Pengertian Perbankan Syariah

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang pengertian perbankan syariah beserta tujuan dan prinsipnya dari perbankan syariah. Berikut penjelsannya.

Pengertian Perbankan Syariah

Perbankan Syariah atau Perbankan Islam adalah sistem perbankan yang implementasinya didasarkan pada hukum Islam (syariah).

Pembentukan sistem ini didasarkan pada larangan dalam agama Islam untuk meminjamkan atau menagih pinjaman dengan menerapkan bunga pinjaman (riba), serta larangan untuk berinvestasi dalam kategori bisnis yang dilarang (haram).

Sistem perbankan konvensional tidak dapat menjamin tidak adanya hal-hal ini dalam investasinya, misalnya dalam bisnis yang terkait dengan produksi makanan atau minuman terlarang, media non-Islam atau bisnis hiburan, dan lainnya.

Meskipun prinsip-prinsip ini mungkin telah diterapkan dalam sejarah ekonomi Islam, baru pada akhir abad ke-20 bank-bank Islam mulai menerapkannya pada lembaga komersial swasta atau semi-swasta di komunitas Muslim di dunia.

Tujuan Perbankan Syariah

  1. Mengarahkan kegiatan ekonomi ummat ke bermuamalat Islam, khususnya muamalat yang berkaitan dengan perbankan, untuk menghindari praktik riba atau jenis usaha / perdagangan lainnya yang mengandung unsur gharar (penipuan), di mana jenis usaha dilarang dalam Islam , juga telah menimbulkan dampak negatif pada kehidupan ekonomi masyarakat.
  2. Untuk menciptakan keadilan di sektor ekonomi dengan meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi, sehingga tidak ada kesenjangan besar antara pemilik modal dan pihak yang membutuhkan dana.
  3. Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan membuka peluang bisnis yang lebih besar, terutama kaum miskin, yang diarahkan pada kegiatan bisnis yang produktif, menuju terciptanya kemandirian bisnis.
  4. Untuk mengatasi masalah kemiskinan, yang umumnya merupakan program utama negara berkembang. Upaya bank syariah dalam menuntaskan kemiskinan adalah dalam bentuk membina pelanggan yang lebih menonjol dari siklus bisnis yang lengkap seperti program bimbingan untuk pengusaha produsen, pembinaan broker, program pengembangan konsumen, program pengembangan mode kerja, dan program pengembangan bisnis bersama.
  5. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. Dengan kegiatan bank syariah akan dapat menghindari pemanasan ekonomi yang disebabkan oleh inflasi, menghindari persaingan tidak sehat antara lembaga keuangan.
  6. Tujuan dari bank Islam keenam adalah untuk mengatasi ketergantungan umat Islam pada bank-bank non-Islam
Baca Juga :  Hipotesis Adalah

Prinsip Bank Syariah

Pengertian perbankan syariah

1. Terhindar dari Riba

Keuntungan pertama melakukan transaksi keuangan di bank syariah adalah untuk menghindari riba. Karena dalam Islam,

riba adalah ilegal dan harus ditinggalkan. Dengan menyimpan uang di bank syariah, itu akan mencegah Anda dari dosa riba.

2. Berdasarkan Syariah Islam

Manfaat kedua dari menabung di bank syariah adalah Anda juga berpartisipasi dalam menerapkan syariah Islam dan telah mempraktikkan muamalah berdasarkan Islam. Ini tentu akan membawa hadiah bagi mereka yang melakukannya.

3. Manfaat diberikan berdasarkan bagi hasil

Tidak seperti bank konvensional yang memberikan bunga kepada pelanggan mereka, di bank syariah manfaat yang Anda dapatkan didasarkan pada sistem bagi hasil.

4. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Meskipun bank syariah, bukan berarti uang yang ditempatkan tidak dijamin. Dana nasabah bank syariah masih dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang membawa risiko kehilangan dana nasabah hingga Rp2 miliar.

5. Bank Syariah Dilengkapi dengan Fasilitas Perbankan Bersih

Bank syariah di Indonesia saat ini mengadopsi teknologi yang populer digunakan oleh masyarakat. Bank syariah juga menyediakan fasilitas dalam bentuk kemudahan melakukan transaksi perbankan melalui internet.

6. Sistem berbagi yang lebih adil dan lebih transparan

Keuntungan dari sistem bagi hasil adalah Anda menghindari risiko bunga menjadi riba. Selain itu, sistem bagi hasil akan menguntungkan pelanggan yang menyimpan dana mereka di bank syariah.

7. Terapkan Saldo Tabungan Rendah

Salah satu keuntungan menabung di bank syariah adalah bahwa hampir semua bank syariah nasional menerapkan saldo tabungan yang rendah pada pelanggan mereka.

Nilai saldo minimum tentu merupakan keuntungan tersendiri bagi mereka yang ingin memiliki tabungan dengan saldo setoran yang nilainya kecil.

Baca Juga :  Pengertian PDB (Produk Domestik Bruto)

8. Penabung atau Pelanggan adalah Mitra Bank

Tidak seperti bank konvensional, hubungan antara penabung dan bank lebih cenderung menjadi hubungan antara debitor dan kreditor.

Sementara di bank syariah, bank akan mempertimbangkan penabung untuk menjadi mitra sehingga mereka berhak menerima hasil investasi yang diinvestasikan di bank.

9. Dana Pelanggan Digunakan sesuai dengan Syariah

Salah satu kelebihan dan manfaat menabung di bank syariah adalah bahwa dana yang digunakan akan digunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan syariah.

Sementara nasabah bank konvensional tidak akan tahu untuk apa uang itu akan ditempatkan atau digunakan, sehingga tidak menutup kemungkinan manfaat yang didapat karena riba.

10. Ada Peringatan Dini tentang Bahaya karena Sifatnya yang Transparan

Manfaat yang satu ini mungkin tidak diperoleh jika Anda menabung di bank konvensional. Pelanggan yang menabung di bank syariah akan diberi sinyal bahwa ada sesuatu yang salah.

Dengan informasi ini, pelanggan dapat mengantisipasi apa yang perlu mereka lakukan untuk menghemat dana mereka.

11. Dana ditujukan untuk kepentingan dan manfaat rakyat

Keuntungan yang Anda dapatkan saat menabung di bank syariah adalah bahwa dana yang disimpan dimaksudkan untuk keuntungan dan manfaat masyarakat.

Dengan kata lain, dana ini adalah dana rakyat yang diperoleh dari rakyat dan akan dikembalikan untuk kepentingan rakyat.

Baca Juga :

Demikian pembahasan tentang pengertian perbankan syariah beserta tujuan dan prinsipnya dari perbankan syariah. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat bagi kalian.

Pengertian Perbankan Syariah
5 (100%) 1 vote[s]