Pengertian Sistem Koloid

Posted on

Pengertian Sistem Koloid – Campuran pada zat heterogen, yakni antara beberapa zat di mana partikel-partikel dari satu zat, yang mempunyai ukuran koloid, didistribusikan secara merata dalam zat lain.

Pada sebuah campuran yang merupakan kondisi antara suspensi dan larutan. Berdasarkan sebuah ukuran zat yang terdispersi, sistem dispersi dibagi menjadi dalam tiga kelompok.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan dengan cara lengkap yakni mengenai Pengertian Sistem Koloid. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak penjelasan sebagai berikut.

Apa itu Koloid ?

Pengertian Sistem Koloid merupakan sebuah campuran pada zat heterogen (dua fase) antara dua atau lebih zat di mana partikel-partikel zat koloid (rusak atau terdispersi) didistribusikan secara merata dalam zat lain (breaking medium atau dispersing).

Pengertian-Sistem-Koloid

Ukuran pada sebuah partikel koloid yakni telah berkisar antara 1 hingga 100 nm, pada sebuah ukuran yang dimaksud yakni bisa berupa diameter, lebar, panjang, dan ketebalan sebuah partikel.

Koloid adalah sebuah sistem dispersi yang memiliki ukuran dalam jumlah partikelnya lebih besar dari pada larutan akan tetapi lebih kecil dari sebuah suspensi (campuran kasar). Koloid terdiri atas dua bentuk, yakni dalam fase terdispersi (zat terdispersi) serta media pendispersi (media yang digunakan sebagai pendispersi).

Dalam sebuah kehidupan sehari-hari kita bisa menemukan pada campuran yang dapat diklasifikasikan sebagai larutan, koloid atau suspensi. Contoh larutan ialah saline, larutan gula, spritus, dan alkohol 70%. Contoh koloid yakni susu, sabun, mentega, selai, santan, dan mayones. Contoh suspensi ialah air sungai yang sangat keruh, campur air dan pasir.

Baca Juga :  Rumus Kimia Urea

Sifat – Sifat Koloid

Sistem koloid mempunyai sebuah sifat unik yang berbeda dari sebuah sifat dalam suspensi atau larutan, yakni:

a. Efek Tyndall

Karena efek Tyndall dalam dispersi koloid tersebut, partikel koloid cukup besar untuk memantulkan dan menyebarkan cahaya di sekitarnya. Sementara itu, solusi sejati tidak dapat menunjukkan properti efek Tyndall.

b. Gerak Brown

Ketika berkas cahaya difokuskan dalam dispersi koloid yang diamati dengan ultramatroskopi, partikel koloid muncul sebagai partikel kecil yang dapat memantulkan cahaya dan bergerak dengan caraa acak.

Ini karena dalam molekul-molekul medium yakni dapat dispersi yang lebih kecil bergerak pada sebuah kecepatan yang relatif tinggi, menghasilkan benturan dengan partikel-partikel yang lebih besar yang secara koloid besar, terus menerus dari semua sisi pada waktu yang bersamaan. Kemudian gerakan zigzag dengan cara acak terjadi, atau dapat dikenal dengan Gerak Brown.

d. Adsorpsi

Permukaan pada sebuah partikel koloid yakni dapat menarik pada sejumlah partikel yang bermuatan listrik, proses ini yakni dapat dikenal sebagai adsorpsi. Beberapa sebuah proses yang dapat menggunakan sifat adsorpsi adalah dalam pemutihan gula tebu, produksi obat-obatan dan pemurnian air.

e. Elektroforesis

Ketika arus listrik tegangan rendah yang dapat mengalir ke dalam sebuah dispersi koloid, pada partikel koloid yakni dapat bergerak dalam menuju elektroda negatif maupun elektroda positif.

Hal ini dapat menunjukkan bahwa pada sebuah partikel koloid bermuatan listrik dalam medium dispersi. Pergerakan partikel koloid di medan listrik disebut sebagai elektroforesis.

Contoh-Sistem-Koloid

Jenis – Jenis Sistem Koloid

Terdapat beberapa jenis pada sebuah sistem koloid, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Sol Padat

Sistem koloid yakni dapat terbentuk dari sebuah fase terdispersi dalam bentuk padatan dan fase pendispersi padat. Contohnya ialah pada sebuah kacamata yang berwarna dan berlian hitam.

Baca Juga :  Pengertian Polimer

b. Sol

Sistem koloid yakni dapat terbentuk dari fase terdispersi dalam bentuk padatan dan fase pendispersinya dalam bentuk cairan. Contohnya ialah tinta, sol emas, dan warna.

c. Emulsi Padat

Sistem koloid tersebut yakni dapat terbentuk dari dalam fase terdispersi dengan sebuah bentuk cairan dan fase pendispersinya dalam suatu bentuk padatan. Contohnya adalah mutiara, agar-agar, dan keju.

d. Emulsi

Sistem koloid tersebut yakni dapat terbentuk dari fase terdispersi dalam bentuk fase pendispersi cair dan fase cair. Contohnya ialah pada santan, susu, dan minyak ikan.

e. Aerosol Padat

Sistem koloid tersebut yakni dapat terbentuk dari fase terdispersi dalam bentuk padatan dan fase terdispersi dalam bentuk gas. Contohnya adalah debu dan asap.

f. Aerosol Cair

Sistem koloid tersebut ialah terbentuk dari fase terdispersi dalam bentuk cairan dan pada fase pendispersinya dalam bentuk gas. Contohnya ialah awan, kabut, dan hairspray.

g. Buih Padat

Sistem koloid tersebut ialah dapat terbentuk dari sebuah fase terdispersi dalam bentuk gas dan fase terdispersi dalam bentuk padatan. Contohnya adalah pada batu apung dan karet busa.

h. Buih

Sistem koloid tersebut ialah dapat terbentuk dari fase terdispersi dalam bentuk gas dan fase terdispersi dalam bentuk cairan. Contohnya adalah goyang pelek dan busa sabun.

Campuran pada zat heterogen, yakni antara beberapa zat di mana partikel-partikel dari satu zat, yang mempunyai ukuran koloid, didistribusikan secara merata dalam zat lain.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, kami telah menjelaskan dengan cara lengkap yakni mengenai Pengertian Sistem Koloid. Semoga ulasan ini, dapat berguna dapat berguna dan bermanfaat.