Pengertian Demokrasi

Posted on

Pengertian Demokrasi – Sistem dalam suatu pemerintahan yakni dengan memberikan semua warga negara kesempatan untuk membuat keputusan. Di mana keputusan ini akan memengaruhi adanya suatu kehidupan semua orang.

Warga negara yakni dapat berkontribusi dengan cara langsung, atau dengan melalui perwakilan yang begitu relevan, untuk membuat suatu undang-undang, menyusun dan mengembangkan undang-undang.

Dalam pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Demokrasi. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Demokrasi ?

Pengertian Demokrasi merupakan adanya suatu bentuk dalam pemerintahan di mana semua warga negara yakni mempunyai suatu hak yang sama untuk membuat keputusan yang mengubah hidup.

Demokrasi yakni dapat memungkinkan warga negara untuk berpartisipasi dalam perumusan, pengembangan dan legislasi secara langsung atau melalui perwakilan. Demokrasi meliputi kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang memungkinkan kebebasan politik yang setara dan bebas.

Pengertian-Demokrasi

Demokrasi yakni telah merupakan adanya suatu seperangkat terhadap gagasan dan prinsip tentang kebebasan serta praktik dan prosedur. Demokrasi menegaskan kembali penghormatan terhadap martabat manusia.

Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yakni dēmokratía artinya kekuatan rakyat yang dibentuk oleh demos yang artinya rakyat dan kratos atau kekuatan di kratos pada abad ke-5 SM merujuk pada sistem politik negara-negara Yunani salah satu dari Athena Istilah ini adalah antarmuka untuk “kekuatan elit” aristokrasi.

Dengan cara teori, kedua definisi tersebut saling bertentangan, tetapi kenyataannya tidak pernah jelas. Sistem politik Athena klasik, contohnya dalm suatu demokrasi untuk elit, yang bebas dan tidak termasuk anak-anak dan perempuan dengan partisipasi politik.

Baca Juga :  Sejarah Perumusan Pancasila

Sejarah Demokrasi

Sistem demokrasi telah beroperasi yakni sejak zaman Yunani kuno. Dengan sistem ini, orang dapat terlibat langsung dalam pengambilan keputusan tentang kelangsungan dalam suatu hidup bernegara.

Karena itu, semua masalah pemerintah harus ditangani langsung ke masyarakat. Demokrasi murni atau demokrasi langsung adalah sistem yang diciptakan pada waktu itu.

Akan tetapi, dalam adanya suatu sistem saat ini tidak begitu relevan untuk implementasi. Didirikan dengan DPR seperti saat ini. Sebagai perpanjangan dari aspirasi rakyat. Situasi tersebut yakni telah mengarah pada demokrasi representatif atau demokrasi tidak langsung.

Indonesia tersebut yakni telah menerapkan dalam suatu sistem demokrasi yang telah dijalankan oleh pemerintah Sukarno. Demokrasi dipromosikan di Pancasila selama era Soeharto.

Sampai reformasi, negara Indonesia masih mengendalikan sistem demokrasi Pancasila. Sejarah demokrasi yang singkat ini harus dipahami oleh setiap warga negara Indonesia.

Akan tetapi, dalam fase reformasi ini, Indonesia mulai memahami arti sebenarnya dari demokrasi. Karena bisa menahan pemilihan presiden langsung, pemimpin daerah, dan legislator.

Perubahan dalam status regional dan perluasan juga telah disediakan oleh pemerintah pusat. Ini dilakukan untuk memberi tahu semua orang apa yang mereka inginkan dan untuk menjangkau publik.

Prinsip Demokrasi

Contoh-Demokrasi

Terdapat berbagai prinsip dalam demokrasi ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Negara Berdasarkan Konstitusi

Prinsip ini berkaitan dengan konstitusi (hukum dasar) atau hukum yang ditetapkan lainnya. Konstitusi berfungsi sebagai dasar di negara bagian dan negara.

Fungsi Konstitusi adalah untuk membatasi kewenangan pemerintah dan untuk melindungi hak-hak rakyat. Dengan cara ini publik tidak diperlakukan oleh pihak berwenang.

b. Kebebasan Berpendapat dan Berserikat

Setiap warga negara yakni dapat menemukan dalam suatu organisasi atau asosiasi. Dengan pengecualian pembatasan hak untuk kebebasan berekspresi. Akan tetapi, pendapat ini harus dilakukan melalui kecerdasan.

Baca Juga :  Hukum Perusahaan

c. Peradilan Tidak Memihak dan Bebas

Pemerintah tidak bisa ikut campur dalam peradilan. Karena sistem pemerintahan tunduk pada keadilan, maka ia bebas. Netralitas sangat penting agar Anda dapat mengidentifikasi masalah dengan benar dan jelas.

Sehingga hakim yakni bisa bekerja secara baik dengan mengejar adanya suatu keadilan. Kemudian dapat membuat suatu keputusan yang tepat dalam berbagai hal apa pun.

d. Penegakan Hukum

Kebenaran dan keadilan tidak dapat diciptakan tanpa penuntutan. Penerapan hukum harus kasar atau kasar. Karena setiap warga negara mempunyai suatu posisi yang sama sebelum dihakimi. Karena itu, setiap pelanggaran hukum harus menuntut hukuman berat atas apa yang dilakukannya.

e. Pergantian Pemerintah Secara Berkala

Agar otoritas tidak dapat disalahgunakan, mereka harus berganti pemerintah secara teratur. Ini meminimalkan kemungkinan korupsi, kerja sama, dan bahkan nepotisme. Pemilihan harus dilakukan dengan adil dan jujur. Dengan hormat, bisa mempercayai pemimpin yang bisa untuk dipercaya.

f. Kebebasan Pers

Pers adalah perusahaan media untuk aspirasi warga. Karena itu dapat memberikan kritik dan saran kepada pemerintah yang merupakan pengambil keputusan dalam kebijakan publik.

Fungsi pers yang lain adalah cara untuk mensosialisasikan semua program pemerintah. Ini menciptakan komunikasi yang baik antara publik dan pemerintah.

g. Jaminan Atas Hak Asasi Manusia

Selain melindungi hak asasi manusia, sistem demokrasi harus berhasil. Karena hak dasar ini adalah hak setiap orang. Negara juga harus berusaha tanpa melanggar hak asasi manusia. Baca lebih lanjut tentang jenis hak asasi manusia.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Demokrasi. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.