Pengertian Pembiayaan

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang pengertian pembiayaan beserta unsur, tujuan dan jenis-jenisnya. Berikut penjelasannya…

Pengertian Pembiayaan

Istilah pembiayaan pada dasarnya berarti Saya Percaya, Saya Percaya (Saya percaya atau saya percaya). Dengan demikian pengertian pembiayaan adalah:

  1. Penyerahan nilai ekonomi saat ini untuk percaya dengan harapan mendapatkan kembali ekonomi yang sama di masa depan.
  2. Suatu tindakan berdasarkan perjanjian dalam perjanjian ada layanan dan remunerasi (prestasi dan kontra-prestasi), yang keduanya dipisahkan oleh waktu.
  3. Pembiayaan adalah hak, dengan hak seseorang dapat menggunakannya untuk tujuan tertentu, dalam batas waktu tertentu dan untuk pertimbangan tertentu.

pengertian pembiayaan

Tujuan Pembiayaan

Tujuan utama pemberian pinjaman keuangan meliputi:

  1. Mencari untung (profitabilitas) yaitu dengan tujuan memperoleh hasil pembiayaan yang disalurkan dalam bentuk laba yang diraih dari bagi hasil yang diperoleh dari bisnis yang dikelola oleh pelanggan.
  2. Keselamatan atau security, adalah keamanan dari pencapaian atau fasilitas yang disediakan harus benar-benar dijamin sehingga tujuan profitabilitas dapat benar-benar tercapai tanpa hambatan yang signifikan.
  3. Membantu bisnis pelanggan, yaitu membantu pelanggan bisnis yang membutuhkan dana, baik dana investasi atau dalam bentuk pembiayaan.
  4. Membantu pemerintah, yaitu semakin banyak dana yang disalurkan oleh bank, semakin banyak pembangunan akan meningkat di berbagai sektor.

Unsur Pembiayaan

Pendanaan pada dasarnya diberikan atas dasar kepercayaan. Jadi, memberi pembiayaan berarti memberi kepercayaan.

Baca Juga :  Perhitungan Biaya Proses

Ini berarti bahwa pencapaian yang diberikan harus diyakini dikembalikan oleh penerima pembiayaan sesuai dengan waktu dan persyaratan yang disepakati bersama.

Berdasarkan hal tersebut, unsur-unsur dalam pembiayaan meliputi (Ali, 2008: 46):

  1. Terdapat dua pihak, yaitu penyedia pembiayaan dan penerima pembiayaan.
  2. Trust, yaitu keyakinan pemberi pinjaman bahwa penerima pinjaman akan mengembalikan pinjaman yang diterima sesuai dengan periode dan persyaratan yang disepakati oleh kedua belah pihak.
  3. Perjanjian, yang merupakan kesepakatan antara penyedia pembiayaan dan penerima pembiayaan
  4. Periode yang merupakan masa pelunasan/pengembalian pinjaman yang disepakati.
  5. Risiko, yaitu adanya tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan risiko kredit macet (non-performing loan).
  6. Reward, merupakan keunggulan dibandingkan pemberian pinjaman, layanan yang biasa kita kenal sebagai bagi hasil atau margin.

Jenis-Jenis Pembiayaan

Secara umum, jenis pembiayaan dapat dilihat dari berbagai aspek, termasuk (Kasmir, 2002: 99-101):

1. Jenis Pembiayaan Dilihat dari Aspek Penggunaan

  • Pembiayaan Investasi adalah pembiayaan yang biasanya digunakan untuk ekspansi bisnis atau membangun proyek / pabrik atau untuk tujuan rehabilitasi.
  • Pembiayaan Modal Kerja adalah pembiayaan yang biasanya digunakan untuk tujuan meningkatkan produksi secara operasional.

2. Jenis Pembiayaan Dilihat dari Tujuan

  • Pembiayaan Konsumtif, bertujuan untuk memperoleh barang atau kebutuhan lain guna memenuhi keputusan konsumsi.
  • Pembiayaan Produktif, bertujuan untuk memungkinkan penerima pembiayaan untuk mencapai tujuannya.
  • Trade Financing, digunakan untuk tujuan perdagangan, biasanya  untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari penjualan barang dagangan.

3. Jenis Pembiayaan Dilihat dari Jangka Waktu

  • Short Term (Pembiayaan Jangka Pendek), yaitu bentuk pembiayaan dengan jangka waktu maksimum 1 (satu) tahun.
  • Intermediate Term (Pembiayaan Jangka Waktu Menengah)  adalah bentuk pembiayaan dengan jangka waktu lebih dari satu tahun hingga tiga tahun.
  • Long Term (Pembiayaan Jangka Panjang) yaitu suatu bentuk pembiayaan dengan jangka waktu lebih dari tiga tahun.
  • Demand Loan atau Call Loan adalah bentuk pembiayaan yang dapat diminta kapan saja.
Baca Juga :  Pengertian Deposito

4. Jenis Pembiayaan Dilihat dari Sisi Jaminan

  • Guaranteed Financing, yaitu pembiayaan yang diberikan dengan jaminan, jaminan dapat berupa barang berwujud atau tidak berwujud atau jaminan orang.
  • Pembiayaan Tanpa Jaminan, yaitu pembiayaan yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. Pembiayaan ini diberikan dengan melihat prospek bisnis dan karakter serta loyalitas atau nama baik calon peminjam sejauh ini.

Baca Juga :

Demikian pembahasan tentang pengertian pembiayaan beserta unsur, tujuan dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat.