansi, catatan setiap perusahaan perseorangan terpisah dari catatan pemiliknya. Catatan akuntansi perusahaan perseorangan tidak memasukkan catatan pribadi proprietor. Akan tetapi, dari sudut pandang hukum, perusahaan merupakan proprietor.

2. Persekutuan (partnership)

Yaitu menggabungkan dua atau lebih individu sebagai pemilik bersama. Setiap pemilik merupakan partner. Banyak toko ritail dan organisasi professional untuk dokter, pengacara dan akuntan merupakan persekutuan.

Sebagian besar persekutuan berukuran kecil atau sedang, tetapi ada juga yang berukuran raksasa, yang memiliki 1.000 atau lebih partner. Dari sudut pandang akuntansi, persekutuan merupakan organisasi yang terpisah berbeda dari para partner.

Namun dari sudut pandang hukum, persekutuan merupakan partner seperti pada perusahaan perseorangan.

Jenis Organisasi Bisnis

3. Korporasi (corporation)

Adalah perusahaan yang dimiliki oleh para pemegang saham (stockholder, atau shareholder), yaitu orang yang memiliki bagian kepemilikan dalam perusahaan itu.

Suatu perusahaan akan menjadi korporasi apabila pemerintah Negara bagian menyetujui akte pendiriannya. Tidak seperti perusahaan perseorangan dan persekutuan, korporasi merupakan entitas hukum yang terpisah dari para pemiliknya.

Baca Juga :  Pengertian Capital (Modal)

Ada yang membedakan antara korporasi dengan perusahaan perseorangan atau persekutuan, dimana perbedaan ini yang membuat korporasi begitu popular, dmana orang dapat melakukan investasi dalam korporasi dengan resiko pribadi yang terbatas diataranya :

  1. Jika perusahaan perseorangan atau persekutuan tidak dapat membayar utangnya, pemberi pinjaman dapat menyita aktiva pribadi para pemilik untuk memenuhi kewajiban itu;
  2. Jika korporasi bangkrut, pihak pemberi pinjaman tdak dapat menyita aktiva pribadi para pemegang saham.

Faktor lain kenapa korporasi begitu popular adalah pembagian kepemilikan kedalam saham individual.

Contoh : Coca cola company memiliki miliaran saham yang dimiliki oleh banyak pemegang saham. Seorang investor yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan coca cola dapat menjadi pemegang saham dengan membeli 50, 100, 5.000 atau berapapun saham perusahaan tersebut.

4. Persekutuan dengan Kewajiban Terbatas (LLP) dan Perusahaan dengan Kewajiban Terbatas (LLC)

Persekutuan dengan kewajiban terbatas (limited – liability partnership = LLP) adalah sala satu perusahaan dimana seseorang partner tidak dapat menciptakan kewajiban yang besar bagi partner lainnya.

Setiap partner hanya bertanggungjawab atas tindakannya sendiri dan hal yang berada dibawah kendalinya. Perusahaan dengan kewajiban Terbatas ( Limited –liability Company), perusahaan bukan proprietor, yang bertanggungjawab atas hutang perusahaan.

Perbandingan 4 bentuk organisasi bisnis

Konsep dan Prinsip Akuntansi

Peraturan yang mengatur akuntansi dikenal sebagai GAAP (Genarally Accepted Accounting Principles) atau prinsip – prinsip akuntans yang diterima umum.

Konsep Entitas

Adalah organisasi yang berdiri sendiri sebagai unit ekonomi yang terpisah. Dengan cara menarik batas di antara setiap entitas agar kita tidak mencampuradukkan urusan entitas tersebut dengan urusan entitas lainnya.

Contoh : perusahaan “SAYA” membentuk modal awal untuk memulai usaha dengan dana sebesar Rp 100juta yang diperoleh dengan hutang bank.

Baca Juga :  Pengertian Laba Rugi

Menurut konsep entitas maka perusahaan “SAYA” akan memperhitungkan dana sebesar Rp 100juta itu scara terpisah dari aktiva pribadi seperti pakaian dan mobil.

APABILA uang Rp 100juta dicampur dngan aktiva pribadi, amak akan sulit mengukur keberhasilan atau kegagalan perusahaan “SAYA’ Intinya ada batasan atau pemisahan antara harta perusahaan dengan harta pribadi sehingga memudahkan untuk menganalisanya.

Prinsip Reliabilitas (Obyektivitas)

Atau disebut juga pedoman yang didasarkan pada data yang handal dimana data yang dapat diverifikasi artinya data itu dapat dikonfirmasikan oleh setiap pengamat yang independen.

Misal : perusahaan melakukan penjualan barang, maka untuk membuktikan bahwa transaksi ini handal adalah penjualan tersebut disertai adanya surat penawaran dari perusahaan.

Dan dilengkapi Purchase Order dari pembeli kemudian disertai pula adanya konfirmasi pembayaran yang menjlaskan bagaimana syarat-syarat jual tersebut (syarat pembayaran, penyerahan barang dll).

Prinsip Biaya (Cost Principal)

Menyatakan bahwa aktiva dan jasa yang diperoleh harus dicatat pada biaya aktualnya.

Misal : perusahaan “SAYA” membeli barang elektronik seharga Rp 2juta, harga ini sebenarnya lebih murah jika dibandingkan apabila “SAYA” membeli ditempat lain.

Hal ini disebabkan karena penjual akan cuci gudang, sehingga barang dijual dengan harga terjangkau. Walaupun “SAYA” mengetahui harga diluar lebih mahal missal Rp 3juta maka dipembukuan akan tetap tercatat Rp 2juta karena pencatatan harus sebenarnya bukan diduga.

Prinsip biaya juga menyatakan bahwa catatan akuntansi harus terus melaporkan biaya historis aktiva selama umur manfaatnya.

Misalnya elektronik itu dibeli setahun yang lalu seharga Rp 2juta dan sekarang apabila dijual maka akan laku Rp 3juta (naik). Maka pencatatan perusahaan “SAYA” tetap Rp 2juta bukan Rp 3 juta.

Konsep Going Concern

Konsep ini mengasumsikan bahwa entitas akan tetap beroperasi selama jangka waktu dimasa depan yang dapat diramalkan.

Baca Juga :  Kode Etik Profesi Akuntan

Bersadarkan konsep ini, akuntan mengasumsikan bahwa perusahaan akan beroperasi cukup lama sehingga dapat menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang digariskan.

Konsep Unit Moneter Yang Stabil

Di Amerika Serikat kita mencatat transaksi dalam dolar karena dolar merupakan media pertukaran. Nilai dolar dapat berubah dari waktu ke waktu, dan kenaikan tingkat harga disebut inflasi.

Selama periode inflasi, satu dollar akan membeli lebih sedikit makanan untuk anda dan lebih sedikit bahan bakar untuk mobil anda. Bagaimanapun juga akuntan mengasumsikan bahwa daya beli dollar masih stabil.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan tentang jenis organisasi bisnis, konsep dan prinsip akuntansi. Smoga Bermanfaat …

Jenis Organisasi Bisnis
5 (100%) 1 vote[s]