Piramida Kebutuhan Manusia (Piramida Maslow)

Posted on

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas tentang piramida kebutuhan manusia atau sering disebut piramida Maslow. Setiap individu pasti memiliki kebutuhkan dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Tingkat kebutuhan manusia dapat diterjemahkan ke dalam piramida kebutuhan Maslow. Piramida menggambarkan tingkat kebutuhan individu. Level ini juga penting untuk diketahui, karena itu akan terjadi pada semua orang.

Dalam memenuhi kebutuhan ini, individu melakukannya dari tingkat terkecil. Misalnya, seseorang haus,

sehingga orang itu akan memenuhi kebutuhannya dengan minum sebelum memenuhi kebutuhan lain. Tingkat kebutuhan ini disebut kebutuhan Maslow.

Maslow menganggap bahwa kebutuhan terendah harus dipenuhi terlebih dahulu dari kebutuhan menengah hingga kebutuhan tertinggi. Hierarki kebutuhan Maslow diilustrasikan oleh piramida yang berisi tingkat kebutuhan.

Ada enam tingkat kebutuhan Maslow, yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, kepemilikan dan kasih sayang, penghargaan, dan aktualitas diri.

Dari level kebutuhan ini, Maslow menggambarkan sebagai level atau tangga kebutuhan. Maslow berpendapat bahwa setelah manusia memenuhi kebutuhan terendah, manusia akan memenuhi kebutuhan di tingkat berikutnya.

Jika manusia memenuhi kebutuhan tingkat atas tetapi tingkat bawah belum terpenuhi, maka manusia akan kembali ke kebutuhan sebelumnya.

Menurut Maslow, keberadaan hierarki kebutuhan didorong oleh dua kekuatan, yaitu motivasi untuk kekurangan dan motivasi untuk pengembangan atau pertumbuhan.

Motivasi kekurangan bertujuan untuk mengatasi ketegangan manusia dan kurangnya kebutuhan. Motivasi untuk pembangunan atau kebutuhan didasarkan pada kapasitas manusia untuk tumbuh dan berkembang.

Kedua kapasitas ini merupakan kapasitas bawaan manusia, sehingga manusia tidak dapat melepaskan diri dari dua kapasitas ini.

Piramida Kebutuhan Manusia (Piramida Maslow)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa terdapat 5 tingkatan kebutuhan manusia, yaitu:

Baca Juga :  MoU (Memorandum of Understanding)

piramida kebutuhan manusia

1. Kebutuhan Fisiologis

Pada dasarnya manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya untuk bertahan hidup. Di bagian bawah hierarki, manusia harus memenuhi kebutuhan makanan, tidur, minum, seks, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tubuh fisik.

Jika kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan berfungsi secara normal. Misalnya, seseorang mengalami kesulitan mendapatkan makanan, jadi dia menderita kelaparan, jadi dia tidak akan bisa memikirkan kebutuhan akan keamanan atau kebutuhan aktualisasi diri.

Logika sederhana: bagaimana seseorang dapat berpikir tentang pencapaian atau aktualisasi diri, jika ia terus dihantui oleh rasa takut akan kelaparan?

Menurut Abraham Maslow, kebutuhan fisiologis sangat mendasar, yang paling kuat dan paling jelas dari semua kebutuhan adalah untuk mempertahankan kehidupan secara fisik.

Yakni kebutuhan makan, minum, bernaung, tidur dan oksigen. Manusia akan menekan kebutuhan mereka sedemikian rupa sehingga kebutuhan fisiologis (dasar) mereka terpenuhi. Sebagai contoh:

  • Pengeluaran zat residu, di mana seseorang harus mengeluarkan zat limbah yang belum digunakan oleh tubuh. Karena jika tidak dikeluarkan maka akan menimbulkan penyakit / pembentukan penyakit.
  • Oksigen (O2) adalah salah satu kebutuhan vital bagi kehidupan kita. Dengan mengonsumsi oksigen yang cukup akan membuat fungsi organ tubuh secara optimal. Jika tubuh menyerap oksigen dengan kandungan rendah dapat menyebabkan kemungkinan tubuh menderita penyakit kronis. Sel-sel yang kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman, takut ataupun sakit. Menguap merupakan salah satu sinyal tubuh kekurangan oksigen selain karena mengantuk.

2. Kebutuhan Keamanan (Safety)

Dalam hierarki tingkat kedua, manusia membutuhkan rasa aman dalam diri mereka sendiri. Baik keamanan literal (keamanan dari perampok, orang jahat, dll.), Serta keamanan finansial atau hal lainnya.

Dengan memenuhi kebutuhan keamanan ini, dapat dipastikan bahwa kebutuhan manusia dapat berlanjut ke tahap selanjutnya, yaitu cinta dan kebutuhan sosial.

Kebutuhan akan keamanan ini biasanya dipenuhi pada orang sehat dan normal. Seseorang yang tidak aman akan memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas yang sangat berlebihan dan menghindari hal-hal yang asing dan yang tidak ia harapkan.

Baca Juga :  Pengertian Waralaba (Franchise)

Tidak seperti orang yang merasa aman, ia akan cenderung santai tanpa kecemasan yang berlebihan. Perlindungan dari udara panas / dingin, cuaca buruk, kecelakaan, infeksi, alergi, hindari pencurian dan dapatkan perlindungan hukum.

Bebas dari pekerjaan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari terorisme, dan sebagainya.
Sebagai contoh :

  • Seseorang membangun rumah untuk melindungi diri dari hujan dan panas untuk memenuhi kepuasannya
  • Ketika Indonesia dalam jihad kita melawan para penjajah dan akhirnya menjadi mandiri karena ketika kita dijajah kita tidak merasa aman.

Ada 4 hal dasar yang harus dipenuhi untuk mencapai kebahagiaan, yaitu makanan saat lapar, pakaian untuk menutupi tubuh, rumah untuk berlindung, dan obat-obatan saat sakit.

Karena orang lapar tidak bisa bahagia, orang telanjang tidak merasa aman, Orang yang tidak punya tempat untuk pulang tidak akan bahagia, dan orang yang sakit juga jika tidak ada obat, tidak akan bahagia.

Menurut saya, dua tingkat dasar ini dapat disingkat seperti ini, dan ini adalah kebutuhan dasar setiap manusia yang harus dipenuhi, keamanan dan kesehatan.

3. Kebutuhan Sosial

Setelah memenuhi dua kebutuhan individu, orang sekarang mengikuti kebutuhan untuk diterima secara sosial. Emosi adalah “pemain” utama dalam hierarki ketiga ini.

Perasaan menyenangkan yang kita miliki ketika kita memiliki teman, seseorang untuk berbagi cerita, hubungan dekat dengan keluarga adalah tujuan utama memenuhi kebutuhan sosial ini.

Kebutuhan untuk memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan perasaan memiliki tempat di tengah-tengah kelompok.

Sebagai contoh :

  • Di mana seseorang yang memiliki tujuan dan minat yang sama membuat kelompok / berkumpul karena mereka ingin dipertimbangkan dalam tujuan mereka dan dapat memberikan perhatian kepada kelompok-kelompok ini.
  • Kebutuhan cinta seorang anak oleh ibunya, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, misalnya, seorang anak terpenuhi kebutuhan akan cinta, sehingga perkembangan anak akan optimal dalam bentuk fisik dan psikologis karena perhatian yang diberikan oleh ibu untuk anaknya.
Baca Juga :  Pengertian Beragun Aset (EBA)

4. Kebutuhan Akan Penghargaan

Setelah ketiga kebutuhan di atas terpenuhi, manusia akan mengejar kebutuhan akan penghormatan, seperti menghormati orang lain, status, ketenaran, reputasi, perhatian, dan sebagainya.

Menurut Maslow, kebutuhan akan penghargaan juga dibagi menjadi dua level, yaitu level rendah dan tinggi.

Level rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, reputasi, perhatian, penghargaan, martabat, dan dominasi.

Kebutuhan tinggi adalah kebutuhan harga diri seperti perasaan, kepercayaan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian, dan kebebasan.

Maslow berpendapat, jika kebutuhan harga diri telah diatasi, maka manusia siap memenuhi kebutuhan di tingkat yang lebih tinggi.

Dalam manajer Implikasinya, kebutuhan ini terkait erat dengan kebutuhan harga diri. Manajer harus menghargai karyawan yang mampu mencapai atau melampaui target mereka.

Manajer juga dapat mempromosikan karyawan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi. Ini akan membuat karyawan memiliki harga diri dan kebutuhan akan penghargaan terpenuhi.

5. Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri

Kebutuhan akan aktualisasi diri adalah tingkat kebutuhan tertinggi. Kebutuhan ini melibatkan keinginan konstan untuk mencapai potensi.

Menurut Maslow, kebutuhan ini adalah kebutuhan bahwa manusia harus melibatkan diri untuk menjadi apa yang mereka inginkan berdasarkan kemampuan mereka.

Manusia akan memenuhi keinginan mereka sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dalam diri mereka sendiri.

Dalam manajer Implikasinya, manajer dapat menantang karyawan dalam pekerjaan mereka, sehingga keterampilan dan kreativitas karyawan dapat ditingkatkan dan dimanfaatkan sepenuhnya.

Tidak hanya itu, mengembangkan peluang juga perlu diberikan agar karyawan dapat mengembangkan karier mereka.

Manajer dapat menjadikan tantangan sebagai dorongan bagi karyawan. Dengan begitu, motivasi karyawan tumbuh untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri.

Baca Juga :

Demikian pembahasan tentang piramida kebutuhan manusia atau sering disebut piramida Maslow. Semoga bermanfaat, dan Terima kasih.