Perang Asia Timur Raya

Posted on

Perang Asia Timur Raya – Perang ini yakni telah dimulai sebelum Perang Dunia II, yang dipicu pada 8 Juli 1937 dengan sebuah insiden yang disebut Insiden Jembatan Marco Polo dan memicu perang antara Cina.

Dimulai ketika tentara kekaisaran Jepang menginvasi pangkalan Amerika terbesar di Hawaii, Pearl Harbor, yang langsung memicu perang Asia. Bagaimanakah perang pasifik atau perang Asia Timur Raya?

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan dengan cara singkat, jelas, dan mudah untuk dipahami yakni mengenai Perang Asia Timur Raya. Yuukk… Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Apa itu Perang Asia Timur Raya ?

Perang Asia Pasifik atau Perang Pasifik lebih dikenal di wilayah Jepang yakni perang di Asia Timur Raya.Hal itu ialah sebuah perang antara pihak-pihak penting (Jerman Nazi, Jepang, dan Italia).

Yakni telah melawan Sekutu (AS, Uni Soviet, Cina, Australia, Inggris, Filipina, Belanda, dan Selandia Baru). Konflik ini terjadi antara tahun 1937 dan 1945. Perang ini terjadi di Pasifik, di pulau-pulau dan di Asia.

Latar Belakang Perang Asia Timur

Perang ini yakni telah terjadi lebih awal dari pada dalam suatu negara-negara Perang Dunia II sebagai akibat dari Perang Dunia Pertama, khususnya dari 7 Juli 1939 hingga 9 September 1945. Dikatakan bahwa tidak ada asap ketika tidak ada api.

Perang-Asia-Timur-Raya

Tentu saja, adanya sebuah konflik dan perang ini tidak akan mungkin terjadi tanpa masalah latar belakang sebagai penyebab spesifik dari Perang Dunia Kedua di Eropa. Terlebih lagi, perang ini melibatkan negara-negara yang memiliki kekuatan militer yang memadai, seperti Perang Dingin.

Baca Juga :  Sejarah Sultan Hasanuddin

Dalam adanya sebuah perang ini dapat dimulai sebelum Perang Dunia Kedua pada 8 Juli 1937 dengan insiden yakni yang bernama Jembatan Marco Polo, yang memicu perang antara Cina dan Jepang.

Konflik antara Jepang dan Cina dan beberapa peristiwa dan serangan utamanya juga merupakan bagian dari perang. Perang ini terjadi antara pusat termasuk Jepang, Jerman Nazi dan Italia dengan Sekutu (termasuk Cina), Amerika Serikat, Inggris, Filipina, Australia, Belanda dan Selandia Baru.

Uni Soviet telah berhasil memukul mundur terhada Jepang yakni pada tahun 1939 dan tetap netral sampai tahun 1945, ketika memainkan peran penting pada akhir perang di pihak Sekutu.

Setelah adanya penjajahan pada tahun 1941, Thailand dipaksa untuk bergabung dengan pihak Jepang. Sosialis Nasional Jerman dan Italia, juga sekutu Jepang, mengoperasikan armada laut mereka di Pasifik dan Samudra Hindia antara tahun 1940 dan 1945.

Antara 1942 dan 1945, ada sejumlah empat wilayah dalam sebuah Sekutu yang berperang melawan Jepang: Cina, Pasifik, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat Daya. Perang Pasifik yakni telah berakhir pada tanggal 15 Agustus 1945, dan adanya sebuah perjanjian penyerahan Jepang ditandatangani oleh agen Sekutu, Jenderal Douglas McArthur, dan Jepang diwakili dengan Mamoru Shigemitsu di atas kapal USS Missouri.

Sejarah Perang Asia Timur

Selama Perang Dunia Kedua, beberapa negara yang diduduki dengan Jepang diperintah oleh pemerintah boneka yang memanipulasi penduduk untuk memanipulasi populasi dan ekonomi untuk kepentingan tunggal Jepang, dengan aspirasi Asia yang bersatu tanpa pengaruh negara-negara Eropa.

Contoh-Pertempuran-Asia-Timur-Raya

Konsep ini, telah dibuat sebagai adanya seorang Tentara Kekaisaran Jepang berdasarkan ide Jenderal Hachiro Arita, menteri luar negeri dan pakar ideologi tentara.

Baca Juga :  Sejarah Radio

Konsep Common Wealth Zone secara resmi diumumkan pada 1 Agustus 1940 oleh Menteri Luar Negeri Yosuke Matsuoka dalam konferensi pers. Namun, konsep ini ada bertahun-tahun lalu dalam berbagai bentuk.

Para pemimpin Jepang telah lama tertarik pada konsep yang benar-benar meningkatkan kekuatan Jepang, meniru negara-negara Eropa, dengan mencoba membebaskan Asia dari imperialisme.

Sebelum Kekaisaran Jepang mengusir imperialisme Barat dari negara-negara Asia, ia menggunakan slogan “Asia untuk Asia” untuk memenangkan hati penduduk asli. Slogan itu adalah pernyataan oleh penjajah anti-Barat dan menggarisbawahi citra Jepang sebagai pembela negara-negara Timur. Menurut moto, negara-negara Asia hanya untuk orang Asia, dan negara-negara Barat tidak memenuhi syarat untuk negara-negara Asia.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang dapat kami sampaikan dengan cara jelas dan mudah untuk dipahami, mengenai Perang Asia Timur Raya. Semoga ulasa ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda.