Pengertian Frasa

Posted on

Pengertian Frasa – Unit kata yang terdiri dari dua atau lebih kelompok kata, tetapi tidak dapat membentuk kalimat yang sempurna karena tidak mengandung predikat.

Frasa dikatakan setara jika komponennya memiliki posisi yang setara atau sama. Menempati atau memiliki fungsi tata bahasa dalam kalimat. Frasa memiliki sifat nonpredikatif.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Frasa, jenis beserta ciri-cirinya. Untuk ulasan selengkapnnya, yuk… Simak ulasan ini sebagai berikut.

Apa itu Frasa ?

Pengertian Frasa merupakan adanya sebuah kombinasi kata-kata yang terdiri atas dua atau lebih kelompok kata yang mempunyai makna tata bahasa (yaitu, yang dapat berubah tergantung pada konteksnya).

Pengertian-Frasa

Pendapat lain mengatakan bahwa istilah ungkapan atau frasa ialah adanya satuan kata yang dibentuk dari dua atau lebih kelompok kata, tetapi tidak bisa membentuk kalimat yang begitu sempurna karena tidak mempunyai predikat (tidak bermakna).

Seperti yang diketahui, kalimat terdiri dari beberapa unit, unit yang terdiri dari satu atau lebih kata. Unit pembentukan kalimat memiliki fungsi tertentu, yakni Subjek (S), predikat (P), objek (O), Pelengkap (Pel) dan Keterangan (Ket). Fungsi yang ada terkandung dalam kalimat dapat terdiri dari: kata, klausa, dan frasa.

Jenis – Jenis Frasa

Terdapat beberapa jenis dalam frasa ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

Baca Juga :  Pengertian Teks Ulasan

1. Berdasarkan Jenisnya

Kalimat ini dengan berdasarkan jenisnya yakni diantaranya ialah:

a. Frasa Verbal

Frasa Verbal merupakan frasa yang memiliki esensi kata kerja dalam elemen pendidikannya dan bisa berfungsi adalah pengganti posisi kata kerja dalam sebuah kalimat.

Contoh:

  • Sedang tidur
  • Akan muncul
  • Tidak makan
  • Baru datang

b. Frasa Nominal

Frasa Nominal merupakan frasa yang memiliki sifat kata benda di komponennya dan juga bisa berfungsi sebagai pengganti kata benda.

Contoh:

  • Lemari besi
  • Rumah kayu
  • Buku gambar
  • Sepatu kaca

c. Frasa Ajektiva

Frasa Ajektiva merupakan ungkapan yang memiliki esensi dalam sebuah kata sifat terhadap komponen-komponennya.

Contoh:

  • Baik sekali
  • Sangat mahal
  • Lumayan dekat
  • Cukup bagus
  • Sangat cepat

d. Frasa Preposisional

Frasa Preposisional merupakan adanya sebuah frasa yang telah menggunakan preposisi dalam elemen formasi.

Contoh:

  • Dari sana
  • Ke Pasar
  • Di Solo
  • Kepada guru
  • Dengan kaki
  • Oleh saya
  • Berdasarkan Fungsi Unsur Pembentukan

e. Frasa Endosentris

Frasa Endosentris merupakan frasa di mana satu atau kedua elemen adalah elemen pusat atau pusat.

Contoh:

  • Kuda hitam
  • Anak
  • Dua orang
  • Sudah selesai

Frasa endosentris yakni mempunyai 4 jenis, diantaranya ialah:

a. Frasa Apositif

Frasa Apositif merupakan adanya sebuah frasa yang dapat digunakan untuk mengganti elemen inti.

b. Frasa Atribut

Frasa Atribut merupakan adanya sebuah frasa yang unsur-unsur pendidikannya dapat digunakan, menerangkan dan dijelaskan.

Contoh:

  • Ayah kandung (diterangakan dan menerangkan)
  • Seekor nyamuk ( menerangkan dan diterangkan)

c. Frasa Koordinatif

Frasa Koordinatif merupakan adanya sebuah frase, komponen yang berperan sebagai elemen inti.

Contoh:

  • Kakek nenek
  • Tua dan muda
  • Warta berita

d. Frasa Eksosentris

Frasa Eksosentris merupakan adanya sebuah frasa yang merupakan kata tugas di salah satu elemennya.

Baca Juga :  Pengertian Latar Cerita

Contoh:

  • Untuk ayah
  • Dari Solo
  • Di rumah
  • siang hari
  • Berdasarkan Kesatuan

Berdasarkan kesatuan makna yang terkandung terhadap unsur-unsur pendidikan, ekspresi diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Frasa Biasa
    Frasa Biasa merupakan memberikan ungkapan yang mempunyai sebuah makna nyata.
    Contoh:
    Mama membeli kangkung
  • Frasa Ambigu
    Frasa ambigu adalah frasa yang memiliki makna ganda atau ganda dalam penggunaan kalimat.
    Contoh: Tangan panjang
  • Frasa Idiomatik
    Frasa Idiomatik adalah yang mempunyai sebuah arti baru atau tidak (label).
    Contoh: Orang tua kami pergi ke Jakarta

2. Berdasarkan Kedudukan

Kalimat ini, yakni dapat dibagi menjadi dua kategori sesuai dengan posisi mereka, yaitu kalimat dan kalimat yang setara serta kalimat bertingkat.

a. Frasa Setara

Frasa setara adalah adanya sebuah frasa yang mempunyai sebuah hubungan dengan antara elemen yang sama.

Contoh:

  • Muda mudi
  • Keluar masuk
  • Hitam putih
  • Asal usul
  • Depan belakang
  • Tua muda
  • Pergi kembali
  • Suami istri
  • Maju mundur
  • Pulang pergi

b. Frasa Setara Bertingkat

Frasa Setara Bertingkat adalah adanya sebuah frasa yang tidak sama atau berlapis.

Contoh:

  • Uang tunai
  • Dari kantor
  • Bangku emas
  • Mengayuh sepeda
  • Bahasa Indonesia
  • Tanah air
  • Pedang tajam
  • Cara baru
  • Sedang pergi
  • Musim panen

Ciri – Ciri Frasa Secara Umum

Frasa mempunyai sebuah sifat atau ciri-ciri tersebut dan mudah untuk dikenali. Beberapa fitur frasa diantaranya ialah:

  • Frasa harus terdiri atas 2 kata atau lebih.
  • Kalimat tidak bermakna, atau merupakan salah satu kata dalam kombinasi kata tidak bertindak sebagai predikat.
  • Kalimat mempunyai sebuah fungsi terhadap tata bahasa dalam satu kalimat.
  • Frasa harus memiliki makna dalam tata bahasa.

Frasa yakni terdiri dari dua atau lebih kelompok kata, tetapi tidak dapat membentuk kalimat yang sempurna karena tidak mengandung predikat. Kelompok kata yang mempunyai makna tata bahasa (yaitu, yang dapat berubah tergantung pada konteksnya).

Baca Juga :  Pengertian Pantun

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap yakni mengenai Pengertian Frasa, jenis-jenis beserta contohnya. Semoga ulasan ini, dapat bermanfaat bagi Anda semuanya…