Prasasti Tugu

Posted on

Prasasti Tugu – Dengan adanya sebuah aksara Pallawa dalam bentuk ayat-ayat Sanskerta, di mana meter Anustubh terdiri dari lima garis melingkar yang mengikuti bentuk permukaan batu.

Seperti semua prasasti dari periode Tarumanagara pada umumnya. Berdasarkan analisis ini, diketahui bahwa prasasti ini berasal dari pertengahan abad ke-5 Masehi.

Apa itu Prasasti Tugu? Dalam pembahasan kali ini, kami akan membahas dengan jelas dan singkat mengenai prasasti. Yuukk… Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Apa itu Prasasti Tugu ?

Pengertian Prasasti Tugu adalah sebuah prasasti terpanjang yang dikeluarkan dengan seorang Purnnawarman, dan berisi adanya sebuah informasi tentang penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati sepanjang tombak 6112 atau 12 km melalui Purnnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahan.

Penggalian sungai adalah ide sebagai menghindari sebuah bencana alam dalam bentuk banjir, yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnnawarman dan periode kekeringan di musim kemarau. Pada 4 Maret 1879, Wetenschappen mengadakan dan Bataviaasch Genootschap van Kunsten pertemuan kepemimpinan untuk membahas penemuan prasasti tersebut. Selama pertemuan, JA. van der Chijs menyarankan agar prasasti batu dipindahkan ke museum.

Prasasti-Tugu

Dalam sebuah prasasti yang tertulis di Andesitstein berbentuk oval dengan ketinggian 1 meter. Prasasti pada prasasti ini terdiri dari 5 baris, berbahasa Pallava, Sansekerta, berbentuk Sloka dengan Anustubh meter. Meskipun tahun ini tidak terdaftar, naskah Pallawa pada prasasti itu telah menunjukkan bahwa itu berasal dari pertengahan abad ke-5.

Bentuk dalam sebuah huruf ini mirip yang ada di prasasti Cidanghiang. Selain tulisan pahatan di prasasti ini juga ditampilkan ukiran berbentuk batang dengan ujung seperti trisula. Sosok tongkat ini dipotong dengan panjang vertikal dan membentuk batas untuk setiap font pada prasasti. Prasasti itu telah ditemukan di desa Batutumbuh di desa Tugu.

Baca Juga :  Latar Belakang Ambarawa

Dalam adanya sebuah lokasi kini memasuki kawasan Desa Tugu Selatan, Kabupaten Koja, Jakarta Utara. Ketika prasasti ini ditemukan, itu terkubur di bawah tanah. Hanya bagian atas prasasti yang dapat dilihat pada ketinggian sekitar 10 cm.

Sejarah Prasasti Tugu

Prasasti tersebut dapat bertuliskan sebuah aksara Pallava, dalam bentuk ayat Sansekerta di Anustubh, terdiri atas lima garis melingkar yang mengikuti dalam sebuah bentuk dalam permukaan batu.

Seperti semua prasasti Tarumanagara, prasasti tersebut tidak mengandung tanggal. Kronologi ini dapat didasarkan dengan analisis gaya dan bentuk tanda (analisis palaeografis). Berdasarkan analisis ini, diketahui bahwa prasasti ini berasal dengan pertengahan pada abad ke-5 Masehi.

Contoh-Prasasti-Tugu

Secara khusus, dalam sebuah prasasti Tugu dan prasasti Cidanghiyang memiliki karakter yang sama. Sangat mungkin bahwa pematung tulisan suci (citralaikha> citralekha) kedua inskripsi itu ialah orang yang sama.

Dibandingkan dengan prasasti Tarumanagara lainnya, prasasti Tugu adalah prasasti terpanjang yang diterbitkan oleh Sri Maharaja Purnawarman. Prasasti ini dikeluarkan pada masa pemerintahan Purnnawarmman pada tahun ke-22 sehubungan dengan peresmian (penyelesaian konstruksi) kanal Gomati dan Candrabhaga.

Prasasti Tugu unik karena ujungnya dihiasi dengan trisula. Figur tongkat diukir tegak dan memanjang ke bawah seolah-olah mereka berfungsi sebagai garis pemisah antara awal dan akhir kalimat dalam prasasti.

Pada tahun 1973, dapat diadakan dalam sebuah penggalian arkeologi di tempat penemuan dalam sebuah Prasasti Tugu. Dalam Penggalian tersebut membuat pecahan dengan berbagai jenis, pola hias, dan sebuah adanya ukuran yang memiliki beberapa dalam persamaan dengan gerabah kompleks buni.

Dalam Prasasti Tugu tersebut, telah disediakan pahatan hiasan tongkat yang ujungnya dilengkapi semacam trisula. Gambar tongkat tersebut dipahatkan tegak memanjang ke bawah seakan memiliki sebuah fungsi yakni untuk batas pemisah antara awal dan akhir terhadap kalimat-kalimat dalam prasastinya.

Baca Juga :  Sejarah Situ Gintung

Dalam prasasti ini, sebuah aksara Pallawa dalam bentuk ayat-ayat Sanskerta, di mana meter Anustubh terdiri dari lima garis melingkar yang mengikuti bentuk permukaan batu.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang telah kami jelaskan dengan cara singkat dan mudah untuk dipahami yakni mengenai Prasasti Tugu. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda.