Pengertian Pelapukan

Posted on

Pengertian Pelapukan – Penghancuran dan dekomposisi terhadap batu di sebuah tempat asalnya tanpa adanya suatu pergerakan batu, berbeda dengan erosi, yang dapat mengangkut batu ke tempat lain.

Proses dalam pelapukan batu yang dapat membutuhkan banyak waktu. Semua proses suatu pelapukan yakni biasanya dipengaruhi terhadap cuaca. Proses pelapukan berubah menjadi bumi.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai Pengertian Pelapukan, proses beserta jenis-jenisnya. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Pelapukan ?

Pengertian Pelapukan merupakan adanya sebuah proses dalam perubahan dan fragmentasi batuan dan material tanah pada atau dekat dalam permukaan bumi, yang disebabkan oleh proses kimia, fisik, dan biologis.

Hasil dalam pelapukan ini adalah asal (sumber) batuan sedimen dan tanah (tanah). Penting untuk mengetahui bahwa proses pelapukan menghancurkan batu atau bahkan melarutkan beberapa mineral untuk menjadi tanah atau diangkut dan disimpan untuk batuan sedimen yang berjenis klastik.

Pengertian-Pelapukan

Beberapa mineral dapat sepenuhnya larut dan dapat membentuk sebuah mineral baru. Untuk alasan ini, ketika memeriksa tanah atau batu plastik, ia memiliki sebuah komposisi yang bisa sangat berbeda dari batu aslinya.

Komposisi tanah tidak hanya tergantung pada sumber batu, tetapi juga pada jenis, intensitas dan durasi pelapukan dan jenis dalam sebuah pembentukan tanah tersebut.

Di alam secara umum, ketiga jenis pelapukan (fisik, kimia, dan biologis) bekerja bersama, tetapi salah satunya mungkin lebih dominan daripada yang lain. Meskipun dalam sebuah proses kimia memainkan peran paling penting dalam pelapukan di alam, itu tidak berarti bahwa dalam pelapukan spesies lain tidak penting.

Baca Juga :  Pengertian Komunikasi

Atas dasar proses dominan ini, dalam sebuah pelapukan batu dapat dibagi menjadi pelapukan kimia, fisik, dan biologis. Pelapukan adalah adanya sebuah proses alami yang dapat menghancurkan batu di tanah.

Proses Terjadinya Pelapukan

Contoh-Pelapukan

Terdapat beberapa proses dalam pelapukan tersebut, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Proses Pelapukan Fisik

Proses pelapukan fisik adalah proses mekanis di mana batu besar pecah dan pecah, dan terurai menjadi partikel mikro tanpa perubahan kimia. Proses pelapukan tersebut yakni disebabkan oleh fisika, ialah:

  • Fluktuasi suhu yang kuat seperti cuaca yang sangat panas hingga begitu sangat dingin.
  • Keberadaan makhluk hidup yang lainnya.
  • Hujan ringan dan hujan deras.
  • Dalam penetrasi akar terhadap tanaman.

Dengan proses sebuah pelapukan dalam fisika, ada perbedaan dalam kecepatan suatu proses terhadap pelapukan. Perbedaan kecepatan pelapukan dalam fisika dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:

  • Laju kontraksi dan laju ekspansi komponen batu, yang memicu dalam sebuah proses penghancuran dan keretakan batu.
  • Warna batu, yakni semakin gelap warna batu, semakin banyak cahaya yang diserap. Akibatnya, dalam sebuah proses ekspansi berjalan lebih cepat, bahkan jika itu dapat berkontraksi atau mengembang.
  • Isi batuan dengan permukaan kasar atau halus (baca: batuan metamorf). Semakin kasar permukaan batu, semakin cepat proses dalam pelapukan.

2. Proses Pelapukan Kimia atau kimiawi

Selain dalam sebuah pelapukan fisik, pelapukan kimia juga terjadi. Seperti namanya, dalam pelapukan kimia ini terjadi karena adanya sebuah dukungan terhadap bahan kimia.

Proses dalam sebuah pelapukan kimia adalah sebuah proses pelapukan yang diikuti oleh perubahan sifat kimia batuan. Ada berbagai proses pelapukan kimia, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Adanya sebuah proses dalam pembubaran atau kelarutan.
  • Hidrasi atau proses yang dapat pengikatan pada molekul air, sehingga volume meningkat dan kekuatannya berkurang dan rentan terhadap pengaruh cuaca.
  • Hidrolika atau adanya sebuah proses dalam pertukaran kation terhadap ion hidrogen dan ketika adanya sebuah ionisasi terjadi, dalam kondisinya menjadi lemah sehingga proses pelapukan dengan mudah terjadi.
  • Oksidasi atau penambahan terhadap muatan positif. Contohnya ialah dalam sebuah perubahan besi pada batuan dari besi menjadi besi (III), yang telah memperbesar terhadap ukurannya.
  • Pengurangan tersebut di mana dalam muatan positif yang telah berkurang.
  • Karbonasi ialah adanya sebuah proses yang telah menyebabkan reaksi asam karbonat dengan basa yang dapat membentuk basa karbonat, dan merupakan yang terakhir.
  • Pengasaman yakni adanya sebuah proses dalam pengasaman pada batuan yang mempercepat proses pelapukan. Contoh dari peristiwa ini adalah pengasaman karena asam nitrat yang terkandung dalam air hujan dan juga pengasaman karena asam sulfat karena penguraian protein.
Baca Juga :  Konjungsi Penerang

3. Proses Pelapukan Biologi atau Organik

Adanya sebuah proses terhadap pelapukan, yang telah berlangsung dengan cara biologis atau organik serta kimia. Jika dalam pelapukan fisik yang dapat disebabkan dengan pelapukan biologis, sebuah faktor alam, atau pelapukan organik disebabkan oleh peran terhadap makhluk hidup.

Proses dalam sebuah pelapukan biologis atau organik yang telah terjadi karena adanya sebuah aktivitas kehidupan, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Adanya akar terhadap tanaman.
  • Mikroorganisme tanah.
  • Adanya suatu binatang.

Proses pelapukan organik atau biologis adalah adanya sebuah proses terhadap pelapukan yang selalu berjalan dengan seiring dengan dua proses terhadap pelapukan tersebut.

Pelapukan biologis atau organik tersebut yakni terjadi setelah batu pertama kali yang telah mengalami dalam sebuah proses pelapukan dengan cara fisik dan kimia.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Pelapukan, proses beserta jenis-jenisnya. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya..