Perusahaan Dagang

Posted on

Perusahaan Dagang – Perusahaan perdagangan merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Hampir semuanya pernah bertransaksi di perusahaan dagang. Karena perdagangan pada umumnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Toko-toko kecil di kondominium Anda juga merupakan perusahaan perdagangan.

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya menyimpan, membeli, dan menjual barang-barang tersebut tanpa nilai tambah.

Yang dimaksud dengan nilai tambah di dalam definisi di atas adalah tidak mengubah bentuk atau jumlah properti barang sehingga mempunyai adanya sebuah nilai jual yang tinggi.

Singkatnya, ini adalah perusahaan yang membeli barang dan kemudian menjualnya kembali tanpa mengganti produk. Dari sudut pandang di atas, kita sudah mengetahui apa itu perusahaan dagang tanpa kita sadari dekat dengan kehidupan kita.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menyampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Perusahaan Dagang. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak sebagai berikut.

Pengertian Perusahaan Dagang

Pengertian Perusahaan Dagang merupakan adanya suatu perusahaan yang memperdagangkan barang dan kegiatan utamanya adalah menjual barang. Perusahaan perdagangan menjual kembali apa yang mereka jual tanpa mengubahnya.

Pertukaran barang ialah sebuah proses atau perubahan nilai dan bentuk barang itu sendiri.Perusahaan barang hanya membeli barang dan hanya harus menjual dengan harga jual yang lebih tinggi dari harga beli. Keuntungan perusahaan dagang dihasilkan dari selisih harga barang yang dijual.

Perusahaan-Dagang

Pada umumnya, dalam suatu perusahaan dagang adalah perusahaan yang tidak memproduksi produknya sendiri. Namun, pabrikan hanya menjual produknya ke publik atau ke konsumen. Perusahaan jenis ini tidak memproduksi bahan baku yang diolah menjadi produk jadi. Perusahaan juga tidak membuat perubahan kecil apa pun pada produk jadi.

Baca Juga :  Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Artinya perusahaan dagang adalah perusahaan murni yang hanya menjual produk yang produknya telah di pasok oleh pemasok atau produsen. Sedangkan pengertiannya secara khusus mengacu pada perusahaan yang memiliki aktivitas menyimpan, membeli dan menjual produk yang tidak dapat ditukar dengan tujuan untuk menambah nilai dan menjual produk tersebut.

Ciri-Ciri Perusahaan Dagang

Perusahaan perdagangan dapat dibedakan dari jenis lainnya dengan melihat karakteristik spesifik dari perusahaan perdagangan tersebut. Ciri-ciri perusahaan dagang adalah:

  • Pendapatan utama berasal dari hasil penjualan barang.
  • Biaya pokok adalah harga pokok penjualan dan biaya usaha lainnya.
  • Ada akun persediaan di departemen akuntansi.
  • Sebagai perantara antara produksi dan konsumen.
  • Sama atau tidak ada perubahan antara barang yang dibeli dan barang yang dijual.
  • Tujuan utamanya adalah menghasilkan keuntungan dengan berdagang pada harga yang lebih tinggi dari harga beli.

Dari ciri-ciri perusahaan perdagangan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan utama perusahaan perdagangan ialah jual beli.

Jenis-Jenis Perusahaan Dagang

Perusahaan perdagangan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

1. Jenis Perusahaan Perdagangan Berdasarkan Produk yang Dapat Diukur

  • Perusahaan Perdagangan Barang Produksi adalah perusahaan yang memperdagangkan produk bahan baku yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan produk atau alat produksi untuk menghasilkan produk lain. Seperti kayu gelondongan dan mesin gergaji.
  • Perusahaan Perdagangan Barang Jadi adalah perusahaan yang memperdagangkan barang jadi atau dalam bentuk akhirnya untuk di konsumsi manusia. Seperti buku, sepatu, televisi, dan lainnya.

2. Jenis Perusahaan Perdagangan Berdasarkan Macam Konsumen

Berdasarkan jenis konsumen nya, yang meliputi:

  • Perusahaan Dagang Perantara (Middleman) adalah perusahaan yang membeli banyak barang agar dapat dijual kembali ke pengecer dalam jumlah sedang. Misalnya: sub-deal.
  • Perusahaan Dagang Besar (Wholesaler) adalah perusahaan yang melakukan pembelian produk langsung dari pabrik dalam jumlah besar. Perusahaan kemudian menjual barang ke beberapa dealer dengan tengkulak yang volume penjualannya cukup besar. Misalnya: grosir
  • Perusahaan Dagang Pengecer (Retailer) adalah perusahaan yang berhubungan dengan konsumen. Konsumen bisa berbelanja di toko retail atau dari produk yang ditawarkan. Pengecer seringkali dapat ditemukan di lingkungan kita. Misalnya: kios, warung, dan supermarket.
Baca Juga :  Harga Keseimbangan

Karakteristik Perusahaan Dagang

Perusahaan-Dagang-1

Perusahaan perdagangan yakni mempunyai adanya sebuah karakteristik atau sifat tertentu. Karakteristik inilah yang membedakan perusahaan ini dengan perusahaan manufaktur. Berikut fitur-fiturnya:

1. Membeli dan Menjual Produk tanpa Mengolah

Kemampuan untuk membeli dan menjual produk tanpa diproses atau diubah. Sedangkan perusahaan manufaktur sebaliknya: membuat produk dari bahan mentah, produk setengah jadi dan produk jadi kemudian menjualnya ke konsumen.

2. Pendapatan Utama Murni Dari Penjualan

Pendapatan murni perusahaan dari penjualan produk. Karena perusahaan tidak harus menyiapkan mesin operasi dan bahan baku apa pun untuk perusahaan manufaktur, hal ini dapat menghasilkan pendapatan tambahan.

Saat penjualan turun, otomatis penjualan perusahaan turun. Sebaliknya, seiring dengan peningkatan penjualan, laba atau laba juga semakin tinggi.

Dilihat dari karakteristik tersebut, penjualan merupakan faktor penting yang harus ditingkatkan. Ini berarti bahwa semua manajemen penjualan harus diselaraskan sebanyak mungkin untuk meningkatkan penjualan.

3. Sebagai Perantara antara Produsen dengan Konsumen

Perusahaan dagang yang digunakan sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Produsen melepaskan barang ketika bisnis perdagangan membelinya dan kemudian menjualnya kembali ke publik.

Dengan properti tersebut, konsumen tidak perlu membeli langsung dari produsennya. Karena sudah ada perusahaan yang menawarkan segala macam pembelian produk.

4. Modal Berasal Dari Harga Pokok Produk Terjual

Modal kerja perusahaan jenis ini adalah biaya pokok produk yang sudah terjual. Misal, jika harga produk Rp 2.000.000, maka perusahaan bisa menjual Rp 3.000.000 yang berarti modal kerja. Sedangkan sisanya Rp1.000.000 sebagai keuntungan atau keuntungan.

Karena itu, jika produknya tidak dijual langsung, berarti ada modalnya. Oleh karena itu, alternatif harus ditemukan untuk memenuhi kredit dan arus kas perusahaan.

Baca Juga :  Pengertian Konsumsi, Tabungan dan Investasi

Akibat dari usaha dagang yang tidak menjual produknya sesuai rencana, perusahaan bisa bangkrut bahkan bangkrut. Karena jelas bahwa dari segi keuntungan tidak ada lagi pendapatan dan tidak ada modal uang yang dikembalikan ke modal.

5. Keuntungan Di Dapat dengan Menjual Produk Di Atas Harga Beli

Karakteristik akhir dari bisnis perdagangan adalah memperoleh keuntungan dengan menjual produk dengan harga lebih tinggi dari harga beli. Misalnya, jika harga beli Rp 500.000, maka perusahaan akan menjual kembali harga Rp 600.000.

Hasil perhitungan di atas menghasilkan selisih Rp 100.000. Selisih ini merupakan pendapatan atau keuntungan dari perusahaan dagang tersebut.

6. Tidak Ada Barang yang Dibeli dan Dijual

Ciri selanjutnya adalah tidak ada perubahan antara barang yang diperjualbelikan. Karena perusahaan tidak menjalankan proses untuk meningkatkan tenaga penjualan produk.

Artinya produk tersebut dibeli dari pabrik dan dijual ke konsumen dalam bentuk dan nilai yang sama seperti saat dibeli. Oleh karena itu, bentuk kemasan, variasi rasa,manfaat produk, dan lain sebagainya. Bukanlah kewenangan perusahaan ini, tetapi pabrikan nya.

Proses Inti Perusahaan Dagang

Perusahaan perdagangan tidak hanya berbeda dari yang lain, tetapi juga dari perusahaan non-perdagangan. Singkatnya, proses inti dari sebuah perusahaan perdagangan adalah:

  • Pembelian, termasuk pembelian perlengkapan dan pembelian barang, perlengkapan perusahaan, dan pembelian barang lain untuk kegiatan bisnis.
  • Biaya, yaitu aktivitas perusahaan ketika terdapat beberapa pembayaran pajak, biaya pembelian barang, dan penunjang bisnis perusahaan.
  • Menjual, adalah aktivitas perusahaan yang menjual barang untuk mendapatkan penghasilan atau keuntungan.
  • Penerima, adalah penerima keuntungan dari hasil penjualan barang. Penerimaan keuntungan dari penjualan barang biasanya disertai dengan penerimaan dari pemilikan kembali pihak lain.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Perusahaan Dagang. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.