Pengertian GNB

Posted on

Pengertian GNB – Tujuan utama dalam sebuah organisasi GNB, tentu saja merupakan sebagai mengurangi ketegangan antara dua blok yang terlibat dalam adanya sebuah perselisihan.

Sebagai menyatukan negara-negara yang tidak ingin membentuk aliansi dengan negara-negara yang berpartisipasi dalam Perang Dingin.

Dapat mengembangkan dalam solidaritas antara Negara-negara dalam Anggota yang tidak lain ialah negara berkembang sebagai mencapai sebuah kemandirian kemakmuran, dan kedaulatan.

Apa itu pengertian GNB? Untuk penjelasan selanjutnya akan kami bahas secara jelas dan singkat. Yuukk… Simak pembahasan nya sebagai berikut.

Apa yang dimaksud dengan Gerakan Non Blok ?

Pengertian GNB atau Gerakan Non Blok adalah sebuah organisasi dalam internasional yang memilih sebagai tidak bergabung dengan dua kekuatan begitu besar di dunia.

Dalam kedua kubu yang dimaksud tersebut adalah sebuah kubu Amerika Serikat dengan sebuah adanya ideologi kapitalisme yang lebih dikenal sebagai Blok Barat, dan Uni Soviet dengan sebuah ideologi komunisme dan dikenal untuk Blok Timur.

Tujuan Gerakan Non-Blok adalah sebagai menjaga adanya sebuah kemerdekaan, kedaulatan, keamanan dan integritas dalam teritorial negara-negara anggota Gerakan Non-Blok.

Indonesia sangat mendukung Gerakan Non Blok, karena sejalan dengan perkembangan dalam sebuah nasionalisme di Indonesia. Berikut ini dijelaskan secara lebih rinci mengenai sejarah adanya sebuah pembentukan Gerakan Non Blok.

Sejarah Gerakan Non Blok

Perdana dalam Menteri India Jawaharlal Nehru telah menciptakan kata “Tidak Tertangani”. Pada saat itu, Nehru berbicara pada tahun 1954 di kota Kolombo di Sri Lanka. Dalam sebuah pidato nya, Nehru telah menggambarkan dalam adanya sebuah lima poin yang membentuk dasar bagi hubungan Tiongkok-India. Kelima poin ini disebut panchsheel atau sebuah lima pengendali.

Baca Juga :  Gaya Kepemimpinan

Kelima kontroler ini telah digunakan untuk sebuah kebijakan adanya sebuah gerakan dasar yang tidak berorientasi. Kelima poin ini adalah perjanjian non-agresi, penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, penghormatan dan non-campur tangan.

Gerakan-Non-Blok-atau-GNB

Di negara lain untuk mengatasi masalah internal, egaliter dan kemakmuran bersama, dan untuk secara aktif menjaga perdamaian. Dalam arti tertentu, kelima poin ini merupakan sebuah Gerakan Non-Blok Pancasila nya.

Gerakan non blok dimulai pada tahun 1955 di KTT Asia Afrika di wilayah Bandung. Negara-negara yang tidak begitu menyukai blok Barat dan Timur dengan menyatakan adanya sebuah kesediaan mereka sebagai tidak mengganggu dalam adanya sebuah kompetisi ideologis Barat dan Timur.

Gerakan ini dipimpin oleh Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, Presiden Indonesia Soekarno, Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru dan Presiden Ghana Kwame Nkrumah.

Kelima pemimpin ini berkumpul di Beograd pada tahun 1961 di Yugoslavia dan mendirikan Gerakan Non-Blok. Pemimpin pertamanya ialah Josip Broz Tito.

Tujuan Gerakan Non Blok

Sejatah-GNB

Dasasila Bandung merupakan sepuluh dalam sebuah prinsip yang muncul dari Konferensi Asia-Afrika. Sepuluh prinsip ini diambil dari nilai-nilai PBB dan lima prinsip dalam adanya sebuah pidato Nehru. Sepuluh prinsip ini diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Hargai nilai-nilai dalam sebuah kemanusiaan sesuai dengan Piagam PBB.
  • Menghormati adanya sebuah kedaulatan semua bangsa, menghormati dengan semua bangsa, tidak ikut campur dalam urusan internal terhadap negara lain.
  • Menghormati dalam sebuah hak semua bangsa yang berfungsi sebagai bertahan hidup dengan cara mandiri atau dalam kelompok, sebagaimana didefinisikan dalam PBB.
  • Prioritas untuk perdamaian, untuk menyelesaikan semua bentuk sengketa internasional
  • Mempromosikan dan memprioritaskan kerja sama dan kepatuhan akhir dengan kewajiban serta hukum dalam internasional.
Baca Juga :  Bhineka Tunggal Ika

Dasasila Bandung dapat digunakan untuk sebuah fondasi Gerakan Non Blok. Selain Dasasila Bandung, prinsip dasar Gerakan Non-Blok diambil dari dua poin lainnya, yaitu lima poin pidato Jawaharlal Nehru dan Deklarasi Havana tahun 1979.

Dari ketiga hal ini, tujuan Gerakan Non-Blok lahir. Tujuannya adalah untuk menghormati kedaulatan negara-negara yang tidak disesuaikan dan memerangi semua dalam bentuk kejahatan di bidang politik internasional.

Dalam GNB, memiliki tujuan yakni sebagai menjaga adanya sebuah kemerdekaan, kedaulatan, keamanan dan integritas dalam teritorial negara-negara anggota Gerakan Non Blok.

Baca Juga :

Demikian ulasan kali ini, yang dapat kami sampaikan dengan jelas dan singkat mengenai Gerakan Non Blok atau GNB. Semoga ulasan ini dapat berguna dan dapat bermanfaat bagi Anda semua.