Pengertian Transaksi

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini kami akan membahas mengenai pengertian dari transaksi serta apa saja bentuk transaksi dan bagaimana contoh bentuk transaksi yang ada pada saat ini, selamat membaca …

Sering kali kita suka mendengar kata transaksi dalam kehidupan sehari-hari akan tetapi belum kita pahami apa itu transaksi? Kami akan memberikan penjelasan mengenai pengertian dari transaksi, jenis transaksi dalam perekonomian serta alat transaksi.

Pengertian Transaksi

Pengertian Transaksi

Transaksi adalah Transfer atau perpindahan barang dari satu tahap ke tahap lain melalui teknologi yang terpisah. Satu tahapan selesai dan tahap berikutnya baru dimulai (Williamson,1985).

Transaksi merupakan perpindahan barang, jasa, informasi, pengetahuan dll, dari satu tempat (komunitas) ke tempat (komunitas) lain atau pemindahan barang dari produsen kepada konsumen,

atau pemindahan barang dari satu individu ke individu yang lain (Furubotn dan Richter, 2000). Transaksi fisik/delivery (Transaksi ekonomi/economic trasaction)

Transaksi adalah suatu aktifitas perusahaan yang menimbulkan perubahan terhadap posisi harta keuangan perusahaan, misalnya seperti menjual, membeli, membayar gaji, serta membayar berbagai macam biaya yang lainnya.

Secara Umum Transaksi adalah merupakan suatu kegiatan yang diakukan seseorang yang menimbulkan perubahan terhadap harta atau keuangan yang dipunyai baik itu bertambah ataupun berkurang.

Misalnya menjual harta, membeli barang, membayar hutang, serta membayar berbagai macam biaya untuk memenuhi sebuah kebutuhan hidup.

Menurut Mursyidi (2010:39),

Transaksi adalah kejadian yang terjadi dalam dunia bisnis tidak hanya jual beli pembayaran dan penerimaan uang namun juga akibat adanya kehilangan kebakaran, arus dan juga peristiwa lain yang dapat dinilai dengan uang.

Menurut Azhar Susanto (2013:8)

Transaksi adalah peristiwa terjadinya aktivitas bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan.

Menurut Skousen (2009:71)

Transaksi adalah pertukaran barang dan jasa (baik individu, perusahaan-perusahaan dan organisasi lain) kejadian lain yang memiliki pengaruh ekonomi atas bisnis.

Jenis Transaksi Dalam Perekonomian

1. Transaksi Tunai.

Transaksi tunai adalah transaksi yang memakai alat transaksi berupa uang kartal (uang kertas dan logam).

Baca Juga :  Pengelompokan Jenis Pajak

Bank Indonesia sebagai bank sentral mempunyai hak tunggal untuk dapat mengeluarkan uang kartal yang memfasilitasi transaksi tunai masyarakat.

2. Transaksi Non Tunai.

Transaksi non tunai merupakan perwujudan dari sistem Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang dilayani oleh sistem perbankan.

Dunia perbankan secara tidak langsung menciptakan inovasi teknologi baru dalam sistem pembayaran. Indonesia menyambut baik kehadiran sistem pembayaran baru yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

Hal ini terlihat dari banyaknya fasilitas sistem transaksi non tunai yang dikeluarkan oleh pihak bank.

Alat Untuk Transaksi

  1. Alat transaksi tunai berupa uang berbentuk kertas dan logam (uang kartal). Hingga sekarang ini uang kartal paling sering digunakan khususnya untuk transaksi bernilai kecil.
  2. Alat Transaksi Non Tunai (Uang Elektronik). Uang elektronik (electronic money) merupakan perwujudan atas system perbankan modern yang menggunakan system Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Bukti-bukti Transaksi

Bukti transaksi adalah suatu bukti yang tertulis atau bukti-bukti atas terjadinya kegiatan transaksi suatu perusahaan atau bisnis.

Manfaat utama dari bukti bukti transaksi yaitu menyediakan bukti tertulis atas transaksi yang telah dilaksanakan, dan sekaligus untuk menghindari kemungkinan terjadinya sengketa di masa yang akan datang.

Bukti transaksi jika dilihat dari asalnya mulanya dibedakan menjadi 2 (dua) diantaranya yaitu:

a. Bukti Transaksi Internal

Bukti transaksi internal ialah bukti pencatatan kejadian di dalam perusahaan tersebut. Umumnya berupa memo dari seorang pimpinan atau orang yang telah ditunjuk.

b. Bukti Transaksi Eksternal

Bukti transaksi eksternal ialah bukti pencatatan transaksi yang terjadi dengan pihak luar perusahaan. Bukti-bukti tersebut, yaitu:

1. Faktur

Faktur adalah suatu perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit, yang dibuat oleh pihak penjual lalu disampaikan kepada pihak konsumen atau pembeli.

Baca Juga :  Pengertian Shareholder dan Stockholder

Pada umumnya dibuat rangkap dua, yang asli diberikan ke si konsumen/pembeli sebgai bukti pencatatan pembelian secara kredit sedangkan kopiannya dipegang oleh si penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara kredit.

2. Kwitansi (official receipt)

Kwitansi (official receipt) adalah suatu bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran suatu barang ataupun yang lainnya.

Kwitansi dibuat serta ditanda tangani oleh pihak yang menerima uang dan juga diserahkan kepada pihak yang telah melakukan pembayaran.

Kwitansi pada umumnya terdiri dari dua bagian, bagian pertama diberikan kapada pihak yang membayar yaitu sebagi bukti pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian yang tertinggal (Sub atau bonggol kuitansi) dapat dijadikan sebagai bukti pencatatan penerimaan uang.

3. Nota Kredit

Nota kredit adalah pemberitahuan atau perhitunganyang dikirim suatu perusahaan atau badan usaha kepada pelanggannya, bahwa akunnya telah dikredit dengan nominal/jumlah tertentu. Penerima nota kredit.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang dapat kami bagikan mengenai penjelasan apa pengertian dari transaksi serta apa jenis dan juga bagaimana contoh dari alat transaksi tersebut?, semoga dapat bermanfaat.

Rate this post