Pengertian Perdagangan Internasional

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan perdagangan internasional? serta kebijakan-kebijakan dalam perdagangan internasional. Berikut ini penjelesannya.

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional merupakan suatu kegiatan perdagangan yang dilakukan antara negara satu dengan negara lainnya, yang dilandasi atas perjanjian yang kuat.

Perjanjian tersebut berasal dari kesepakatan yang telah disepakati bersama. Bentuk dari perdagangan internasional ini bisa berupa perusahaan, pemerintahan, ataupun individual.

Dilihat dari sudut pandang ekonomi, perdagangan internasional sangat bermanfaat untuk memenuhi segala kebutuhan disegala aspek kehidupan.

Kebijakan-Kebijakan

Pengertian perdagangan internasional

Terdapat beberapa kebijakan-kebijakan perdagangan internasional, diantaranya:

1. Tarif

Tarif yaitu merupakan sejenis pajak yang dikenakan atas barang-barang yang masuk dari luar negeri ke dalam negeri (impor).

Tarif spesifik (Specific Tariffs) dikenakan sebagai beban tetap atas unit barang yang di impor. Misalnya $6 untuk setiap barel minyak, maka Tarifold Valorem (od Valorem Tariffs) adalah pajak yang dikenakan berdasarkan persentae tertentu dari nilai barang-barang yang di impor.

Contoh (tarif sebesar 25% atas mobil yang di impor). Dampak tarif pada kedua kasus akan meningkatkan biaya pengiriman barang ke suatu negara.

2. Subsidi Ekspor

Subsidi ekspor merupakan pembayaran dengan jumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang ke luar negeri.

Seperti hal nya Tarif, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik (nilai tertentu untuk per unit barang) atau od Valorem (persentase dari nilai yang diekspor).

Apabila pemerintah memberikan subsidi ekspor, pengirim akan mengekspor barang sampai batas dimana selisih harga domestic dan harga luar negeri sama dengan nilai subsidi.

Baca Juga :  Pengertian Ekonomi Syariah

Dampak dari subsidi ekspor adalah meningkatkan harga dinegara pengekspor sedangkan di negara pengimpor harganya turun.

3. Pembatasan Impor

Pembatasan impor (Import Quota) yaitu pembatasan langsung atas jumlah barang yang boleh di impor. Pembatasan ini biasanya berlaku dengan memberikan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan.

Contohnya, Indonesia membatasi impor minyak. Maka, hanya perusahaan-perusahaan tertentu saja yang diizinkan mengimpor minyak, masing-masing pengimpor tidak boleh melebihi jumlah maksimal yang telah ditetapkan.

Besarnya kuota untuk setiap perusahaan berdasarkan pada jumlah minyak yang diimpor pada tahun-tahun sebelumnya.

4. Pengekangan Ekspor Sukarela

Pengekangan sukarela (Voluntary Export Restraint), atau juga dikenal dengan kesepakatan pengendalian sukarela (Voluntary Restraint Agreement=ERA). VER yaitu suatu pembatasan kuota atas perdagangan yang dikenakan oleh pihak negara pengekspor.

VER memiliki keuntungan-keuntungan politis dan legal yang membuat hal tersebut menjadi perangkat kebijakan perdagangan yang lebih disukai dalam beberapa tahun terakhir.

Akan tetapi dari sudut pandang ekonomi, pengendalian ekspor sukarela persis sama dengan kuota impor dimana lisensi diberikan kepada pemerintah asing dan karena itu sangat mahal bagi negara pengimpor.

5. Persyaratan Kandungan Lokal

Persyaratan kandungan lokal (local content requirement) adalah pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian tertentu dari unit-unit fisik, seperti contohnya kuota impor minyak AS pada tahun 1960-an.

Di lain kasus, persyaratan ditetapkan dalam nilai, yang mensyaratkan pangsa minimum tertentu dalam harga barang berawal dari nilai tambah domestic.

6. Subsidi Kredit Ekspor

Subsidi kredit ekspor merupakan semacam subsidi ekspor, namun wujudnya dalam pinjaman di subsidi kepada pembeli.

Kebanyakan negara seperti Amerika Serikat, memiliki suatu lembaga pemerintah, bank ekspor-impor (Export-Import Bank)  yang diarahkan untuk setidaknya memberikan pinjaman-pinjaman yang disubsidi guna membantu ekspor.

Baca Juga :  Permasalahan Ekonomi Makro

7. Pengendalian Pemerintah (National Proucerement)

Setiap pembelian yang dilakukan oleh pemerintah ataupun perusahaan-perusahaan yang diatur secara ketat dapat diarahkan pada barang-barang yang diproduksi di dalam negeri meski barang-barang tersebut lebih mahal daripada barang yang diimpor.

8. Hambatan-hambaran Birokrasi (Red Tape Barriers)

Kadang kala pemerintah ingin membatasi impor tanpa melakukannya secara formal. Untung dan juga sayangnya,

sangat mudah untuk membelitkan standar kesehata, keamanan, dan prosedur pabean sedemikian rupa sehingga merupakan perintang dalam perdagangan.

Baca juga :

Demikian penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan perdagangan internasional? serta kebijakan-kebijakan dalam perdagangan internasional. Semoga materi kali ini dapat menambah wawasan kita dan juga bermanfaat bagi kalian semua.

Pengertian Perdagangan Internasional
5 (100%) 1 vote[s]