Pengertian Elastisitas Permintaan

Posted on

Pengertian Elastisitas Permintaan – Salah satu ruang lingkup ekonomi mikro adalah teori permintaan, dalam teori permintaan, jika harga suatu barang naik, permintaan turun, begitu pula sebaliknya. Padahal dalam teori penawaran, semakin tinggi harga barang maka semakin tinggi penawarannya, begitu pula sebaliknya.

Elastisitas permintaan merupakan gejala atau indikator kondisi perekonomian. Saat harga barang turun maka jumlah permintaan barang akan meningkat, sedangkan saat harga suatu barang meningkat maka jumlah permintaan barang semakin kecil. Elastisitas permintaan ditunjukkan oleh persentase perubahan kuantitas yang diminta dan harga.

Nah, di postingan ini kami akan membahas tentang pengertian elastitas permintaan. Tapi sebelum itu, mari bahas dulu pengertian elastitas.

Pengertian Elastisitas

pengertian elastisitas permintaan

Elastisitas adalah derajat respon terhadap permintaan atau penawaran yang mempengaruhi perubahan harga. Derajat ini menunjukkan seberapa besar permintaan dan penawaran berpengaruh terhadap perubahan harga suatu produk.

Semakin elastis suatu kurva, sedikit perubahan harga akan menyebabkan perubahan besar dalam kuantitas produk yang dibeli di pasar. Sebaliknya, jika kurva tidak elastis, maka diperlukan perubahan harga yang lebih besar untuk mempengaruhi perubahan kuantitas produk di pasar.

Jika digambarkan, elastisitas ini dapat diwakili oleh kurva permintaan dan penawaran. Kurva yang lebih elastis akan menjadi horizontal, sedangkan yang tidak elastis akan lebih miring atau cenderung vertikal.

Dalam hal elastisitas, istilah “datar” adalah kurva horizontal. Semakin datar elastisitas suatu kurva, semakin dekat kurva tersebut ke bentuk horizontal. Sebuah kurva yang sangat elastis akan menjadi horizontal, semakin kurang elastis akan vertikal, tetapi kedua kondisi ini mewakili situasi yang ekstrim.

Baca Juga :  Laporan Keuangan

Nah, sekarang kalian sudah tahu apa itu elastitas

Pengertian Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah derajat kepekaan perubahan kuantitas yang diminta barang terhadap perubahan harga. Perubahan harga sangat mempengaruhi kuantitas barang yang diminta.

Semakin elastis suatu permintaan barang berarti kuantitas barang yang diminta konsumen semakin fluktuatif, baik naik maupun turun. Elastisitas atau besar kecilnya perubahan dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau bilangan dengan simbol E. Rumus elastisitas permintaan adalah sebagai berikut.

Ed  = △Q / △P x P / Q  atau Ed  = %△Q / %△P

Keterangan:

  • ΔQ : besarnya perubahan jumlah permintaan (Q2 – Q1)
  • ΔP : besarnya perubahan harga  (P– P1)
  • P : harga awal
  • Q : jumlah permintaan awal
  • Ed : elastisitas permintaan

Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan

Terdapat lima jenis elastisitas permintaan yang dijelaskan sebagai berikut.

Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan

Keterangan:

  • % ΔQd = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta

1. Permintaan Elastis

Permintaan barang elastis dilambangkan dengan nilai E lebih dari 1. Jumlah barang yang diminta masyarakat sangat dipengaruhi oleh rendah atau tingginya harga.

Misalnya harga sepeda motor mengalami penurunan sebesar 15% sehingga jumlah permintaan sepeda motor meningkat 30%, nilai elastisitas permintaannya adalah 2. Sepeda motor tergolong barang elastis karena elastisitasnya lebih dari 1. detail perhitungannya adalah penurunan harga 1% menyebabkan peningkatan jumlah permintaan sebesar 2%.

Dapat disimpulkan bahwa banyaknya permintaan sepeda motor sangat dipengaruhi oleh harga yang ditawarkan oleh penjual. Penurunan harga barang normal akan mengakibatkan peningkatan kuantitas yang diminta.

2. Permintaan tidak elastis

Permintaan barang yang tidak elastis dilambangkan dengan nilai E kurang dari 1. Kenaikan atau penurunan harga suatu barang tidak mempengaruhi jumlah permintaan masyarakat.

Permintaan suatu barang dapat dikatakan inelastis jika jumlah barang yang diminta tidak berubah akibat perubahan harga. Barang dan jasa yang tidak memiliki substitusi atau substitusi diklasifikasikan sebagai kategori permintaan tidak elastis. Misalnya, permintaan obat antibiotik merek tertentu tergolong inelastis karena tidak ada produk lain yang bisa menggantikannya.

Baca Juga :  Metode FIFO dan LIFO

Penderita yang membutuhkan antibiotik biasanya tetap membeli obat ini agar cepat sembuh betapapun tingginya harga obat ini. Jadi, semakin banyak substitusi untuk suatu barang, semakin elastis permintaan barang itu. Permintaan yang tidak elastis identik dengan permintaan barang kebutuhan pokok sehingga barang menjadi tidak elastis, walaupun mungkin konsumen tidak membutuhkannya.

Misalnya, permintaan garam yang tidak elastis bukan karena konsumen sangat membutuhkannya, melainkan karena harganya yang sangat murah dan tidak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi apa pun.

3. Permintaan / Uniter Normal

Elastisitas permintaan normal adalah persentase perubahan kuantitas yang diminta sama dengan persentase perubahan harga. Elastisitas ini menjadi pembatas antara permintaan elastis dan inelastis. Produk yang diklasifikasikan sebagai elastisitas kesatuan tidak dapat ditentukan.

4. Permintaan Elastis Sempurna (Tak Terbatas)

Elastisitas sempurna atau tak terbatas terjadi ketika orang mampu membeli semua barang yang dijual dengan harga yang ditawarkan. Sedikit kenaikan harga akan menyebabkan permintaan menjadi nol (0).

Contoh produk yang tergolong permintaan elastis sempurna adalah barang atau jasa yang menjadi komoditas. Komoditas adalah barang atau jasa yang memiliki ciri dan fungsi yang sama, meskipun dijual oleh pedagang yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda.

5. Permintaan Inelastis Sempurna

Permintaan inelastis sempurna adalah bahwa perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas produk yang diminta. Kurva berbentuk vertikal, artinya berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas produk atau jasa tidak berubah. Contoh produknya adalah tanah (harga akan terus naik, tetapi kuantitas yang tersedia tetap terbatas).

Contoh Perhitungan Elastisitas Permintaan

Nilai Ed sama dengan 2 menunjukkan perubahan harga menyebabkan jumlah permintaan barang sebesar dua kali dari perubahan harga.

Jika Ed  = 2 maka 2 = (ΔQ/Q)/(ΔP/P) atau (ΔQ/Q) = 2 x (ΔP/P)

Persentase yang diminta sama dengan dua kali persentase perubahan harga barang. Jika harga berubah 10 persen, perubahan permintaan barang menjadi 20 persen. Jika perubahan harga 10 persen, (ΔP / P) = 10% sehingga perubahan permintaan barang (ΔQ / Q) adalah 20 persen.

(ΔQ/Q) = 2 x 10% = 20 %

Dengan begitu, Nilai Ed lebih besar dari satu yang disebut permintaan elastisis.

Baca Juga :  Pengertian Dan Penjelasan Lengkap Siklus Akuntansi

Penutup

Itulah pengertian elastisitas permintaan yang sering menjadi pembahasan utama dalam perekonomian. Terkadang barang tertentu tidak diklasifikasikan sebagai elastisitas permintaan tertentu karena permintaan barang tersebut tergolong musiman atau perubahan kuantitas yang diminta selalu berubah, bukan karena dipengaruhi oleh harga.

Konsumen biasanya kurang memperhatikan elastisitas permintaan selama harga barang yang akan dibeli tergolong murah atau terjangkau. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat!