Pengertian Paradigma

Posted on

Pengertian Paradigma – Kumpulan sebuah nilai-nilai yang telah membentuk cara berpikir seseorang untuk titik awal dalam sudut pandangnya, hingga muncul citra subyektif.

Adanya sebuah landasan terhadap pemikiran, atau bahkan konsep dasar, digunakan sebagai model atau pola yang dimaksudkan oleh para ilmuwan dalam bisnis mereka.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Paradigma, macam-macam beserta contohnya. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak penjelasannya sebagai berikut.

Apa itu Paradigma ?

Pengertian Paradigma adalah sebuah istilah yang jarang digunakan dengan kalangan masyarakat dengan cara umum. Dan jarang digunakan dengan percakapan sehari-hari. Namun, kita masih harus tahu bagaimana paradigma ini didefinisikan dan didefinisikan.

Istilah paradigma biasanya merujuk pada dunia berpikir atau pemecahan masalah teknis oleh manusia. Istilah ini yakni pertama kali telah diperkenalkan dengan seorang ilmuwan bernama Thomas Kuhn dalam bukunya “The Structure of Scientific Revolution.”

Pengertian-Paradigma

Saat memperkenalkan konsep paradigma, Thomas Kuhn juga membuat pernyataan yang jelas. Pada saat itu, paradigma itu dinyatakan sebagai konsep kunci dalam sebuah model dalam pengembangan sains.

Pada beberapa waktu kemudian, paradigma Robert Fridrichs jelas didefinisikan. Dia merupakan orang pertama yang secara jelas menyatakan apa yang dimaksud dengan paradigma.

Paradigma ini juga membahas sejumlah prinsip dasar yang dapat menentukan dengan berbagai cara orang memandang dunia sebagai bagian dari sebuah sistem Bricoluer. Paradigma biasanya mengandung tiga elemen utama, yaitu elemen metodologis, elemen ontologis dan elemen epistemologis.

Baca Juga :  Pengertian Ringkasan

Dengan menggunakan ketiga elemen ini, manusia akan menggunakan dalam paradigma untuk memperoleh berbagai pengetahuan mengenai dunia dan berbagai fenomena yang dikandungnya.

Macam – Macam Paradigma

Berikut merupakan macam-macam dalam paradigma, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Paradigma Ekonomi

Paradigma ekonomi adalah sebuah pandangan yang mendasar masyarakat tentang ekonomi dan hal-hal terkait yang dapat atau dapat membimbing masyarakat dalam tindakan dan pemikiran.

b. Paradigma Politik

Paradigma politik adalah sebuah sudut pandang secara fundamental dan umum yang memandu seseorang dalam berpikir dan bertindak di bidang politik.

Contoh-Paradigma

c. Paradigma Hukum

Paradigma hukum adalah adanya sebuah pandangan mendasar masyarakat tentang hukum yang berlaku sehingga membimbing masyarakat untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan hukum.

d. Paradigma Bidang Kehidupan Antar Agama

Paradigma di bidang dalam sebuah kehidupan antaragama adalah pandangan yang mendasar dan umum yang membimbing orang untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan ajaran agama mereka dan juga untuk menghormati agama masing-masing.

e. Paradigma Sosial dan Budaya

Paradigma sosial dan budaya adalah sebuah pandangan dengan cara mendasar tentang sifat filosofi ini yang memandu masyarakat dalam berpikir dan bertindak dengan sebuah kehidupan sehari-hari.

Contoh Paradigma

Dalam hal definisi, berikut ialah beberapa contoh dalam paradigma, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Paradigma Piramida

Dalam paradigma ini, sebuah metode atau konsep dilakukan dalam tahap-tahap seperti berbagai jenis piramida mulai dari piramida terbalik, ganda sampai berlapis.

2. Paradigma Siklus Empiris

Paradigma ini adalah adanya sebuah konsep atau metode yang bisa menjelaskan dalam sebuah fenomena ilmiah di mana dalam bentuknya ialah suatu siklus.

3. Paradigma Kualitatif

Paradigma ini sering digunakan ketika mempelajari siswa, baik dalam pekerjaan rumah dan dalam tesis menggunakan metode kualitatif. Paradigma ini digunakan untuk mencari gambaran teori sosial dengan melalui sebuah teori secara induktif.

Baca Juga :  Teks Negosiasi

4. Paradigma Rekonstrukti Teori

Dalam paradigma ini, adanya sebuah metode atau teori yang dapat digunakan kembali dalam suatu penelitian baru, tetapi metode yang lama harus relevan agar terjadi kontinuitas yang jelas.

5. Paradigma Deduksi-Induksi

Dalam paradigma ini, yakni dapat berfokus dalam sebuah metode kualitatif untuk derivasi, sedangkan metode kuantitatif untuk induksi, di mana fase melalui akuisisi data mengarah pada kesimpulan.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Pengertian Paradigma, macam-macam beserta contohnya. Semoga ulasan ini dapat berguna…