Pengertian Polimer

Posted on

Pengertian Polimer –

Senyawa molekul berbentuk besar dalam bentuk jaringan atau rantai yang terdiri atas kombinasi ribuan sampai jutaan blok bangunan berulang.

Polimer adalah sebuah makromolekul (molekul besar) yang terdiri dari struktur kimia sederhana, kimia kecil, dan berulang yang terdiri dari ikatan kovalen.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Polimer, struktur, sifat, beserta manfaatnya. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Polimer ?

Pengertian Polimer merupakan sebuah rantai berulang atom panjang yang memiliki sebuah bentuk dari pengikat dalam bentuk molekul identik, yang disebut sebagai monomer.

Meskipun biasanya organik (mempunyai rantai karbon), terdapat banyak polimer anorganik. Contoh polimer yang terkenal ialah DNA dan plastik. Polimer yakni dapat didefinisikan sebagai zat yang terdiri atas molekul yang mengandung dengan serangkaian satu atau lebih unit monomer.

Pengertian-Polimer

Selama berabad-abad orang telah menggunakan polimer dalam bentuk aspal, minyak, karet, dan damar. Namun, industri polimer modern hanya mulai berkembang selama revolusi industri. Pada akhir 1830-an, Charles Goodyear yakni telah berhasil dengan menghasilkan sebuah bentuk karet alam yang berguna dengan melalui sebuah proses yang dikenal dengan “Vulkanisasi”.

40 tahun kemudian, seluloid (bentuk dari sebuah plastik keras yakni nitroselulosa) berhasil untuk dikomersialkan. pPengenalan vinyl, neoprene, polystyrene dan nilon pada 1930-an yang memicu ledakan dalam sebuah penelitian polimer yang berlanjut hingga hari ini.

Struktur Polimer

Terdapat beberapa struktur dalam polimer, diantaranya ialah sebagai berikut:

Baca Juga :  Pengertian Sistem Dispersi

1. Polimer Linier

Polimer linier terdiri atas rantai panjang atom kerangka yang dapat mengikat kelompok substituen. Polimer tersebut yakni biasanya dapat larut dengan beberapa pelarut dan padat pada suhu normal. Polimer ini tersedia dalam jenis bahan elastomer, termoplastik, dan fleksibel seperti kaca.

Contoh:
Polietilen, polimetil metakrilat (PMMA), polivinil klorida (PVC), lucite, poliakrilonitril (Creslan ata Orlon), nilon 66, dan plexiglass

2. Polimer Jaringan Tiga Dimensi

Polimer jaringan tiga dimensi merupakan adanya sebuah polimer dengan ikatan kimia antara rantai. Bahan ini biasanya bengkak (menggembung) dengan pelarut, namun tidak sampai larut. Ketidakteraturan tersebut bisa digunakan untuk kriteria dalam struktur jaringan tersebut.

Semakin besar persentase tautan silang, semakin rendah tingkat pembengkakan. Jika tingkat ikatan silang cukup tinggi, polimer dapat menjadi benda padat, titik lebur tinggi yang tidak dapat digembungkan, seperti intan.

3. Polimer Bercabang

Polimer bercabang yakni bisa direpresentasikan dengan sebuah polimer linier terhadap cabang dalam sebuah struktur dasar yang sama dengan rantai utama.

Polimer Berdasarkan Sifat

Contoh-Bentuk-Polimer

Ada berbagai jenis polimer berdasarkan sifatnya, ialah:

a. Termoplas

Termoplas merupakan sebuah polimer yang melunak ketika dipanaskan dan dapat dicetak ulang dalam bentuk lain. Sifat ini disebabkan dengan sebuah struktur termoplastik, yang terdiri dari rantai panjang dengan kekuatan interaksi antarmolekul yang lemah. Properti termoplastik lainnya kuat, ringan, dan transparan. Contoh-contoh termoplastik adalah polietilena, PET, polipropilena, dan PVC.

b. Elastomer

Elastomer merupakan jenis polimer yang bersifat elastis. Bentuknya dapat diregangkan, tetapi dapat kembali ke bentuk aslinya setelah gaya tarik berhenti. Elastisitas ini disebabkan oleh struktur elastomer yang terdiri dari rantai yang tumpang tindih dengan koneksi silang yang menarik rantai kembali ke pengaturannya yang tumpang tindih. Seperti elastomer ialah karet sintetis SBR dan karet alam (poliisoprena).

Baca Juga :  Pengertian Sistem Koloid

c. Termoset

Termoset merupakan sebuah polimer yang mempunyai sebuah bentuk permanen dan tidak melunak saat dipanaskan. Sifat ini disebabkan oleh banyaknya ikatan kovalen yang kuat antara rantai molekul. Pemanasan termoset ke suhu yang terlalu tinggi dapat merusak ikatan dan bahkan menyebabkan termoset terbakar. Misalnya dalam termos ialah melamin dan bakelite.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Polimer, struktur, beserta sifatnya. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.