Pengertian Pengambilan Keputusan (Decision Making)

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang pengertian Decision Making atau pengambilan keputusan beserta dasar, proses, dan juga jenisnya. Berikut penjelasannya…

Pengertian Pengambilan Keputusan (Decision Making)

Pengambilan Keputusan atau Decision making yaitu proses pemikiran dalam pemilihan beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai-nilai atau tujuan individu untuk mendapatkan hasil atau solusi mengenai prediksi masa depan.

Menurut Wang dan Ruhe (2007)

Pengambilan keputusan merupakan proses yang memilih pilihan atau tindakan yang disukai dari antara alternatif berdasarkan kriteria atau strategi yang diberikan.

Menurut Suharnan (2005)

Pengambilan keputusan adalah proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan di antara situasi yang tidak pasti.

Menurut Terry (2003)

Pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua atau lebih alternatif, tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui pemilihan salah satu alternatif yang mungkin.

decision making pengambilan keputusan

Dasar Pengambilan Keputusan

Menurut Terry (Syamsi, 2000: 16), keputusan yang diambil oleh seseorang umumnya didasarkan pada hal-hal berikut:

1. Intuisi

Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih subyektif, yang mudah dipengaruhi oleh saran, pengaruh eksternal, dan faktor psikologis lainnya.

Pengambilan keputusan berbasis intuisi membutuhkan waktu singkat untuk masalah dengan dampak terbatas.

2. Pengalaman

Keputusan berdasarkan pengalaman sangat berguna untuk pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memfasilitasi penyelesaian masalah.

3. Fakta

Keputusan berdasarkan beberapa fakta, data maupun informasi sehingga membuat keputusan yang bagus dan solid, tetapi untuk mendapatkan informasi yang cukup sangat sulit.

Baca Juga :  Pengertian Administrasi Niaga (Bisnis)

4. Wewenang

Keputusan yang didasarkan pada otoritas belaka akan menyebabkan sifat-sifat rutin dan berhubungan dengan praktik-praktik diktator.

Keputusan berdasarkan otoritas kadang-kadang oleh pembuat keputusan sering melewati masalah yang harus diselesaikan benar-benar menjadi kabur atau tidak jelas.

5. Rasional

Keputusan rasional terkait dengan kegunaan. Masalah yang dihadapi adalah masalah yang membutuhkan solusi rasional. Keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan rasional lebih objektif.

Proses Pengambilan Keputusan

Menurut Kotler (2000: 223), tahap-tahap proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi masalah. Dalam hal ini, diharapkan dapat mengidentifikasi masalah yang ada dalam suatu situasi.
  2. Pengumpulan dan analisa data. Pembuat keputusan diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat membantu memecahkan masalah yang ada.
  3. Membuat alternatif kebijakan. Setelah masalah ditentukan dengan benar dan diatur dengan baik, perlu dipikirkan cara untuk menyelesaikannya.
  4. Pemilihan salah satu alternatif terbaik. Pilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk menyelesaikan masalah tertentu dilakukan atas dasar pertimbangan atau rekomendasi yang cermat. Dalam memilih alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena ini menentukan alternatif yang digunakan akan berhasil atau sebaliknya.
  5. Implementasi keputusan. Dalam mengimplementasikan suatu keputusan itu berarti bahwa seorang pembuat keputusan harus dapat menerima dampak positif atau negatif. Ketika menerima dampak negatif, pemimpin juga harus memiliki alternatif lain.
  6. Memantau dan mengevaluasi hasil implementasi. Setelah keputusan dijalankan, seseorang harus bisa mengukur dampak dari keputusan yang telah dibuat.

Jenis-Jenis Pengambilan Keputusan

1. Keputusan Terperogram (Program Decision)

Keputusan yang Diprogram atau Program Keputusan adalah keputusan yang dibuat pada kondisi atau hal-hal yang rutin dan sering terjadi menggunakan prosedur operasi standar atau biasanya dikenal sebagai SOP (Prosedur Operasi Standar).

Baca Juga :  Pengertian Merger

Program decision cukup efektif dalam menangani masalah sehari-hari di organisasi seperti permintaan cuti karyawan, permintaan pembelian peralatan kantor, dan permintaan lembur karyawan.

Setelah keputusan dibuat, program menentukan proses atau prosedur yang harus diikuti ketika situasi yang sama berulang.

Aturan, prosedur, dan kebijakan yang dibuat untuk menangani masalah rutin biasanya ditetapkan sebagai Standar Perusahaan.

2. Keputusan Tidak Terperogram (Non-Programed Decision)

Keputusan yang Tidak Diprogram atau Tidak Diprogram adalah keputusan yang diambil atas masalah yang unik dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Keputusan Non-Program tidak terstruktur dan tidak memiliki prosedur standar seperti dalam Program Keputusan.

Karena masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya, diperlukan penilaian dan kreativitas dalam membuat keputusan.

Baca Juga :

Demikianlah tentang pengertian Decision Making atau pengambilan keputusan beserta dasar, proses, dan juga jenisnya. Semoga bermanfaat.

Pengertian Pengambilan Keputusan (Decision Making)
5 (100%) 2 vote[s]