Rumah Adat Bali

Posted on

Rumah Adat Bali – Provinsi wilayah Indonesia yang begitu terkenal di luar negeri. Bahkan, banyak orang asing yang mengetahui Bali, tetapi tidak benar-benar tahu bahwa Bali berada di negara Indonesia.

Faktor lain yang dapat membuat kota tersebut lebih epik ialah terdapat dalam rumah tradisional Bali, yang masih terpelihara dengan sangat baik. Pada masyarakat Bali yakni masih melestarikan dalam budaya yang diwarisi dari leluhur.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai Rumah Adat Bali. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak penjelasannya sebagai berikut.

Bagaimanakah Macam-Macam Rumah Adat Bali ?

Arsitek, yang berurusan dengan rumah-rumah tradisional Bali, tentu mempunyai sebuah pedoman sendiri untuk pembangunan rumah-rumah tradisional ini. Contohnya disutradarai oleh kosala kosali, sehingga arsitek dapat mendesain rumah tradisional Bali yang diinginkan. Berikut adalah beberapa bangunan tempat tinggal tradisional Bali:

Rumah-Adat-Bali

1. Bangunan Angkul-Angkul

Angkul-Angkul merupakan sebuah bangunan yang dapat menyerupai gerbang yang juga berfungsi untuk sebuah pintu masuk. Terdapat beberapa hal yang membedakan dalam angkul-angkul ini dari yang lain, yakni bahwa bangunan tersebut mempunyai sebuah atap.

2. Rumah Adat Bale Manten

Bangunan yang satu ini merupakan sebuah bangunan yang dirancang khusus untuk anak perempuan dan pemimpin keluarga. Bale memiliki bentuk persegi panjang dan biasanya ditempatkan di bagian sebelah timur. Di ruang dansa ada 2 bale lagi, yang biasanya ke kiri dan ke kanan.

Baca Juga :  Peradaban Awal Amerika

3. Bangunan Sanggah

Bangunan Sanggah merupakan sebuah bangunan suci, biasanya memiliki sebuah letak di bagian ujung timur laut rumah. Fungsi sebuah bangunan Sanggah untuk tempat shalat bagi sebuah keluarga besar yang biasa menyembah doa Hindu.

4. Aling-Aling

Bangunan ini merupakan sebuah bangunan yang dapat mendominasi sebagai pembatas antara Angkul Angkul dan halaman ruangan, atau dapat disebut dengan sebuah tempat keramat. Ternyata hal ini memiliki sebuah makna tersendiri, yang dikenal karena hal-hal positif yang terjadi ketika ada rumah sederhana.

Filosofi Rumah Adat Bali

Menurut filosofi yakni pada kalangan masyarakat Bali, dinamika dalam kehidupan yang tercapai ketika terdapat sebuah hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, kelemahan, dan parahyangan.

Karena itu, dalam sebuah pembangunan rumah tradisional harus memasukkan aspek ini, yang dapat dikenal sebagai “Tri Hita Karana”. Pawongan merupakan penghuni rumah tersebut. Palemahan berarti harus ada dalam sebuah hubungan yang baik yakni dengan antara lingkungannya dan penghuni.

Secara umum, arsitektur tradisional Bali yakni penuh dengan dekorasi misalnya peralatan, ukiran, dan juga terdapat sebuah elemen pewarnaan. Dekorasi ini memiliki makna khusus untuk mengekspresikan keindahan simbol dan komunikasi. Keragaman hias ini bisa dalam bentuk dengan berbagai spesies fauna, diwakili dalam bentuk patung sebagai simbol dalam sebuah ritual.

Struktur Ruangan Bangunan

Nama gerbang terbukti unik untuk desain pintu utama untuk waktu yang singkat untuk memasuki area yang begitu sangat luas sehingga tidak ada penghalang yang sengaja ditempatkan. Ada ukiran yang sangat unik sehingga menyerupai candi.

Di depan rumah ada gapura, atau biasanya orang Bali menyebutnya persinggahan. Tempat ini biasanya dapat digunakan dengan umat Hindu untuk berdoa atau menyembah dewa mereka.

Baca Juga :  Sejarah Olahraga Lari

Dengan cara ini, tempat singgah atau gapura yang biasa disebut oleh orang Bali yakni semakin dapat membuktikan dengan seberapa kuat dan tebal orang Bali memegang adat istiadat yang diteruskan kepada mereka, yang terkait erat dengan filsafat Kosala Kosali.

Fungsi Bangunan Bali

Terdapat beberapa fungsi dalam sebuah bangunan ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Paon

Paon dapat diartikan untuk dapur sebagai memasak, sehingga rumah tradisional memiliki tempat memasak sendiri, yang berarti Paon. Dalam sebuah ruangan ini biasanya memiliki sebuah letak di bagian belakang rumah tradisional.

2. Bale Manten

Namanya saja menunjukkan bahwa tempat ini cenderung ke tempat yang berbau pengantin. Ternyata tempat ini adalah ruang yang biasanya digunakan oleh kepala keluarga atau anak perempuan, atau bahkan tempat sebagai menyimpan barang.

3. Lumbung

Lumbung merupakan sebuah tempat penyimpanan khusus. Tidak semua barang yang disimpan ditempatkan, tetapi Lambun secara khusus digunakan untuk menyimpan sebuah makanan pokok, contohnya, jagung, nasi, dan banyak lagi.

4. Bale Gede Atau Bale Adat

Bale yakni dapat diambil dari sebuah ruang kata, yang biasanya ditafsirkan sebagai tempat pertemuan. Di rumah tradisional Bali ada bale atau aula besar dan bale tradisional, yang biasanya digunakan sebagai tempat pertemuan keluarga besar atau hanya untuk pertemuan tradisional atau pemimpin suku.

5. Penginjeng Karang

Tempat ini adalah sebuah tempat ibadah yang menyimpan alasan untuk beribadah, bukan sebagai ibadah, karena itu adalah tempat ibadah di depan rumah. Ibadah ini biasanya memiliki waktu puja sendiri.

6. Bale Dauh

Bale Dauh merupakan sebuah kamar khusus sebagai anak laki-laki, yang dapat dihuni dengan anak laki-laki di rumah tradisional. Terkadang Bale Dauh yakni dapat digunakan untuk tempat kerja atau sebagai sebuah tempat untuk rapat kerja.

Baca Juga :  Sejarah Kota Bukittinggi

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan yakni mengenai Rumah Ada Bali. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat Bagi Anda semua.