Pahlawan Nasional Indonesia

Pahlawan Nasional Indonesia – Setiap 10 November, dalam sebuah bangsa kita telah mengingatkan bangsa Indonesia untuk memperingati kelahiran pahlawan atau Hari Pahlawan Nasional.

Dalam suatu dinamika ini begitu sangat penting dalam mengingat dan menghormati dalam jasa para pahlawan Indonesia dengan memerangi penjajah asing dengan keberuntungan dan taruhan hidup.

Siapa sajakah pahlawan Nasional Indonesia? Dalam pembahasan ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas mengenai biografi pahlawan Nasional. Yukk… Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Siapakah Nama Pahlawan Indonesia ?

Berikut merupakan beberapa pahlawan nasional beserta biografi lengkap, diantaranya ialah sebagai berikut:

Pahlawan-Nasional-Indonesia

1. Ahmad Yani

Ahmad Yani telah lahir pada 19 Juni 1922 di Purworejo, Jenar, Jawa Tengah. Dalam semua anggota keluarga bekerja di pabrik gula Belanda. Pada awal tahun 1927, Ahmad Yani dan keluarganya pindah ke wilayah Batavia, tempat ayahnya bekerja untuk jenderal Belanda.

Pada tahun 1943, ia telah bergabung dengan Tentara Militer yang disponsori Motherland dan melanjutkan pendidikannya di Magelang. Setelah menyelesaikan pelatihan ini, Ahmad Yani diminta menjadi seorang komandan peleton dan kemudian telah pindah ke wilayah Bogor, yakni daerah Jawa Barat.

2. As’ad Syamsul

K.H.R. As’ad Syamsul Arifin telah lahir di Mekah pada tahun 1897 dan telah meninggal dalam tanggal 4 Agustus 1990 di wilayah Situbondo, daerah Jawa Timur, pada usia 93 tahun. K.H.R. As’ad merupakan seorang Ulama yang hebat dan pada saat yang sama seorang tokoh Nahdlatul Ulama dan terakhir menjabat sebagai penasihat (musytasar) dan ia melayani di Nahdlatul Ulama yakni sampai akhir saat kematiannya atau hayatnya.

K.H.R. As’ad termasuk seorang utusan (Isyarah) dalam bentuk tongkat yang telah menyerupai dengan ayat-ayat dari Alquran dan oleh Khalil Al-Bangkalani untuk Hashim Asy’ari, dan pada saat itu beliau telah menjadi cikal bakal dalam berdirinya seorang Nahdlatul Ulama.

3. Cut Mutia

Cut Mutia telah lahir di wilayah Pirak, Keureutoe, Aceh Utara pada tahun 1970 dan meninggal pada 24 Oktober 1910. Cut Mutia merupakan pahlawan nasional Indonesia dari daerah Aceh. Pertama, Cut Mutia dengan suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong adalah pahlawan dalam perlawanan Belanda.

Mereka telah bergabung dengan di bawah kepemimpinan Teuku Muda Gantoe. Sementara Pang Nagroe terus berperang, dan dia akhirnya telah meninggal pada 26 September 1910.

4. Cut Nyak Dhien

Cut Nyak Dhien adalah pahlawan Indonesia yang lahir pada tahun 1984 di wilayah Lampadag, termasuk sebuah kerajaan Aceh. Dia adalah termasuk pahlawan wanita yang berada dalam suasana hati yang baik melawan Belanda.

Cut Nyak Dhien mempunyai suami yang bernama Teuku Umar. Dia merupakan salah satu pahlawan nasional di wilayah Indonesia yang meninggal dalam medan perang. Sementara Cut Nyak Dhien sendiri wafat pada 6 November 1908 dan telah dimakamkan di kota Sumedang, di wilayah Jawa Barat.

5. Idham Chalid

KH. Idham Khalid merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir pada 27 Agustus 1921 di Satui, Kalimantan Selatan. Belaiu meninggal pada 11 Juli 2010 pada usia 88 tahun. Idham Khalid adalah termasuk pahlawan paling berpengaruh di masanya.

Idham Khalid pada saat itu merupakan sebuah kepribadian termuda yang telah menjalankan adanya sebuah organisasi massa, dan merupakan salah satu dari orang yang paling lama melayani. Idham Khalid tidak hanya dikenal sebagai tokoh besar di era orde baru dan lama

6. Jendral Sudirman

Jendral Sudirman merupakan seorang pahlawan nasional bagi bangsa Indonesia yang telah memegang posisi sebagai Jenderal Jenderal Anumerta Sudirman. Ia menerima gelarnya pada usia 31 tahun. Jendral Sudirman merupakan seorang lelaki yang pantas menerima Revolusi Nasional Indonesia. Seorang pahlawan yang menjadi terkenal pada 1 Maret 1949 karena perkelahian dan serangan gerilya.

Sudirman memerintahkan kegiatan militer di wilayah pulau Jawa, termasuk serangan pada tanggal 1 Maret 1949 di Yogyakarta di bawah kepemimpinan Kolonel Seharto. Dia meninggal pada tanggal 29 Januari 1950 di Magelang, tepatnya pada usia 34 tahun.

7. John Lie

John Lie lahir pada 9 Maret 1911 di wilayah Menado dari keluarga Cina. Mula-mula, John merupakan seorang pelayaran komersial yang dimiliki oleh pemerintah Belanda, Koninklijke Pakertvaart Maatchappij atau sering disebut dengan KPM.

John yakni telah berhasil untuk membersihkan ranjau yang didirikan oleh Jepang untuk membubarkan pasukan Sekutu. Untuk jasanya, John dipromosikan menjadi Mayor. John berani menggunakan perahu motornya untuk mematahkan blokade angkatan laut Angkatan Laut Belanda di sekitar perairan Selat Malaka.

8. Raden Ayu Kartini

Raden Ayu Kartini atau Raden Adjeng Kartini merukan termasuk pahlawan nasional yang begitu sangat layak mendapatkan bangsa ini. Raden Adjeng Kartini telah lahir pada 21 April 1879 di Jepara.

Pada 12 November 1903, Kartini telah menikah dengan Bupati Rembang Singgih Djojo Adhiningrat, yang mempunyai seorang tiga istri. Kartini telah meninggal pada 17 September 1879 pada usia 25 tahun. Untuk memperingati layanan perang Kartini, hari ulang tahunnya selalu dirayakan sebagai Hari Kartini.

9. K. H. Ahmad Dahlan

Muhammad Darwis atau Ahmad Dahlan ialah termasuk pahlawan nasional Indonesia. Ia telah dilahirkan pada 1 Agustus 1868 di Yogyakarta. Dia adalah putra keempat dari tujuh saudara perempuan dari suatu keluarga K.H. Abu Bakar.

K.H. Abu Bakar merupakan cendekiawan ulung dan pengkhotbah terkenal di tempat Masjid Agung Kesultanan Yogyakarta. Ketika dia berusia 15 tahun, dia melakukan ziarah dan tinggal di kota Mekah yakni selama 5 tahun. Selama masa ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan adanya sebuah pemikiran dalam agama Islam.

10. Ki Hajar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, namanya telah berubah menjadi Ki Hajar Dewantara. Dia merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia, seorang aktivis kemerdekaan Pergercan, kolumnis, politisi, dan termasuk pelopor di dalam sebuah bidang pendidikan pribumi di era kolonial Belanda.

Dia merupakan pendiri sebuah Sekolah Taman Siswa di kota Yogyakarta. Lembaga pendidikan telah menawarkan dalam kesempatan kepada masyarakat adat untuk memperoleh hak atas pendidikan, seperti orang-orang Belanda dan priyayi.

11. Lafran Pane

Lafran Pane telah lahir pada 5 Februari 1922 di wilayah Padang Sidempuan. Menurut dalam berbagai tulisan sebelumnya, ia dilahirkan pada 12 April 1923 di Pangurabaan, sebuah desa di distrik Sipirok di sebuah kaki gunung Sibualbuali, yakni termasuk ibu kota Tapanuli selatan.

Lafran Pane telah memulai sebuah pendidikannya di pesantren Muhammdiyah Sipirok, diikuti dengan beberapa pesantren Islam K.H Ahmad Dahlan di desa Setia dekat desa Parsominan Sipirok. Dia adalah salah satu pendiri Himpunan Pelajar Islam (HMI), yang telah didirikan pada 5 Februari 1957.

12. Pangeran Antasari

Pangeran Antasari merupakan seroang pahlawan nasional Indonesia yang telah berperang untuk melawan Belanda selama era kolonial, terutama di daerah Banjar di Kalimantan Selatan. Pangeran Antasari lahir pada 1797 di Banjar. Di masa mudanya, Pangeran Antasari yakni bernama Gusti Inu Kartapati.

Pada 14 Maret 1862 Pangeran Antasari telah diangkat sebagai Banjar Sultan dan memiliki gelar Panembahan Amirudin Mukminin, terutama sebagai kepala pemerintahan, pemimpin agama senior dan termasuk dalam panglima perang. Pada tanggal 27 Maret 1968, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan dengan Pemerintah Republik Indonesia.

13. Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro ialah termasuk pahlawan nasional yang begitu sangat pantas dalam mendapatkan bangsa ini. Dia merupakan seorang keturunan Keratin di kota Yogyakarta. Bersama rakyat Indonesia telah melawan pemerintah Belanda dalam tahun 1825-1830.

Pangeran Diponegoro telah lahir pada 25 November 1785 di kota Yogyakarta dan telah meninggal pada 8 Januari 1855 di Makasar. Dia merupakan seorang putra pertama Sultan Hamengkubuwana III, yang menjabat sebagai raja ketiga kesultanan pada waktu itu. Nama Pangeran Diponegoro digunakan di beberapa kota besar di Indonesia sebagai nama jalan.

14. Pattimura

Pattimura, sering disebut sebagai Kapitan Pattimura, mempunyai sebuah nama asli yakni Thomas Matulessy. Kapittan Pattimura telah lahir pada 8 Juni 1783 di kota Maluku. Dia telah dikenal dalam seorang pemimpin dalam sebuah pasukan selama perang besar.

Pangeran Pattimura merupakan seorang pria yang telah berjuang sebagai daerah Maluku dalam perang melawan VOC Belanda. Sebelumnya, dia merupakan seorang mantan sersan militer Inggris. Sebagai panglima perang, ia telah mengelola dalam strategi perang beserta ajudannya. Ia diangkat pada tanggal 16 Mei 1817 yakni sebagai Kaptim Pttimura.

15. Soekarno

Soekarno atau Ir. Soekarno merupakan seorang presiden pertama di negara Indonesia dengan wakilnya yang bernama Dr. Soekarno ialah termasuk proklamator dalam sebuah kemerdekaan Indonesia dengan Muh Hatta yakni pada 17 Agustus 1945. Soekarno memainkan peran penting dalam pembebasan rakyat Indonesia.

Soekarno tidak hanya dalam proklamasi dan termasuk seorang presiden pertama, tetapi juga pendiri yayasan negara Indonesia Pancasila. Selain itu, ia adalah pembicara yang sangat berpengalaman dan politisi cerdas yang berbicara dalam delapan bahasa.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan dengan lengkap dan jelas yakni mengenai Pahlawan Nasional Indonesia. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

/* */