Pengertian Pembiayaan Bermasalah

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang pengertian pembiayaan bermasalah beserta jenis-jenis dan penyebabnya. Berikut penjelasannya…

Pengertian Pembiayaan Bermasalah

Pembiayaan bermasalah atau apa yang sering kita ketahui tentang Non Performing Loans (NPL) adalah gambaran situasi, di mana perjanjian pembayaran pinjaman berisiko gagal, bahkan cenderung menyebabkan/mengalami potensi kerugian (potensi kerugian).

Adanya pembiayaan yang bermasalah dalam jumlah tinggi akan menyebabkan kesulitan dan pada saat yang sama akan mengurangi tingkat kesehatan bank yang bersangkutan.

Peningkatan pembiayaan bermasalah telah mengakibatkan bank harus menyediakan cadangan penghapusan utang yang besar,

yaitu 1% untuk pembiayaan saat ini, 25% untuk pembiayaan dalam perhatian khusus, 50% untuk pembiayaan di bawah standar,

75% untuk pembiayaan yang diragukan dan 100% untuk pembiayaan yang diragukan. untuk gagal bayar, sehingga kapasitas Pembiayaan sangat terbatas.

Pembiayaan yang termasuk dalam kategori pembiayaan bermasalah adalah pembiayaan di bawah standar (diragukan), pembiayaan buruk (rugi) dan pembiayaan. B

ank Indonesia (BI) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) menetapkan bahwa rasio risiko kredit adalah 5%, yang diperoleh dengan membandingkan total pembiayaan bermasalah (NPL) dengan total pembiayaan yang dicairkan.

Rumus Pembiayaan Bermasalah:

Rumus Pembiayaan Bermasalah

Penyebab Pembiayaan Bermasalah

pengertian pembiayaan bermasalah

1. Karena Kesalahan Bank

Kesalahan yang disebabkan oleh bank biasanya meliputi:

  • Kurang memeriksa latar belakang calon pelanggan
  • Kurang tajam dalam menganalisis maksud dan tujuan penggunaan pembiayaan dan sumber pembayaran kembali;
  • Kurangnya pemahaman tentang kebutuhan keuangan aktual, calon pelanggan dan manfaat apa yang disediakan;
  • Tidak pandai menganalisis laporan keuangan calon pelanggan;
  • Daftar kondisi yang tidak lengkap;
  • Terlalu agresif;
  • Memberikan terlalu banyak uang saku;
  • Kurangnya pengalaman dari petugas keuangan atau petugas akun;
  • Petugas keuangan atau petugas rekening mudah dipengaruhi, diintimidasi, atau dipaksa oleh calon pelanggan
  • Keyakinan berlebihan;
  • Kurang melakukan tinjauan, meminta laporan, dan menganalisis laporan keuangan dan informasi keuangan lainnya;
  • Tidak melakukan kunjungan langsung di lokasi perusahaan pelanggan;
  • Kurang kontak dengan pelanggan;
  • Memberikan terlalu banyak pembiayaan tanpa menyadarinya;
  • Gangguan berlebihan dari pemilik;
  • Ikatan agunan kurang sempurna;
  • Ada kepentingan pribadi pejabat bank;
  • Berkompromi dengan prinsip-prinsip pembiayaan;
  • Tidak ada kebijakan;
  • Sikap yang mudah dari petugas akun.
Baca Juga :  Sistem Perhitungan Biaya

2. Karena Kesalahan Nasabah

Kesalahan yang disebabkan oleh pelanggan termasuk:

  • Pelanggan tidak kompeten;
  • Pelanggan tidak atau kurang pengalaman;
  • Pelanggan memberi sedikit waktu untuk bisnisnya;
  • Pelanggan tidak jujur;
  • Pelanggan serakah;

3. Faktor Eksternal

Sebagai hasil dari perubahan eksternal dalam enfirment diidentifikasi penyebab pembiayaan bermasalah, seperti perubahan lingkungan politik dan hukum, sektor riil, deregulasi keuangan dan ekonomi memiliki efek merugikan pada debitur.

Perubahan-perubahan ini merupakan tantangan berkelanjutan yang dihadapi oleh pemilik dan manajer perusahaan.

Salah satu kunci untuk mengelola kesuksesan bisnis adalah kemampuan mengantisipasi perubahan dan cukup fleksibel untuk mengelola bisnisnya.

Masalah eksternal akan timbul dari lingkungan eksternal, sebagai akibat dari kegagalan manajer untuk mengantisipasi dan menyesuaikan dengan baik perubahan-perubahan ini seperti kondisi ekonomi, Perubahan dalam perubahan peraturan atau bencana alam.

Jenis-Jenis Pembiayaan Bermasalah

1. Pembiayaan Memiliki Prospek

Yaitu pembiayaan yang diberikan kepada pelanggan mengalami kesulitan yang setelah diidentifikasi dan dievaluasi masalah disimpulkan bahwa Mudarib masih memiliki harapan untuk meningkatkan kolektibilitas pembiayaannya.

Pembiayaan yang termasuk dalam kategori ini adalah pembiayaan di bawah standar.

2. Pembiayaan Tidak Memiliki Prospek

Yaitu pembiayaan yang diberikan kepada pelanggan yang mengalami kesulitan, yang setelah diidentifikasi dan dievaluasi masalah disimpulkan bahwa mudarib tidak memiliki harapan untuk dapat meningkatkan kolektibilitas pembiayaannya.

Dan sumber pembayaran untuk pembiayaan yang diterima hanya diharapkan dari yang lain. bisnis atau menjual jaminan.

Pembiayaan yang termasuk dalam kategori ini adalah pembiayaan yang diragukan dan pembiayaan yang buruk.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan tentang pengertian pembiayaan bermasalah beserta jenis-jenis dan penyebabnya. Semoga bermanfaat.